
Marni tidak kuat menahan bau yang menyengat di tangan nenek, melihat itu nenek langsung melepaskan tangannya dari mulut Marni, wanita itu langsung berlari menuju belakang dan memuntahkan isi perutnya. Nenek itu menatap ke arah Marni yang nuju wc dan muntah muntah, si nenek langsung mendekati Marni.
Wanita muda itu langsung menghindar dari nenek kerena ia takut di apa apakan oleh wanita tua yang kelihatan ringkih tapi tenaganya kuat sekali.
"Biar nenek bantu! " ujarnya.
"Nggak aku nggak apa apa lebih baik nenek pulang saja! " usir Mafninsambil meninggalkannya nenek.
Marni menuju ruang tengah, nenek mengikutinya dari belakang. Tanpa diduga sama sekali oleh Marni tiba tiba nenek itu langsung menerkam tubuh Marni dengan tangannya. Tubuh Marni di peluknya sampai keduanya terjatuh, sampai wanita muda itu berteriak histeris sekali ketika bagian perutnya terbentur lantai. Dan tubuh nenek juga berada di atas menindih pinggang dan perut Marni.
Ia kesakitan sampai merintih, Marni berusaha untuk mendorong tubuh nenek untuk menjauh dari tubuhnya. Setelah ia mendorong tubuh nenek Marni langsung berdiri biarpun perut dan pinggangnya terasa sakit sekali. Belum sempat Marni berdiri tangan nenek menarik tangannya dengan kasar sekali untung ia tidak tersungkur kerena ia dengan cepat langsung memegang kursi, tapi bagian kirinya terbentur. Marni hanya bisa mengeluh dan merintih kesakitan, tapi si nenek tidak memperdulikan keadaan Marni yang sudah tidak berdaya.
Nenek langsung menarik tubuh Marni dengan kasarmya menuju luar rumah, malam itu sangat mencekam sekali ditambah lolongan anjing yang saling bersahutan satu sama lain, di bibir Marni terdengar rintihan kesakitan. Saat ia berada di luar rumah kerena si nenek menarik tubuhnya ke luar.
"Tolong!"
"Tolong!"
"Tolong!
Anehnya suaranya tidak terdengar oleh warga apalagi wanita tua itu berusaha menarik tangan Marni, wanita yang sedang hamil itu berusaha untuk menarik tangan sambil berusaha jongkok tapi nenek itu malah menarik tangan Marni sampai badannya terbentur dengan keras bagian pinggang. Wanita hamil itu hanya berteriak keras. Tangan kanan yang yang terlepas dari genggaman tangan nenek itu langsung memegang bawah perutnya. Sedangkan tangan kirinya di tarik oleh nenek melewati halaman rumah. Tubuh Marni digusur dan nenek itu hanya tertawa nyaring sekali.
Hahahahaha
Hahahaha
Tawa nenek itu melengking memecahkan keheningan malam seperti berlomba dengan suara ngongongan anjing! Marni benar benar tidak bisa berbuat apa apa, ia percuma berteriak juga tidak ada satupun tetangga yang bangun dan berusaha menolongnya. Entah Marni juga tidak tahu, apa para tetangga takut kalau kalau malam itu adalah malam jumat kliwon!
Badan Marni terasa sakit sekali saat nenek tuanya itu menarik tangannya, entah si nenek membawa dirinya kemana ia pingsan dan ketika sadar ia berada di halaman itu juga ditemukan oleh tetangganya yang akan lewat pasar.
"Kamu sampai tiduran di halaman bagaimana ceritanya? "
Marni hanya menggelengkan kepala saja, ia masih belum bisa menceritakan kejadian ganjil itu, kalau memang mimpi tidak mungkin kerena ia merasa badannya terasa sakit dan perut bagian bawahnya juga kram.
__ADS_1
"Kamu istirahat saja, apa perutmu sakit? " tanya mbok Minah.
"Iya mbok, apa aku akan melahirkan? " tanya Marni sambil mengelus perutnya.
"Tunggu beberapa jam lagi," ujar mbok Minah sambil mengelus perut perut Marni dengan lembut sekali.
