MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 23


__ADS_3

Malam itu!


Dengan jelas Raya melihat kalau pak Rio meraung mendengar pengakuan dari laki laki tua itu! Kalau Marni dibunuh oleh siluman kera yang berwujud manusia yang menyeramkan. Awalnya Rio tidak begitu percaya dengan apa yang didengar oleh telinganya tapi setelah mbah Banda menunjukan mayat Marni yang berserakan Rio hanya bisa mematung dan ambruk saat melihat keadaan Marni yang tubuhnya terbagi bagi menjadi beberapa bagian yang sangat mengerikan.


Bagian perutnya tempat dimana bayi di kandung harus bolong melompong, biji matanya hilang dua duanya dan kedua pauydarnya juga tidak ada ditempat, tangan Marni terputus begitu saja. Raya yang mengikuti di belakang hanya merinding melihat semuanya. Ada rasa penasaran yang ada dihatinya melihat semuanya ya biarpun ia melihat dari kejauhan.


Malam semakin larut, suara binatang terdengar nyaring sekali, apalagi anjing gonggongan nya menakutkan. Tapi tidak membuat Raya bergeming, sama sekali. Ia hanya bisa mengeram saat mendengar cerita kalau bayi Marni di makan oleh siluman Kera, kerena ia melihat sendiri dengan sangat jelas bukan siluman kera yang memakan tubuh bayi itu! Tapi laki laki yang di hadapannya pak Rio.


"Siluman kera jangan jangan? " tanya Raya dalam hati tiba tiba hatinya menjadi ciut seketika juga saat mendengar siluman kera.


Ya Ani juga pada malam itu meninggal kerena siluman kera. Belum sempat Raya berpikir jauh tiba tiba ada tangan yang membekam mulutnya, ia berontak tapi tidak bisa kerena seperti ada kekuatan yang maha besar yang mengelilingi tubuh orang itu. Setelah berapa saat setelah tubuh Raya jauh dari pak Rio dan pria tua itu, orang yang membekam mulut Raya melepaskannya. Raya yang merasa heran langsung membalikan badannya ke belang dan.


Blar!


"Nenek!" Raya berteriak histeris saat melihat nenek yang menemui Mutiara tiba tiba berada di hadapannya.


"Kamu masih ingat sama nenek Raya? " tanya nenek itu sambil menatap wajah gadis yang ada di hadapannya.


"Iya Raya ingat nek, tapi kenapa nenek malam malam begini ada disini? Sebenarnya nenek itu siapa?" kejar Raya heran.

__ADS_1


Si nenek bukannya menjawab pertanyaan dari Raya tapi ia hanya tersenyum, senyumnya mengerikan sekali. Tapi Raya tidak peduli sama sekali pada nenek yang ada di hadapannya, gadis itu hanya bisa menghela nafas waktu ingat pertemuan ia dan nenek itu!


"Apa yang membawa kamu ke tempat ini? " tanya nenek bertanya pada Raya.


"Aku hanya ingin tau tentang Ani!? Benarkan Ani meninggal oleh siluman kera, tujuan mereka apa membunuh Ani, dan tadi juga aku lihat laki laki itu memakan bayi. " jelas Raya menceritakan apa yang ia ingin ketahui.


"Pulang lah! Malam sudah larut hampir mendekati jam 03.00 kamu seharusnya banyak istirahat bukan seperti ini Raya, hukum Tuhan lah yang akan bertindak. "


Nenek itu bukan menjawab pertanyaan yang dilontarakan oleh nenek tapi ia malah menyuruh Raya pulang, ia hanya melotot mendengarkan apa yang nenek katakan. Raya hanya mengelengkan kepala saat nenek itu menyuruh pulang. Wanita tua itu langsung memengang tangan Raya, gadis itu hanya diam saja saat tangannya di pegang biarpun tangan nenek sedingin air kulkaa.


"Bukan ini yang kami inginkan dari kamu sebagai manusia. Bukan ini yang alami inginkan Raya, kami hanya ingin kami punya ketenangan yang hakiki di dunia kami. "


"Nek, bukan nya mereka yang menganggu kami?" tanya Raya.


"Kami nggak pernah menganggu kalian Raya, kami hanya ingin mencari kehangatan yang ada di manusia saja yaitu lantunan ayat al Qur'an dari mulut manusia. "


"Kamu pulang lah, biar polisi yang mencari tahu semuanya bukan kamu. Jadikan Perpustakan itu menjadi tempat anak anak untuk membaca ya. Jangan sampai perpustakaan ada penghuninya selain manusia, " kata nenek itu.


Raya terkejut saat nenek itu selesai bicara sekali kedip nenek tua telah menghilang tanpa bekas lagi. Tiba tiba bulu kuduk nya meremang seketika juga gengaman tangan nenek masih terasa dingin sekali ditanganya. Raya memutarkan kepala kepala kanan dan kiri ia masih memikirkan apa yang dikatakan nenek tadi tapi apa yang nenek tadi katakan ia tidak mengubris nya.

__ADS_1


Raya berjalan menuju rumah pak Rio sebenarnya rumah pak Rio sangat bagus sekali tapi sangat menakutkan dan tidak ada cahaya seperti rumah orang lain. Penerangnya sangat redup sekali. Ya sekarang lampunya sudah menyala tapi sangat redup, melihat rumah pak Rio malah bukan seperti rumah tapi seperti sekolahan yang tidak pernah ada cahaya lampunya.


Raya celingukan mencari pak Rio di tempat semula tapi pria muda itu seperti sudah masuk ke dalam rumah nya, tanpa di lihat oleh pemilik rumah Raya masuk kedalam rumah itu! penerangan yang redup membuat Raya dengan leluasa masuk kerena pintu rumah pak Rio tidak tertutup.


Saat ia akan menuju ruangan, tiba tiba mata Raya melihat pak Rio berbicara dengan pria yang beda dengan yang tadi. Raya mengkerungkan wajahnya merasakan heran sekali kerena malam ini yang ia tahu pak Rio telah menarima dua tamu yang berbeda.


Angin malam begitu dingin menyelusup ke dalam tubuh, angin yang tenang tiba tiba bertiup dengan dasyatnya menerbangkan dedauan yang kering. Di sebuah rumah yang gelap dan bobrok tercium bau amis yang berasal dari darah dan daging yang disimpan begitu saja. Seseorang berjalan dengan wajah yang marah dan garang menatap dua orang yang ada dihadapannya, matanya sangat menyala saat menatap pemuda usia 25 tahun sedangkan satunya pria telah berumur ya kira kira berumur 49 tahunan. 


"Kalian satu perguruan saling menyakiti satu sama lainnya! Kenapa harus terjadi? " teriak pria yang berdiri dihadapaan keduanya. 


Suaranya bergetar manahan marah. Keduanya pria yang berbeda umur hanya saling tatap satu da lainnya, pria yang berdiri benar benar marah dan geram sekali saat menatap wajah pria muda itu! Ia marah bukan kerena sebab lain. Memang ia marah ada alasan  yang kuat yang harus ia pertahankan. 


"Ketua saya salah! Saya nggak tahu kalau ia anaknya kakak, " ujar pria muda itu. 


"Tiap apa yang saya katakan jangan percaya sama orang yang kamub anggap baik. Itu belum tentu menguntungkan kamu! "


"Mbah Karun apa yang harus aku lakukan sekarang? " tanya Rio.


"Perbaiki apa yang kamu lakukan! Aku sangat kecewa sama kamu, Ani adalah anak Haryono seharusnya kamu jangan bunuh dia tapi bunuh laki laki tua itu! " gelar mbah Karun.*

__ADS_1


__ADS_2