
Siang itu!
Pak Haryono datang ke sekolahan Raya hanya ingin bertemu dengan pak Rio, ia mengenal pria kerena pak Rio pernah mengajar di sekolah Raya satu tahun yang lalu. Dan sekarang pak Haryono tahu kalau pak Rio yang harus mempertangung jawabkan atas kematian Ani, dan ia baru tahu kalau pak Rio kabur dari sekolah itu. Kini pak Rio datang kembali setelah Ani tiada, kedatangan pak Haryono hanya ingin supaya pak Rio mempertangung jawabkan semua kelakuannya pada Ani.
Dengan perasaan yang tidak karuan ia memasuki gerbang sekolah, dan langsung menuju tuang guru kerena pak Haryono nyakin kalau pak Rio ada di dalam. Apa yang diduga benar saja pak Rio sedang dibilang guru, tanpa permisi lagi pak Haryono menarik tubuh pak Rio dan menghajar babak belur diwajah pak Rio!
Bukan itu saja, pak Haryono juga menampar beberapa kali pipi pak Rio. Mungkin saking kerasnya memberikan cap di wajahnya pak Rio, pria itu kewalahan untuk membalas apa yang dilakukan oleh pak Haryono pada dirinya. Dengan tatapan mata yang beringas pria itu juga menarik kerah baju pak Rio dengan kasar dan dibenturkan ke tembok dengan kerasnya.
Semua guru yang ada disana sangat terkejut melihat kedatangan pak Haryono yang tiba tiba sekali tanpa diduga sama sekali. Ibu Mutiara yang melihat pak Haryono memukul beberapa kali langsung menghampiri keduanya. Pak Rio juga sangat terkejut dan tidak menyangka atas kedatangan pak Haryono, ia hanya bisa menahan marah dan kesalahan dihatinya. Tadi ia mengerjakan tugas untuk diberikan pada siswa, tapi kerena pak Haryono datang dengan tiba tiba dan langsung memukul tubuhnya. Maka pak Rio tidak bisa menyelamatkan kertas kertas itu untuk diberikan pada siswa, kerena kertas yang akan diberikan pada siswa tercecer dan berhamburan.
Pak Rio dalam hatinya bakal menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada pria yang tiba tiba datang ke sekolah tanpa permisi lagi, tapi ia hanya bisa menahan diri untuk tidak bertanya apa apa dulu pada pria itu dulu.
"Bedebah kamu Rio, kamu yang bunuh anakku! " teriak pak Haryono berang.
Deg! Pak Rio hatinya langsung berdetak keras sekali mendengar teriakan dari pak Haryono. Ia sama sekali tidak pernah membunuh anak pria yang ada dihadapannya tapi kenapa pria itu menuduhnya? Hati pak Rio bergejolak tidak mengerti sama sekali.
"Apa yang kau bilang! Aku? Siapa yang bilang kalau aku yang membunuh anak mu? Aku juga nggak pernah membunuh atau menyakiti anakmu, tapi kenapa kamu menuduh aku membunuhnya? jangan asal tuduh! " teriak pak Rio gusar.
Ia tidak merasakan kalau membunuh anaknya pak Haryono. Pak Rio tidak tahu kalau Ani adalah anak kedua dari Pak Haryono, pak Rio hanya tahunya kalau Raya adalah anak pria yang ada dihadapannnya.
"Ani! Ani yang kau bunuh! " cerca pak Haryono dengan garangnya.
__ADS_1
Deg! Dua kaki hati pak Rio berdetak saat mendengar apa yang dikatakan oleh pak Haryono, ia sama sekali tidak menyangka kalau malam itu harus membunuh anaknya pak Haryono.
Pak Haryono dengan kalap nya langsung memukul bertubi tubi tubuh pak Rio yang masih mematung, ia sama sekali tidak tahu kalau malam itu korban nya Ani. Kerena tanggung akhirnya pak Rio tidak mau dituduh membunuh Ani, kerena memang tidak ada bukti sama sekali kalau ia yang membunuh Ani.
