
Kakek Buta berkata dengan serius "Kamu telah dibohongi, sepatu itu menyembunyikan hantu didalamnya, kalau tidak salah didalam sepatu itu ada hantu yang menunggui, yang memberikan sepatu ini padamu pasti ingin mencelakaimu.
Aku terkejut hingga mulut menganga.
Aku sering mendengar cerita tentang hantu penunggu dikehidupan sehari-hari.
Jika benar seperti itu, kalau bukan Kakek Buta yang memberiku orang-orangan dari kertas, maka yang dibunuh hantu itu di atas ranjang adalah aku.
Saat memikirkan ini, aku pun merasa sangat ketakutan.
Kakek Buta pun berkata dengan kesal "Apa yang kamu tangisi? seorang lekaki kok menangis."
Aku berkata bahwa aku tidak menangis.
Kakek buta menjawab "Kalau bukan kamu, lalu siapa yang menangis?"
Kata-kata Kakek Buta itu membuatku merinding dan semakin takut.
Kakek buta pun terkejut.
Dalam seketika kami berdua diam dan tidak berani berkata, suasana disekitar kami sepi dan menakutkan.
Aku juga mendengar tangisan itu, terdengar sangat menderita, tersedu-sedu hingga terkadang kehabisan suara.
Begitu seramnya mendengar suara tangisan seperti itu didalam yang gelap dan dirumah tua.
Aku seperti melihat hantu perempuan sedang menangis membelakangiku.
__ADS_1
Spontan aku terkejut hingga ingin kabur, tetapi malah dicegat oleh Kakek Buta, dia menggelengka kepala padaku.
Terlihat cahaya lilin yaang redup didalam rumah.
Sebuah bayangan aneh terpantul pada dinding, secara perlahan , bayangan itu semakin memanjang karena pancaran cahaya dari lilin, kepalanya terus bergerak dengan badan melambai dan sangat menakutkan.
Ternyata, ternyata....??? itu benaran hantu perempuan.
Mungkinkah ini hantu penunggu sepatu itu !
Aku sungguh tidak tahan dengan ketakutan dalam hati, baru saja ingin berteriak, malah didahului oleh teriakan yang jauh lebih keras.
Suara itu berasal dari arah bayangan dan kedengarannya sangat akrab ditelinga.
setelah melihat jelas bayangan dibelakang cahaya lilin, aku langsung terkejut dan berkata "Angel !"
Angel menunduk dan berjalan ke arah pintu " Hantu !!!"
Aku pun langsung menarik tangannya, Angel ini terlihat sangat panik dengan mulut yang tidak berhenti berteriak dan mata yang tidak berani membuka.
Aku seperti mencium bau amis.
Berdasarkan pengalaman hidupku selama ini, aku telah memutuskan bahwa Angel telah pipis di celana dengan bantuan cahaya lilin yang redup itu, terlihat bagian celana Angel yang basah.
Astaga, orang ini pipis cukup banyak.
Aku ingin tertawa, tetapi aku menahanya, karena dia adalah perempuan dan pasti akan malu jika sampai ditertawakan, aku pun berpura-pura tidak tahu "Angel, ini aku, bukalah matamu."
__ADS_1
Mungkin Angel merasa suaraku terlalu akrab ditelinga, tetapi dia hanya berani membuka sebelah mata, saat melihatku baru dia membuka kedua matanya dan memanggil "Ryung !"
Aku bertanya dengan heran "Angel kenapa kamu bisa disini". Seharusnya di saat seperti ini kamu sedang menjaga dan menemani Guru.
Badannya terlihat terus bergetar.
Aku pun menepuk pundaknya dan berkata " Tidak apa-apa, semua baik-baik saja, Angel, kenapa kamu bisa disini"?
Tadinya Angel sedang menunggu dan menemani Guru dirumah, tetapi mendengar jika baru pindah kerumah baru tidak sampai 10 tahun, maka arwah Guru sangat mungkin kembali ke rumah tua ini.
Maka dari itu dia pun bergegas kemari.
Angel pun masih ketakutan dalam pelukanku dengan suara tersedu-sedu berkata "Aku baru datang tidak lama, lalu terdengar suara orang membuka pintu dan masuk, kemudian terdengar suara dobrakan pintu, aku kaget hingga langsung bersembunyi, tidak berapa lama aku pun mendengar suara orang berbicara dan tidak berani mengeluarkan sedikitpun suara.
Aku dan Kakek Buta merasa canggun, tak disangka kami di anggap sebagai hantu.
Tetapi, Angel juga kami anggap sebagai hantu.
Kakek Buta pun berkata "Ini bukan tempat untuk berbicara ayo pergi."
Aku berkata "Bagaimana cara keluar, pintu belakang terkunci dengan rapat."
Angel bilang tidak dikunci kok, dia menarik pintu itu kedalam dan terbuka dengan begitu mudah.
Akupun merasa malu.
Ternyata pintu itu dibuka ke arah dalam, bukan ke arah luar, dari tadi aku berusaha mendobraknya dengan kuat, benar-benar konyol.
__ADS_1