MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Angel 3


__ADS_3

Dibawah tenda arwah, 4 batang lilin menyala dengan api yang bergoyang tertiup angin, sebuah lampu minyak diletakkan di depan peti kosong, seisi tenda di penuhi asap dan aroma dupa, lilin, dan kertas yang terbakar.


Ini membuatku semakin merinding.


Kakek Buta berkata bahwa tenda arwah adalah tempat paling aman saat ini.


Dia mendesakku untuk cepat membaca buku.


Ini lebih mirip sebuah catatan hidup, penulisnya sangat banyak, ditambah Kakek Buta, sepertinya ada 5 orang, mereka menuliskan semua pengalaman menangkap hantu dalam catatan ini.


Sialan.


Membaca novel hantu di bawah tenda arwah, tindakan terbodoh yang pernah aku lakukan.


Yang lebih bodoh adalah aku membacanya dengan sangat serius.


Waktu berlalu secara perlahan.


Suara ayam berkokok mengagetkanku, saat ini aku baru tersadar dan melihat ke arah langit, secara perlahan mulai terang.


Secara tidak sadar, aku membaca buku itu semalaman.


Dari jauh terdengar suara kaki berjalan mendekat, aku pun langsung menoleh.


Itu adalah Angel.


Angel berdiri di jarak sekitar 5 meter dari tenda arwah sambil berkata "Ryung, untuk apa kamu berdiam di dalam tenda arwah, cepat keluar."

__ADS_1


Angel melangkah ke depan dan tepat menginjak abu bekas bakaran kertas, dengan segera kembali mundur.


Dia terus mendesak "Kamu cepat keluar."


Aku berdiri dan langsung berjalan ke arahnya.


Tiba-tiba, tanganku ditarik oleh seseorang, aku pun terkejut, ternyata itu Kakek Buta yang tidur di sebelahku, dia berkata dengan nada yang rendah "Jangan keluar."


Aku berkata "Tidak apa-apa, ayam jantan sudah berkokok."


Kakek Buta berkata "Meskipun ayam jantan sudah berkokok, tetapi matahari belum sepenuhnya keluar."


Angel melihat sekilas ke arah langit, terlihat sedikit cahaya terang di ujung langit yang gelap, ekspresi wajahnya sedikit berubah dan berteriak "Ryung, cepat keluar !!!.


Aku mengiyakan " Iya, sebentar."


Sikap Kakek Buta membuatku bimbang, dia pernah mengatakan bahwa tenda arwah ini adalah tempat teraman dan Angel malah memintahku keluar, demi memastikan, aku pun bertanya "Ada masalah apa memanggilku?"


Angel yang melihatku tidak bersedia keluar dari tendah arwah pun berkata dengan kesal " Memangnya tidak boleh mencarimu jika tidak ada masalah? Cepat keluar."


Aku tertawa mendengar jawabannya "Kamu kesini dulu."


Angel menggigit bibir, berbalik badan langsung pergi.


Angel tidak menoleh sedikitpun.


Melihat dia sudah pergi jauh, aku pun bertanya pada Kakek Buta "Kenapa tidak membiarkanku keluar, memangnya kamu takut Angel akan berbuat jahat padaku?"

__ADS_1


Kakek Buta berkata "Lebih baik berhati-hati saja."


Tidak lama setelah Angel pergi, langit pun kembali cerah.


Malam ini berhasil kami lewati.


Orang-orang yang mengurusi pemakaman juga berjalan keluar dari tenda arwah dan mulai dengan kesibukannya lagi.


Kakek Buta memanggilku dan memberikan selembar kertas, diatasnya tertulis beras ketan, beras merah, lilin, cermin, cinabar dan arak putih? Dia memintahku untuk membeli semua benda itu.


Di desa kami ada sebuah minimarket, memang terlihat sangat kecil, tetapi semuanya lengkap disana, bahkan minimarket itu menarik sebuah kabel telepon untuk memudahkan orang-orang untuk berbelanja secara online.


Nyonya bos di minimarket itu adalah Ibunya Henry, Henry badannya terlihat kurus, tetapi Ibunya malah berbadan gemuk dan sering kali memakai baju tak berlengan, saat bicara, mulutnya seperti petasan yang meledak.


Nyonya bos melihatku datang dan bertanya " Ryung, mau beli apa kamu?"


Aku langsung memberikan kertas yang diberikan Kakek Buta.


Nyonya bos menerima kertas itu dan mulai mencari barang-barang tersebut, sembari berkata denganku "Ryung, orang-orang desa berkata bahwa malaikat pencabut nyawa tertarik dengan keahlian mengemudi Gurumu, maka mereka menariknya untuk dijadikan supir, tentu saja ini adalah hal yang baik, kamu jangan bersedih lagi."


Aku hanya bisa mengiyakan.


Gerakan tangan Nyonya bos sangat cepat, dia mengeluarkan semua yang aku cari dan memasukkannya dalam sebuah kantong hitam dan memberikan padaku sambil berkata "Aku ingin menceritakan satu hal padamu."


Aku sama sekali tidak punya waktu untuk mengobrol dengannya, setelah selesai membayar aku pun langsung berkata "Bibi, aku masih ada urusan, lain kali saja baru ngobrol aja."


Nyonya bos berkata "Ini menyankut masalah Angel."

__ADS_1


Mendengar ada kaitannya dengan Angel, hatiku pun mulai panik, langkah kaki terhenti dan bertanya "Ada apa?"


__ADS_2