
"Apa? "
Tanya Raya kaget atas apa yang ibu Mutiara katakan tentang Rio, gadis abg itu bergidik saat wanita 25 tahun menceritakan apa yang terjadi pada rekan kerjanya di sekolah. Raya benar benar tidak bakal menyangka kalau pak Rio melakukan itu hanya ingin di pandang oleh orang, ia hanya istighfar beberapa kali. Sedangkan lbu Mutiara menceritakan apa yang ia tahu tentang gurunya itu.
Menurut ibu Mutiara kalau pak Rio menganut aliran hantu kera hanya untuk memperlancar proses keenomian dirinya. Wanita itu baru tahu kalau pak Rio yang meminta pesugihan, sedangkan Raya tidak bergeming sama sekali mendengar penuturan gurunya tentang pesugihan yang dilakukan oleh pak Rio. Kalau dilihat sekilas memang pak Rio sekarang lebih terlihat berbeda dengan pak Rio yang dulu. Raya hanya bisa menggelengkan kepala saja mendengarkan apa yang di ceritakan ibi Mutiara tentang ritual yang harus dilakukan oleh pak Rio pada malam kliwon.
"Ibu tau dari mana?" tanya Raya.
"Ibu hanya mendengar tapi benar tidaknya ibu juga tahu sih! "
"Bagaimana kalau kita selidiki dulu? " ajak Raya sambil bertanya pada ibu gurunya.
"Ibu siap saja, kapan? Waktunya kita harus tahu waktu dan harinya biar enak. "
Mutiara tidak menyembunyikan ceritanya dari Raya kerena ia hanya ingin kalau Raya tahu apa yang dilakukan pak Rio pada malam ldks yang terjadi waktu malam kematian Ani. Raya mulai bisa menerima kematian Ani, tapi ia tidak iklas kalau orang yang bertangung jawab harus berkeliaran di sekolah ini!
"Trus apa yang kita harus lakukan? " tanya Mutiara.
"Aku ingin menyelidiki dulu bu, itu lebih baik daripada kita bergerak sendiri. " kata Raya yang masih menyebut ibu pada Mutiara.
Tapi gadis itu mulai mengerti kenapa Mutiara harus mengajar di sekolah dimana ia belajar. Dengan kedatangan Mutiara sebenarnya membuat Raya senang sekali kerena ia bisa menceritakan apa yang terjadi pada Ani, ya biarpun sebagian guru juga simpatik tapi tidak seperti Mutiara yang selalu membantunya.
__ADS_1
"Oke! Ibu ikut kata kamu saja, " ujar Mutiara tersenyum.
"Apa kita berdua saja untuk menyelidiki tentang Ani? " tanya Mutiara lagi.
"Lebih baik berdua mungkin dengan Ani juga sih!"
"Ya itu nggak apa apa kok sama siapa saja juga yang penting kita harus mengungkapkan semuanya supaya cepat selesai kasus ini." kata Mutiara.
Raya hanya mengangguk saja. Ia tidak menyangka kalau apa yang di ceritakan oleh Mutiara sebenarnya memang terjadi pada Rio itu yang tidak diketahui oleh Raya sendiri, jadi waktu Raya mendengar cerita ibu gurunya ia sempat syok sekali tidak syok bagaimana kalau pak Rio penganut ilmu siluman kera. Entah apa yang dikejar oleh pria muda itu, Raya pastinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh gurunya.
Raya hanya bisa menghela nafas panjang, dan ia akan berjanji kalau malam jum'at kliwon bakal mendatangi sekolah dimana ia belajar bersama ibu Mutiara berdua saja, kerena raya tahu kalau banyakan pasti tidak bakal kondusif apa yang ia cari jadi daripada banyak acara ia bakalan pergi berdua dengan ibu Mutiara saja.
👻
Malam itu! Cuacanya benar benar cerah sekali dewi malam begitu jernih menemani dirinya menuju sebuah tempat kerena lokasinya tidak bisa dilalaui oleh roda dua akhirnya ia memutuskan jalan kaki menuju tempat mbah Karun. Jalan yang dilalaui begitu susah sekai kerena harus naik perbukitan yang curam ditambah lagi jalannya terjal.
Untung cuacanya musim kemarau, kalau musim hujan bisa berabe jalannya yang dilalui nya penuh dengan hambatan. Hanya butuh beberapa menit ia telah sampai di sebuah hutan yang gelap gulita, disana ia tidak bisa melihat jalan sama sekali. Suara anjing mengonggong bersautan ditambah lagi suara angin yang menakutkan dirinya. Tapi ia berusaha untuk tidak takut, ia masih ingat apa yang dikatakan mbah tadi.
"Jangan sekali kali kamu balik lagi, kerena kalau kamu balik lagi akibatnya akan fatal sekali. "
Rio hanya bisa mengangguk saja, sebenarnya hati Rio was was sekali melewati hutan yang menakutkan itu! Tidak menakutkan bagaimana hutan itu tidak pernah terjamah oleh semua orang kecuali orang seperti dirinya.
__ADS_1
Rio mengikuti perintah si mbah, sebenarnya Rio tidak tahu apa yang mbah inginkan dari dirinya, sampai menyuruh Rio pergi itu bukan kepentingan Rio sendirinya kepentingan dari si mbah itu! Si mbah melakukan itu supaya ia dapat membuat istrinya Rio menjadi miliknya! Apalagi sekarang Marni hamil dan sebentar lagi akan melahirkan jadi si mbah hanya ingin bayi itu jadi miliknya dengan alasan kesalah Rio membunuh Ani!
Hahahaha
Tawa si mbah itu nyaring dan ia bakal melakukan apa yang semestinya dilakukan oleh dirinya, tanpa harus beradu otot dengan Rio. Si mbah menyuruh Rio ke mbah Karun juga supaya ia dan pengikutnya bisa mengambil bayi dalam kandungan Ani.
Ketika Rio pergi malam itu Marni di datangi oleh nenek dan ingin mengambil kandungannya tapi wanita hamil itu berusaha untuk melindungi kandungan nya dari si nenek ya biarpun ia harus mengalami kesakitan dulu, dan beruntung ada mbok Minah yang menemani Marni.
"Mbok!" rintih Marni sambil mengusap bawah perutnya yang begitu keras sekali.
Aaaaa
Teriak Marni saat perutnya kram dan sakit sekali. Mendengar teriakan Marni. Mbok Minah yang barada di dapur langsung menghampiri Marni yang sedang meringis kesakitan.
"Perutmu sakit nduk? " tanya mbok Minah sambil memegang perut Marni yang keras dan kram.
Marni hanya mengangguk saja, ia menggigit bibir bagian bawahnya dengan kuat. Mbok Minah langsung menyingkapkan kain yang berada di atas perut Marni melihat ke bawah alat kelamin Marni yang mengeluarkan caiaran ketubannya, wanita itu langsung memberikan aba aba untuk membantu Marni lahiran.
"Dorong! " mbok Minah memberikan aba aba.
Ia melihat ada kepala bayi yang akan keluar. Wanita setengah baya itu memberikan aba aba supaya Marni mengejan dengan kuat sekali, tapi sebelum itu tiba tiba pintu depan diketuk oleh seseorang!
__ADS_1
"Berikan bayi itu pada saya! Kalau suami kamu ingin selamat! " teriaknya.*