MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 12


__ADS_3

Melihat keadaan Raya seperti itu ibu Widya langsung melirik wajah Mutiara yang ada di sisi kanannya, sejak tadi ia menahan perasaan kesal pada kedua anak yang ada dihadapannya beberapa kali di telpon tapi keduanya tidak mengangkatnya. Dan sekarang kedua anak itu ada disana bertiga dengan Raya yang pingsan. 


Ibu Widya merinding saat melihat Handi, ia yang awalnya ingin memeluk Raya yang dipangku Handi malah mundur beberapa langkah, wanita itu seperti melihat hantu. Tapi saat itu ibu Widya lirik Mutiara dan mendekati wanita muda itu. Tanpa memperdulikan Handi yang ada di tempat itu, pria muda merasa heran melihat apa yang dilakukan tantenya. 


"Tiara! Kamu itu kemana saja di telpon nggak pernah diangkat! " teriak Ibu widya sambil matanya melotot ke arah Mutiara. 


Wanita itu mendorong tubuh Mutiara dengan spontan sampai tubuh gadis itu tergeser berhadapan dengan dirinya. 


"Tante telpon aku? " tanya Mutiara kaget. 


Ya sejak kemarin ia tidak pegang hpnya, ia lupa melepaskan di sambungan charger nya. Sampai ia tidak tahu kalau tante telpon dirinya, jadi wajar kalau Mutiara melonggo mendengar apa yang tantenya katakan, mendengar apa yang diucapkan oleh Mutiara ibu Widya meradang. 


Plak! 


Tamparan tangan ibu Widya langsung menghantam pipi Mutiara, sejak tadi ia merasa salah kerena gadis itu tidak pernah memperdulikan panggilannya. 


"Tante! Apa apaan sih! Kami sudah kesini, tapi tante seperti ini! " Teriak Handi yang tidak suka atas perilaku tantenya. 


"Tapi terlambat! Kalau saja kalian datang dari sore mungkin Raya nggak bakal mengalami seperti ini! " Teriak ibu Widya garang. 


"Terlambat? Maksudnya terlambat kerena apa sih tante? " tanya Handi heran ia masih belum mengerti arah bicara tantenya itu. 


Pria itu melotot ke arah tantenya kerena telah lancang memukul pipi adiknya. Mungkin kalau ia tidak memangku tubuh Raya, Handi sudah menarik tangan adiknya untuk pergi dari ruangan itu! Tapi itu tidak ia lakukan kerena Handi juga melihat kondisi yang dialami oleh Raya. 

__ADS_1


Belum sempat ibu Widya bicara pada Handi tiba tiba Mutiara langsung menerjang tubuh ibu Widya dengan cepatnya. Sampai kedua tubuh itu terjungkal, untungnya Raya di tidurkan kembali ke tempat aman yang tidak jauh dari rak buku. 


"Kamu apa apaan sih! " teriak ibu Widya mendorong tubuh Mutiara yang menindihnya, wanita itu tidak tahu apa yang dilakukan Mutiara hanya ingin menyelamatkan wanita itu. 


Ibu Widya tidak melihat apa yang dilihat oleh Mutiara, jadi pas Mutiara mendorong tubuh ibu Widya, wanita itu sedikit marah pada Mutiara sambil menjatuhkan tubuh kerena ada satu sosok tubuh yang akan menyerang ibu Widya sampai mata Mutiara melotot dan langsung menerjang tubuh wanita itu! 


Mutiara sampai menutup mulut ibu Widya supaya diam, tapi tubuh Handi yang akan menidurkan Raya ke tempat aman malah terpelanting beberapa meter dari tempat ia berdiri sampai rak buku di ruangan itu ambruk seketika juga. Handi terkejutnya sekali kerena ia melihat apa yang dilihat oleh Mutiara. Ia terlambat menghindar akibatnya sosok hitam itu menerjang tubuh Handi dan Raya. 


Aaaa! 


