
Raya yang ada di kelas terkejut kerena tiba tiba tangannya di tarik oleh ibu Mutiara, ia hendak menepiskan tangan gurunya tapi ibu Mutiara genggaman tangannya terlalu kuat sekali sampai gadis abg itu tidak bisa melepaskan tangannya. Terpaksa ia mengikuti jalan ibu Mutiara dari pada ia jatuh. Beberapa kali gadis abg itu bertanya tapi wanita yang di panggil ibu oleh Raya hanya diam saja. Raya merasa heran tiba tiba ibu Mutiara hanya diam saja saat ditanya olehnya.
Ibu Mutiara bukannya menjawab malah terus menarik tangan Raya sampai ke perpustakaan bawah, disana sudah banyak orang yang berkerumun. Hati Raya terlihat ciut seketika juga kerena kemarin malam ia melihat laki laki tua yang memakan bayi. Tiba tiba bulu kuduk nya merinding seketika ya biarpun itu tengah hari biarpun belum masuk waktu dzuhur.
Raya akhirnya melepaskan tangan ibu Mutiara, gadis abg itu langsung berhambur ke ruangan perpustakaan tiba tiba matanya melotot lebar, mulutnya mengangga, ia bergidik ketakutan saat melihat dengan. mata sendiri. Bau darah menyeruak seketika masuk ke dalam hidung, daging merah penuh dengan darah berceceran seperti di potong kecil kecil dengan sengaja oleh orang.
Semua orang shock melihatnya. Ya hari ini heboh penjaga sekolah menemukan potongan daging yang begitu banyak sekali, potongan tubuh manusia seperti di sengaja dimutilasi dengan sadisnya. Tapi tangan dan kaki entah kemana dan yang terkejutnya ada juga ari ari yang tergeletak disana telah dikerumuni lalat lalat hijau yang memakan daging.
Raya tercekat seketika saat ia melihat potongan tubuh itu! Tapi hatinya nyakin. kalau ada orang yang memindahkan ini semuanya, hatinya langsung menduga kalau laki laki yang telah memakan bayi itu pelakunya. Bukan hanya Raya yang terkejut saat melihat semuanya. Pak Rio juga yang ada di sana hanya terpaku melihat semuanya.
Tiba tiba tubuh pria muda itu langsung ambruk dan meraung seketika juga. sambil memegang potongan kain yang ada di sekelilingnya. Hati pria itu hancur seketika melihat semuanya, apalagi ari ari itu sudah tercecer begitu saja seperti ada orang yang memporak porandakan semuanya. Ruangan yang biasanya sunyi sekarang ramai, banyak. orang yang tidak menduga atas pemandangan yang ada di ruangan itu.
Sedangkan Mutiara hanya diam saja melihat kejadian itu ia hanya melirik Raya, sedangkan Raya hanya diam saja saat ini gurunya melihat dirinya. Ibu Mutiara yang di dekat Raya langsung mengajak Raya menjauh dari kerumunan, Raya pun mengikuti ibu Mutiara yang menarik tangannya tanpa ada pembicaraan sama sekali diantara mereka selama di perjalanan menuju ruang satunya.
"Apa ada yang aneh dengan kejadian tadi, seingat ibu di ruangan dibawah nggak ada kejadian apapun kan? " tanya ibi Mutiara menatap wajah Raya.
"Kenapa ibu tanya ke Raya? " tanya Raya cepat.
"Ibu tanya kamu kerena kamu tadi malam penghilang, kamu kemana? Apa ada hubungan dengan kejadian tadi dengan hilangnya kamu? " kejar ibu Mutiara penasaran.
__ADS_1
Ya tidak penasaran bagaimana ia dan Raya yang datang berdua tapi pas pulang malah masing masing, Mutiara curiga ada sesuatu yang disembunyikan gadis abg yang ada dihadapannya. Raya mendengar kejujuran dari ibu Mutiara hanya bisa menelan salivanya, ia memikirkan apa ia harus jujur atau tidak dengan kejadian yang ia temui tadi malam. Raya menarik nafas dalam dalam lalu dihembuskan dengan lembutnya.
