MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 6


__ADS_3

"Pak Rio?" tanya Raya menatap wajah Ririn. 


Ia terlihat sangat terkejut mendengar nama Rio disebut oleh Ririn, Ia seperti pernah mendengar nama itu! Nama nya familiar sekali saat Ririn menyebut kalau ada guru yang baru masuk bernama Rio. Ya tadi Ririn mengatakan kalau di sekolahnya ada guru baru, saat mendengar nama Rio, Raya seperti pernah mendengar nama itu. Tapi tepatnya dimana ia tidak tahu sama sekali. 


"Iya Pak Rio memangnya kenapa? Pak Rio guru baru di sekolah sini? " tanya Ririn bertanya pada Raya. 


"Pak Rio? Kalau nggak salah pak Rio pernah mengajar disini tapi kenapa kamu menyebut guru baru? Ia bukan guru baru bukan Rin, ia pergi dan kembali lagi. " ujar Raya sambil matanya terpejam. 


Saat ia mengatakan itu tiba tiba kepalanya terasa sakit sekali, sampai ia menggigit bibir bagian bawah saking sakitnya tangan kanannya berusaha di pegangnya untuk menahan saki yang mendera. 


"Mengajar disini? berarti bukan guru baru dong! " tanya Ririn sambil protes. 


Tapi saat Ririn mengungkap nama Rio secara tiba tiba hadir, Raya diam seperti memikirkan apa yang  dikatakan oleh Ririn. Raya otomatis mengelak kalau pak Rio itu guru baru di SMP yang ia tempati. 


Aaaa


Raya tiba tiba menjerit kesakitan sambil memegang kepalanya. Matanya langsung terpejam seketika saat rasa sakit menyerang kepalanya, kepalanya terasa sakit sekali seperti mau pecah. 


"Raya kamu kenapa? " jerit Ririn sambil memegang tangan Raya. 


Ririn terkejut sekali, melihat Raya seperti kesakitan saat berpikir tentang yang pak Rio yang ia katakan, ada keheranan di hati Ririn melihat Raya seperti itu. Gadis itu panik melihat Raya yang kesakitan seperti itu. 


"Nggak aku nggak apa apa hanya kepala aku terasa sakit! " rintih Raya yang masih merasakan sakit dikepalanya. 


Ia juga heran kenapa waktu Ririn menyebut nama pak Rio tiba tiba kepalanya terasa sakit sekali seperti di timbug beribu ribu batu yang sangat besar. 


"Raya kamu kenapa? " tanya ibu Tiara tiba tiba menghampiri Raya dan Ririn. 


"Kepala Raya sakit bu," ujar Ririn memberitahukan ibu Tiara keadaan Raya. 

__ADS_1


"Raya apa yang kamu pikirkan, jangan berpikir terlalu berat dulu! " nasehat ibu Tiara sambil menuntun Raya menuju ruang UKS yang tidak jauh dengan ruangan guru. 


"Kamu istirahat ya, " 


"Bu, benarkah di sekolah ini ada pak Rio? " tanya Raya ketika melihat ini Tiara mau pergi Raya langsung melemparkan pertanyaan pada ibu Tiara. 


"Iya, kenapa memangnya?" tanya ibu Tiara spontan. 


"Raya merasa nama itu familiar sekali bu, Raya seperti mengenal nya tapi Raya nggak tahu kenal dimana? " tanya Raya seperti pada diri sendiri. 


Mata ibu Tiara langsung menatap wajah Raya dengan tajam, awalnya ia akan meninggalkan Raya biar istirahat di ruangan UKS tapi saat ia mendengar apa yang  dikatakan gadis itu, ibu Tiara malah duduk kembali seperti ingin sekali bertanya sesuatu pada gadis itu. Tapi Ibu Tiara hanya diam saja, ia ingin melakukan sesuatu tapi ia juga tidak mau buru buru. 


Ya sejak kejadian itu! Raya mengalami seperti tidak mengingat semua kejadian yang pernah ia alami. Raya tidak sepenuhnya mengingat kejadian yang lampau, gadis itu hanya mengingat kejadian yang sekarang saja. Jadi ibu Tiara tidak bisa bertanya terlalu jauh. 