Spontan Handi menjerit sekuat tenaga saat tubuhnya tertindih oleh rak buku serta buku buku yang berjatuhan mengenai tubuhnya dan Raya. Tubuhnya dengan meras menerjang rak buku kayu yang berdiri di belakangnya sampai semua buku jatuh ke lantai. Mutiara yang masih berusaha bertahan di atas tubuh ibu Widya hanya bisa diam saja, tapi wanita itu langsung bergerak melepaskan diri dari tindihan tubuh Mutiara. 


Aaaaa


Mutiara yang mau bangkit langsung terjengkang kembali, tubuhnya terbentur lantai. Belum puaz. Tubuhnya juga teebwntur ke tembok sampai kepala ia ada bwbrapa butung yang terbang bserta kupu kupu mengelilingi kepalanya. Sakit. Sebelum jatuh Mutiara sebenarnya sekilas melihat ada tubuh yang terpotong melayang dengan bebasnya, mengelilingi tubuh tantenya. Sampai sang tante yang bangkit kaget dan berteriak dan menjatuhkan tubuhnya seketika juga tubuh ibu Widya menabrak tubuh Mutiara. Tapi saat ia ingin berdiri malah tubuhnya terjengkang kembali. Dengan kasar Mutiara langsung menggulingkan tubuh ibu Widya yang menindih nya ke tempat lainnya. Sampai wanita itu menjerit kesakitan kerena pugung nya terbentur rak buku. 


Ibu Widya benar benar sock sekali melihat itu semuanya, ia langsung berdiri kembali untuk melihat apa yang ia lihat itu ya biarpun seluruh tubuhnya sakit semuanya. Tapi Mutiara tidak memperdulikan apa yang dilakukan tantenya, ia malah bangkit dan tanpa memperdulikan ibu Widya sama sekali. 


Ia langsung menghampiri rak buku yang terjatuh. Mutiara berusaha mengangkat rak buku tapi nihil ia tidak bisa mengangkat rak buku. 


"Biar biar ia mati menyusul Ani! " teriak seseorang. 


"Kau siapa?"

__ADS_1


Mutiara yang ingin menolong kakak dan adiknya langsung menghentikan aktivitasnya ia melihat sesosok yang tiba tiba datang ke hadapannya, seorang kera dengan wajah sangar dan marah menatap Mutiara . 


"Jangan kak, tolong Raya. Ia jadi saksi kematian aku nantinya jangan sampai Raya menknggal!" Teriak Ani yang tiba tiba datang sambil menerjang mahluk itu. 


Tapi mahluk itu dengan cepat langsung menghindar dan menjauh dari Ani. Akhirnya Mutiara berusaha membereskan rak buku yang masih ada di dalamnya semuanya di turunkan semuanya. 


"Ani!" panggil Raya lirih. 


Sedangkan ibu widya yang masih di dalam ruangan itu hanya melongo saja melihat adegan Mutiara yang menyingkirkan semua buku buku dari rak nya, Atas inisiatif sendiri wanita itu akhirnya membantu Mutiara tapi aneh tiba tiba satu sosok hitam datang dan memukul tubuh ibu Widya. 


"Tante!" teriak Ririn yang tiba tiba muncul. 


Dengan cepat ia langsung memburu tubuh ibu Widya! Sosok hitam yang akan menyerang ibu Widya langsung melihat kearah Ririn, dengan secepat kilat ia hampir saja menerkam Ririn tapi Mutiara dengan cekatan melempar beberapa buku. 


Blar! 


Suara guruh tiba tiba muncul dengan kerasnya. Sosok itu langsung memandang wajah Mutiara, ia begitu geramnya saat tahu kalau Mutiara yang melemparkan buku ke arahnya. 


"Hentikan semuanya? " teriak Raya yang tidak tiba sudah siuman dari pingsannya. 


"Semuanya terlibat pembunuhan Ani! Aku dan Ani salah apa sama kalian? Sampai kalian membunuh Ani! " teriak Raya keras. 


Entah apa yang Raya katakan pada sosok itu, atau ada hal lain yang jadi penyebab Ani meninggal di ruangan perpustakaan. Ibu Widya, Ibu Widya dan Mutiara terkesiap mendengar teriakan Raya yang melengking seperti memecah keheningan malam.  

__ADS_1


"Semuanya? " tanya Mutiara heran sambil menatap wajah Raya bigung.*


__ADS_2