Sedangkan ia sama sekali tidak tahu Ani itu siapa?
Akhirnya! Pertengkaran tidak bisa dielakan lagi. Keduanya malah adu tojos, sampai para siswa melihat adegan itu semuanya menjerit saat tangan pak Haryono memukul pak Rio begitu pun sebaliknya.
"Pak Rio! Hentikan! " teriak ibu Tiara hendak
melerai pertengkaran pak Rio dan omnya.
Mutiara tidak menyangka kalau kedua pria itu saling pukul dan hantam di depannya, semua guru pria langsung membantu Ibu Mutiara untuk memisahkan keduanya. Bukan hanya ibu Mutiara saja yang ada disana tapi Raya juga ada. Ia menarik baju pak Rio dengan kasar.
Plak!
Raya meringis kesakitan saat sebuah tamparan melayang dan mengenai pipi nya. Pak Rio memandang beringas ke Raya yang ada dihadapannya. Hampir saja pak Rio menerkam tubuh Raya tapi Mutiara dengan secepat kilat langsung mendorong tubuh pak Rio, sampai pria itu memandang wajah Ibu Mutiara dengan sinisnya.
"Pak! Jangan main pukul orang! Bisa di laporkan polisi! " teriak ibu Mutiara.
Wanita itu tidak gentar sama sekali menghadapi pak Rio, tapi kerena disana banyak guru guru salah satu guru menarik tangan Ibu Mutiara supaya tidak bertengkar apalagi di hadapannya banyak murid yang melihatnya.
__ADS_1
Ibu Mutiara langsung pergi ke ruang perpustakaan yang masih baru, dengan perasaan yang tidak karuan sama sekali, ia sebenarnya merasakan kalau pak Rio memang berbeda dengan guru guru lain lebih menyeramkan. Awalnya sih ia tidak mau peduli tapi cerita Raya yang membuat nya langsung mempercayai nya.
Ya ibu Mutiara langsung percaya apa yang Raya katakan pada malam itu! Malam dimana Raya ditemukan pingsan di ruangan perpustakaan yang berada di bawah dekat kelas. Ibu Mutiara mungkin tidak akan percaya kalau tidak mendengar apa yang terjadi pada malam itu! Malam dimana Raya dan Ani yang mengikuti LDKS satu tahun yang lalu, waktu itu memang ia sama sekali tidak tahu apa apa.
"Pak Rio menganut ilmu Hitam yaitu hantu kera, dan ia meminta tumbal seorang gadis yang masih suci untuk diambil darahnya untuk diminum sama oia habis dan dagingnya di santap. " kata Raya waktu menceritakan.
Ibu Widya berteriak histeris saat tahu kalau Rio yang membunuh Ani dimalam itu. Raya masih ingat kejadiannya saat ia di perintahkan untuk membawa beberapa buku yang ada di ruangan guru menuju perpustakaan tengah malam.
👻
Raya langsung mengkerutkan wajahnya ketika ia mendengar apa yang dikatakan oleh Lily.
"Kamu tahu dari siapa? Kamu kenal dimana dengan pak Rio" kejar Raya sambil menatap wajah Lily dengan tajamnya.
Raya sendiri merasa heran kenapa ia harus bertemu dengan Lily kembali setelah cukup lama tidak bersua sama sekali.
"Pak Rio sebenarnya adik dari ayahku, ia yang mengorbankan aku pada hantu kera hitam untuk dijadikan tumbal. " terang Lily.
"Apa jadi kamu meninggal kerena itu?" tanya Raya kaget.
Belum sempat gadis itu menjawab tiba tiba muncul sesosok kera yang besar dihadapan kedua gadia dan menatap ke arah Raya dan Lily.
__ADS_1
"Brengsek kamu Lilly! Kenapa kamu ikut campur saja! "
Raya ketakutan setengah mati ketka matanya melihat kera yang tiba tiba mencengkram baju Lily, dan yang ia anehnya kenapa kera itu muncul di siang hari seharusnya di malam hari?*