MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN

MISTERI DI RUANGAN PERPUSTAKAAN
chapter 27


__ADS_3

Brak! 


Brak! 


Tolong! 


Suara gedoran pintu terdengar dengan sangat jelas serta teriakan seseorang yang ada di ruangan perpustakaan. Mutiara ya seorang wanita berambut  lurus sebahu telah di kurung. Wanita muda itu berusaha menggedor pintu sangat keras supaya ada orang yang mendengarkan dari luar, tapi sia sia saja. 


Dari kemarin malam ia berusaha membuat bunyi bunyian supaya ada sorang yang mendengar tapi nihil, dan yang lebih menakutkan lagi ia melihat pemandangan yang tidak lazim. Mutiara melihat mbah Banda melahap beberapa potong daging mentah dengan berlumuran darah hitam ditambah lagi aroma yang bau amis dan membuat isi perut diaduk aduk. Dan yang lebih parah lagi mbah Banda memberikan daging busuk padanya, otomatis ia tidak mau menyentuh daging yang telah membusuk dan darahnya sudah menghitam. 


Tapi mbah Banda malah memaksa dirinya untuk meminum cairan warna merah pekat yang beraroma amis. Ia tidak bisa saat darah itu masuk dalam mulutnya Mutiara langsung memuntahkan darah itu. Dan malam ini ia dipaksa untuk memakan daging manusia yang entah dari mana asalnya. Saat di perhatikan daging itu begitu lembut sekali, seperti potongan daging bayi yang baru lahir! 


"Makan! " teriaknya saat mutiara tidak mau menyentuh sama sekali. Ya biarpun seharian ia tidak makan dan minum tapi kalau memakan daging dan minum darah ia sama sekali menolak, perut keroncongan. Lapar. Tapi ia sama sekali ogah menyentuhnya makanan mentah itu! 


Mbah Banda yang berumur 80 tahun, kulitnya pun sudah keriput tapi tenaganya sangat kuat berusaha memaksa Mutiara untuk melahap daging itu. Mutiara yang tidak kuat langsung berlari hendaklah kabur tapi pintu  itu terkunci. 


Hahahaha


Tawa laki laki tua dengan keras memecahkan keheningan malam yang mulai datang. Tangannya memegang beberapa potong daging dan dimakan begitu saja sampai darah yang masih segar keluar dari mulut mbah Banda. Tapi pria itu malah menyeruput darah yang menetes dari mulutnya mengunakan lidah. Melihat itu, Mutiara benar benar bergidik melihat semuanya,  ia ingin sekali terlepas dari cengkraman mbah Banda tapi nihil. Pintu ruangan  perpustakaan benar benar teekunci. 


Mutiara yang berada di pintu langsung melihat ke belakang melihat apa yang akan dilakukan mbah Banda pada dirinya Mutiara membalikkan  badan untuk menghadap ke pria itu. Tubuh wanita berambut lurus itu gemetar saat pria tua mendekati dirinya sampai tubuh nya tidak bisa bergerak lagi. Ia tidak menyangka kalau malam ini adalah malam yang tidak pernah ia duga sama sekali kerena ia harus berhadapan dengan pria Tua itu.

__ADS_1


Sedangkan  Raya dan pak Handi menuju ruangan perpustakaan kembali. Ya tadi sore mereka ke sekolah, tapi kerena tidak menemukan petunjuk apapun juga mereka akhirnya memutuskan pulang ke rumah masing masing. Dan sekarang pada jam 21.00 mereka berdua kembali lagi ke sekolah untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Mutiara dan Ririn yang menghilang tidak tentu rimbanya sama sekali. 


"Kalian mau apa datang kesini? " tanya pak Rio menggelegar. 


Pak Handi sama Raya langsung membalikan tubuhnya ketika mendengar ada suara di belakangnya. Keduanya sangat terkejutnya sekali kerena ketahuan oleh pak Rio. Raya langsung menatap wajah pak Handi dengan tajamnya. 


"Saya kesini mau mencari ibi Mutiara dan Ririn kerena malam hari mereka hilang di sini!" kata pak Handi memberitahukan tujuannya. 


"Percuma kalian nggak akan menemukan Mutiara dan Ririn di ruangan ini, lebih baik kalian pulang! " ujar pak Rio menatap Handi dan Raya. 


"Nggak aku nggak akan meninggalkan perpustakaan ini, kalian bejat! " teriak Raya melawan pada pak Rio. 


"Terserah! Tapi bapak ingatkan sama kamu Raya, di ruangan ini nggak ada siapa siapa? Kecuali kalau kalian ingin menjadi salah satu tumbal siluman kera! " tegas pak Rio. 


"Pak, apa hubungan bapak dengan mbah yang bernama mbah Banda? " tanya Raya  


Pak Rio yang tidak menduga atas pertanyaan Raya terkejut kerena gadis ikal itu tahu tentang mbah Banda. 


"Seberapa jauh kamu kenal mbah Banda?" tanya sinis pria itu. 


"Ya sudah kalau nggak mau bilang, aku juga nggak akan bilang apa yang terjadi pada malam itu! " tegas Raya tajam. 

__ADS_1


Gadis  itu langsung menarik tangan pak Handi untuk naik ke atas. Tapi  sebelum  Ryan meninggal akan tempat itu pak Rio langsung memegang tangan Raya dengan cepat, sampai Raya tidak bisa menepiskan nya. Akhirnya gadis berambut sebahu itu hanya menatap pak Rio dengan tajamnya. Menunggu apa yang akan ditanyakan oleh gurunya. . 


"Apa yang kamu tahun dengan mbah Banda?" tanya pak Rio. Pria itu sambil melirik pak Handi yang ada di samping Raya. 


Raya tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang baru saja kehilangan istri dan anak di malam yang sama. Raya melirik pak Handi, pria ala Korea itu hanya menganggukkan kepala mengerti apa yang Raya inginkan, akhirnya pak Handi meninggal akan tempat  itu biarpun hatinya was was kerena meninggalkan Raya dengan pak Rio. 


Ya pria itu pernah mendengar kalau pak Rio yang telah membunuh Ani, tapi saat mereka mencari tahu semuanya buntu sama sekali. Malah orang yang dituduhnya sama sekali tidak pernah terlihat aneh dihadapan semua orang. Ia pernah bertanya pada pak Rio tentang pembunuhan tapi pak Rio tidak pernah menanggapinya ucapannya. 


"Apa yang hendak kamu ceritakan? Apa kamu nggak takut?" tanya pak Rio menatap wajah Raya. 


Ya biarpun cahayanya agak temaram tapi wajah Raya masih kelihatan biarpun agak burem juga. Belum juga Raya bicara tiba tiba. 


"Siapa yang di luar! Tolong! " teriak seseorang. 


"Ibu Mutiara!" teriak Raya sambil berlari menuju pintu 


Tapi dengan cepat pak Rio menahan tubuh Raya supaya tidak ke arah pintu. Otomatis gadis itu berontak melepaskan tangan pak Rio yang memeluknya dari belakang, di ruangan itu suara terdengar kembali di iringi oleh gedoran makin  keras. Raya memukul tangan pak Rio supaya dilepaskan tapi tangan pak Rio begitu eratnya memeluk tubuh Raya. 


"Raya buka! 


"Siapa yang diluar bukakan pintu!"

__ADS_1


"Bu, siapa yang melakukan ini sama ibu? " tanya Raya sambil berontak dari dekapaan tubuh pak Rio. Tapi dekapan tubuh pak Rio begitu kuat biarpun Raya berusaha untuk melepaskannya.*


__ADS_2