MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 15


__ADS_3

Brak! 


Pria muda itu menendang pintu perpustakakan dengan emosi yang membludak. Jiwanya benar benar terguncang hebat, saat mendengar pengakuan laki laki yang telah mendatangi dirinya di sekolah. 


Haryono! 


Ya Haryono yang mendatangi dirinya tadi pagi, yang mengabarkan kalau Ani anak dirinya. Pria itu benar benar syok seketika kalau Ani adalah anak Haryono. Ia hanya mengenal Raya sebagai anak dari Haryono, ia tidak menyangka sama sekali. Sebenarnya kalau dilihat memang mereka mirip sejati kerena mereka berdua kembar identik 


"Hahaha " 


Tawa seseorang mengagetkan pria itu. Pria muda langsung melihat siapa orang yang menghampirinya, tapi saat matanya melihat orang yang ada dihadapannya, ia benar benar terkejut. Di hadapannya berdiri seorang gadis dengan wajah berlumuran darah, mata satunya entah kemana, tangan satunya terputus, serta perutnya bolong melompong. Tidak ada isinya sama sekali. 


Aaaa! 


Teriak ketakutan pria itu dengan histeris nya, pria itu akan berlari untuk melemahkan dirinya dari mahluk itu tapi saat ia akan berlari malah kakinya menyentuh kaki satunya. Otomatis pria itu tersungkur jatuh menimpah kursi dan meja. 


"Pak Rio, kenapa kau lakukan itu padaku. Apa dosa yang aku lakukan pada bapak sampai bapak melakukan ini padaku? " tanya gadis itu menghampiri nya. 


"Jangan jangan! Ka-kamu siapa? Pergi!" teriak pria itu yang thdak lain adalah pak Rio.


"Pak, bapak lupa apa yang bapak lakukan sama aku. Setahun yang lalu aku meminta bapak menghentikan tingkah bejat bapak tapi bapak tidak peduli! Dan sekarang! " 


Kata gadis itu sambil berkata lembut. Rio tidak bisa berbuat apa apa, saat gadis itu menghampirinya ia berusaha menghindari dari mahluk yang mengerikan di hadapannya. 


Pria itu benar benar ketakutan saat wajah gadis yang hancur didekat ke wajahnya. 


"Jangan jangan! Maafkan aku maafkan aku! " Rio berusaha menghindar dari gadis itu. 


"Mas, mas bangun kenapa teriak teriak! Mas, apa yang terjadi! " teriak sang istri berusaha membangunkan tidur suaminya.


Wanita itu terbangun saat suaminya malah teriak teriak ketakutan, sambil tangannya ke atas sambil menutupi wajahnya sambil berteriak dan kakinya berlari kesan kemari. 

__ADS_1


melihat itu istri Rio langsung membangunkan suaminya, rio yang mendapati tubuhnya di guncang sangat keras langsung terbangun dan nafasnya terengah teranggah. 


Rio terkejut saat mendengar suara istrinya berada di samping sambil memanggil namanya, ia langsung terbangun dan duduk sambil menatap istrinya dengan tajam dan ia menghela nafas panjang saat tahu itu hanya mimpi saja. 


"Mas kamu bermimpi apa? " tanya istrinya. 


"Serem! " ujarnya. 


"Serem? Iya mimpi apa?" 


"Sudah lebih baik kita tidur lagi! " ajak pria itu sambil merebahkan badannya ke kasur. Prianitu malas membahas mimpinya apalagi kalau mimpi itu ada hubungan dengan peristiwa yang pernah terjadi dengan masa lalunya. 


"Ayo cerita dong! " rengek istrinya. 


"Marni kamu bisa diam nggak sih! Lebih baik kita tidur lagi! " teriak Rio agak terganggu. 


Marni hanya manyun mendengar teriakan suaminya yang keras, akhirnya ia tidak bertanya lagi pada suaminya tentang mimpi itu. Ia juga membaringkan tubuhnya untuk tidur kembali. Tapi wanita itu tidak bisa memejamkan matanya dan wanita itu melirik suaminya yang sedang memejamkan matanya, wanita itu hanya menghela nafas kesal. Sedangkan Rio sebenarnya belum tidur ia hanya memejamkan matanya, masih ingat mimpinya yang membuat ia merinding. Untung hanya mimpi, kalau benar ia bakalan mati sambil berdiri saking takutnya. 