Tangan wanita itu merasakan gerakan bayi, itu yang membuat Marni merintih kesakitan.
"Kamu istirahat saja ya, mbok juga nggak akan pulang kok! " kata mbok Minah.
"Terimakasih mbok! " kata Marni tersenyum.
Marni hanya mengangguk saja, hatinya sangat bahagia mendengar apa yang mbok Minah katakan, kerena ia juga masih takut kalau harus melewati malam ini sendirian apalagi kondisi dirinya tidak memungkinkan untuk menyelamatkan diri.
"Mbok, beres beres rumah dulunya. Rumahmu sebenarnya kenapa sampai kaya gudang?" tanya mbok Minah.
Marni hanya menggalengkan kepala saja, ia tidak ingin menceritakan kejadian tadi malam pada wanita di depannya, takut kalau ia cerita nanti mbok Minah tidak mau menemaninya.
"Ya sudah kalau kamu nggak mau cerita dulu, lebih baik kamu istirahat ya, jangan jalan jalan dulu biar badan kamu nggak sakit! "
Marni terkejut saat ia membuka matanya dilihat di pinggir ranjang nenek tadi malam muncul lagi, nenek itu tersenyum mengerikan sekali.
"Nenek! " ujarnya sambil berusaha duduk.
"Mbok! Mbok Minah! " teriak Marni histeris.
"Aduh! " rintihnya sambil memegang perutnya.
Tiba tiba ia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya. Aaaah! Rintihnya. Marni benar benar tidak ingin nenek itu datang ke rumah itu tapi sangat nenek malah diam smbil menatap dirinya saja tidak melakukan apa apa pada Marni.
Mbok Minah yang mendengar teriakan dari Marni langsung mendatangi kamar Marni, ia terkejut melihat Marni berontak. Mbok Minah langsung menghampirinya sambil menepuk pipi Marni. Wanita itu terkejut dan menatap wajah mbok Minah yang duduk di tepi ranjang, mata Marni langsung mencari nenek yang duduk di dekatnya tapi nenek tidak ada sama sekali.
"Kamu kenapa? "
__ADS_1
"Mbok, tadi nenek tadi malam duduk disana, kemana perginya? " tanya Marni terbatas bata.
"Nenek? Dari tadi nggak ada nenek kok! " mbok Minah heran atas pertanyaan dari Marni.
Wanita muda itu langsung diam seketika saat ia mendengar jawaban dari mbok Minah, ia hanya menghela nafas. Mbok Minah langsung menyentuh bahu Marni dengan lembut.
"Kamu cuma mimpi, makanya jangan tidur terlalu lama, ini akibatnya kalau tidur lama. " ujar Mbok Minah.
"Aku mimpi ya? " tanya Minah.
"Iya, kamu terlalu lama tidur. Sekarang sudah mau magrib. "
" Magrib? " tanya Marni bergidik.
"Iya sudah masuk magrib. Mbok nggak bangunkan kamu karena mbok lihat kamu lelap banget tidurnya. " kata mbok Minah.
"Kamu kenapa?" tanya mbok Minah menatap wajah Mirna.
Wanita setengah baya itu seperti merasakan kalau Marni punya sesuatu yang ingin diceritakan, tapi wanita muda itu hanya diam saja.
Brak!
Marni yang tadinya akan berkata terkejut saat mendengar suara pintu yang terdengar seperti ada orang yang memukulnya. Begitu juga dengan mbok Minah wajah keduanya terlihat tegang dan saling tatap satu sama lainnya, Marni yang lagi tiduran bangkit dari tiduran berusaha untuk duduk.
"Mbok, ada apa? " tanya Minah berbisik.
Hati nya sangat berdebar takut kalau kalau ada nenek yang tadi malam datang ke rumahnya kembali, mbok Minah hanya diam saja sambil memeluk tubuh Marni yang mendekat ke pelukan mbok Minah.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Terdengar sebuah ketukan di jendela dekat Marni berada. Keduanya langsung pucat sekali, mendengar ketukan dari luar, awalnya mbok Minah akan membuka jendela tapi Marni menarik tangan wanita setengah baya.*