"Sudah Raya, jangan berpikir telah berat ya namun lebih baik istirahat saja. " akhirnya itu yang diucapkan ibu Tiara pada Raya. 


Hati wanita muda itu sebenarnya ingin menyelidiki apakah yang terjadi, ia nyakin apa yang dikatakan Raya ada hubungannya dengan kejadian itu! Kejadian yang menyebabkan Ani menghilang secara misterius dan sampai sekarang Ani belum juga ditemukan. Dan sampai waktu LDKS nama Ani muncul kembali dari mulut Raya, tapi saat ingin menyelidiki yang sebenarnya terbentur keadaan Raya yang tidak bisa berpikir terlalu berat. 


"Nggak terjadi apa apa kok! Raya hanya butuh istirahat saja. " senyum ibu Tiara. 


"Bu, kok tadi Raya mengatakan kalau pak Rio bukan guru baru, kata Raya kalau pak Rio pernah mengajar disini. " ungkap Ririn. 


"Raya berkata begitu? " tanya Ibu Tiara menatap wajah Ririn.


"Iya, anehkan? " 


"Nggak aneh sih! Apa jangan jangan ada hubungannya dengan hilangnya? " gumam Ibu Tiara sambil bertanya pada dirinya. 


"Hilangnya siapa bu, memangnya ada yang hilang di sekolah ini? " tanya Ririn heran. 

__ADS_1


"Mm, nggak kok nggak ada yang hilang, kamu lebih baik temani Raya ya. " wanita itu agak gugup oleh pertanyaan Ririn yang tiba tiba sekali. 


Ibu Tiara langsung meninggalkan Ririn begitu saja, ia sepertinya menghindar. Ririn merasakan itu tapi gadis manis itu hanya mengangguk saja ketika ia disuruh oleh ibu mapel untuk menjaga Raya. 


Bruk! 


Tubuh Ibu Tiara bertabrakan dengan seseorang, saat wanita itu melihat pria dihadannya ia langsung menyangka kalau pria yang ada di hadapannya itu orang yang dibicarakan oleh Ririn dan Raya. Ya ia hapal guru guru di sekolah ini kecuali pria yang ada dihadannya.


"Maaf! Maaf!" 


Wanita itu langsung meminta maaf pada orang yang di hadapannya. 


"Jangan sentuh!" 


Tiba tiba Raya menghampiri ibu Tiara dan pria yang ada dihadapan wanita itu, entah kenapa Raya menyusul ibu Tiara biarpun Ririn berusaha mencegahnya. Ririn masih berada di belakang Raya memang tadi Raya kabur dari ruangan UKS mengejar Raya. 


Ririn menyentuh tangan Raya supaya tidak bicara tapi terlambat gadis itu melihat apa yang hendak pria itu lakukan pada ibu Tiara. Mendengarkan teriakan dari seseorang pria itu hanya diam dan langsung melihat siapa orang yang telah berani melarangnya. 


Keduanya langsung melihat pada suara yang badan di pinggir mereka, wajah pria yang ada di hadapan ibu Tiara terkejut melihat siapa yang bersuara tadi. 


"Raya! Kamu masih hidup? " gumam pria itu lirih. 


Tapi gumaman lirih itu dengan jelas terdengar di telinga ibi Tiara, sampai wanita muda itu menatap wajah pria yang ada dihadapannya. 


"Bu, lebih baik. Kita pergi dari sini, saya merasa kalau pak guru ini nggak baik untuk di dekati, " sinis Raya pada pria itu. 


Raya langsung menarik tangan wanita muda itu membawa ke ruangan UKS dimana Raya tadi  istirahat. Ibu Tiara sangat heran kenapa Raya begitu pada pria tadi, seperti ada sesuatu diantara mereka berdua. Mau tidak mau akhirnya ibu Tiara mengikuti apa yang Raya katakan kerena memang tangannya di tarik oleh gadis 14 tahun itu. 


"Ray, ibu Tiara mau diapakan? " tanya Ririn sambil mengkuti keduanya. 

__ADS_1


Tapi gadis yang diajak bicara itu hanya diam saja tidak menyaut apa yang ditanyakan oleh Ririn. 


"Raya kamu kenapa kok menarik tangan ibu?" tanya ibu Tiara, berusaha melepaskan tangannya yang digenggam oleh Raya.*


__ADS_2