Pukul 23.00 Rio berjingkrak dari ranjang turun menuju lemari dan ia mengunakan baju yang lain dari biasanya dan mengunakan ikat kepala juga, tidak lupa membawa arit yang tajam. Marni yang terbangun terheran heran melihat suaminya berpakaian  seperti itu, wanita itu juga beranjak dari tempat tidur menghampiri suami. 


"Mas, malam malam mau kemana? " tanya Marni ketika melihat sangat suami mengunakan pakaian hitam serta ikat kepalanya. 


Marni menatap heran baru kali ini ia melihat suaminya mengunakan pakaian seperti itu. 


"Kamu jangan tahu urusan laki laki, yang penting kamu jaga diri saja  istri akhirnya terdiam. 


" Tapi mas? suara Marni tertahan. 


"Tapi apa? " 


"Aku takut sendirian, apalagi aku lagi hamil mas. Takut kenapa kenapa. " ujarnya sambil memegang perutnya yang buncit. Mungkin perkiraan lahiran 2 minggu lagi. 

__ADS_1


Rio yang mendengar apa yang dikatakan hanya menghela nafas panjang saja, sambil matanya melirik pada perut istrinya yang besar sekali. 


"Aku nggak lama kok! Kamu jangan berpikir negatif. Kamu pegang pisau saja. " kata Rio menenangkan hati Marni. 


"Lho kok harus pegang pisau buat apa? " tanya Marni heran. 


"Biar nggak ada apa apa Mar, coba jangan bantah suamimu, " tekan Rio menatap tajam Marni. 


Wanita itu tidak membantah apa yang Rio katakan ia hanya mengangguk saja, Rio mencium kening sang istri yang ia sayangi. Marni diam saat keningnya dicium, lalu wanita itu mencium tangan suaminya dengan khidmat nya. 


"Kamu hati hati, kalau ada apa apa telpon mas ya." ujar Rio sambil melambaikan tangan ke istrinya. 


Marni hanya bisa mengangguk saja, sebenarnya ia berat sekali untuk di tinggal apalagi disaat ia sedang hamil besar seperti ini. 


"Mas, jangan lama lama perginya! " kata Marni khawatir. 


"Kamu tenang saja, kamu hati hati dan jangan lepaskan pisau itu dari tangan kamu, ia bakal menyalamatkan kamu dan bayi kita." 


Marni hanya mengangguk apa yang dikatakan suaminya tidak ia bantah. Rio akhirnya pergi pada puk 00.00 meninggal akan Marni yang sedang hamil besar. 


Ia sebenarnya lagi ke sebuah tempat dimana waktu itu ia melakukan perbuatan yang tidak terpuji, melakukan perbuatan bejat dengan gadis dibawah umur, sampai gadis itu meninggal dunia. 


Udara malam hari begitu dinginnya apalagi tadi sore hujan telah turun dengan deras, kini hanya rintik rintuknya saja. Rio kebuka salah satu gerbang yang memang dari dulu tidak pernah di kuncinya sama sekali jadi ia dengan leluasa bisa membuka gerbang itu. Sinar lampu yang termaram membuat bulu roman merinding. 


Suara lolongan anjing terdengar sangat mencekam sekali, angin seperti nya diam ketika mendengar lolongan ajing. Rio berjalan dengan hatinya was takut ada yang melihat nya tapi ia berusaha menyakinkan diri kalau tidak ada orang yang melihat kedatangan dirinya ke sebuah gedung intansi yang berada di sebuah kecamatan. Rio langsung menuju sebuah ruangan yang paling ujung, ruangan yang begitu gelap sekali, ia masuk begitu saja ke dalam dengan hati hati, hatinya sebenarnya ketar ketir kerena takut ada orang yang melihat. Kalau ada orang yang melihat ia bisa brabe, sampai di ruangan itu Rio mencari tempat duduk di pojokan yang tersembunyi. 


"Ada apa duk? " tanya laki laki usia 80 tahun yang tiba tiba datang setelah Rio duduk di tempat itu  


"Ah! Mbah kalau datang jangan sampai mengejutkan sih! " protesnya. 


"Maafkan mbah kalau mengejutkan kamu duk! Apa yang terjadi pada kamu sampai kamu malam malam seperti ini datang ke sini? " 

__ADS_1


"Mbah, kita salah. Seharusnya aku nggak bunuh anak itu! " ujar Rio bergetar. *


__ADS_2