"Ibu nggak akan percaya sih kalau Raya menceritakan apa yang Raya lihat. " kata gadis itu sambil menatap wajah Mutiara tajam.
"Maksudmu? " tanya Ibu Mutiara.
Suara adzan dzuhur terdengar dengan jelas di sebuah mushola yang tidak jauh dari sekolahan, suara adzan itu menyadarkan mereka yang pernah lalai pada kewajiban yang sebenarnya untuk beribadah pada Allah melalui sholat 5 waktu yang sering ditinggalkan begitu saja tanpa rasa dosa sedikitpun.
Selesai suara adzan berkumandang akhirnya Raya memilih menceritakan apa yang terjadi pada dua malam kemarin. Ibu Mutiara kaget saat mendengarkan apa yang diceritakan oleh Raya pada dirinya, ia sama sekali tidak menduga kalau malam itu Raya menemukan peristiwa yang mengerikan sekali melihat orang pemakan bayi yang baru dilahirkan, dan yang lebih terkejutnya Mutiara kalau peristiwa itu menimpah pak Rio. Akhirnya ia mengerti sekarang, kenapa sampai pak Rio harus meraung seketika melihat ceceran darah dan daging yang di potong kecil kecil di hadapannya.
Raya juga melanjutkan kalau semuanya ada hubungan dengan ayahnya, kerena Raya mendengar kalau semuanya ada kaitan dengan apa yang terjadi dengan Ani.
Mutiara terkejut sekali, ia dengan jelas kemarin om Haryono sampai membuat wajah pak Rio babak belur seketika. Mutiara menatap Raya ingin penjelasan yang jelas dari Raya.
"Aku yakin kalau mereka sengkongkol tapi aku juga nggak tau maksudnya sih! " Raya tidak bisa memutuskan.
"Aku hanya mendengar kalau ayah dan pak Rio satu perguruan itu yang aku nggak tahu sih! Maksudnya apa satu perguruan? " tanya Raya heran.
"Kata siapa?" tanya Mutiara.
__ADS_1
"Malam itu pak Rio ketemu laki laki yang dipanggil mbak Karun, aku. mendengar sendiri dari mbah karun kalau Pak Rio dan ayah satu perguruan? " jelas Raya.
"Tapi sebelumnya pak Rio juga di datangi laki laki tua yang memakan daging bayi yang baru lahir," umar Raya.
"Jadi kamu melihat pak Rio ditemui dua laki laki laki? "
Raya mengangguk. Akhirnya Raya menceritakan secara detail setelah berpisah dengan ibu Mutiara, wanita muda itu hanya mengangguk anggukan kepalanya saat mendengarkan cerita Raya yang sebenarnya.
"Jadi malam itu kamu bertemu dengan nenek itu! " tanya Ibu Mutiara sedikit kaget.
"Nenek itu menyuruh Raya untuk membantu mereka dengan menghangatkan mereka dengan ayat suci Al-Quran?"
"Maksudnya apa ya? Katanya setan takut sama ayat suci Al-Quran tapin sekarang aku baru dengar setannya mau kita membaca ayat suci Al-Quran?" lanjut Raya yang terlihat belum mengerti sama sekali dengan kata kata nenek.
Sebenarnya Raya ingin bertanya ketika pagi kepada ibu Mutiara tapi saat ia melihat ibu Mutiara yang begitu sibuk maka niat itu ia urungkan saja, tapi kali ini gadis itu tidak bisa menahan lagi. Mutiara hanya bisa menarik nafas panjang saja mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raya.
"Ray, kita nggak akan bisa mengungkapkan semuanya, kita minta bantuan pak Handi dan Ririn saja yuk! " ajak Ibu Mutiara.
Raya mengangguk setuju. Ia berpikir apa yang dipikirkan ibu Mutiara, akhirnya keduanya langsung mencari Ririn dan Handi di tempat tadi untuk ceritakan semuanya yang pernah mereka alami. Dan ini juga akan menyeret ayah ya Raya.
__ADS_1