MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Kakek tua pembohong


__ADS_3

Tanpa berpikir lama lagi.


Aku langsung memilih sebuah rumah yang kosong.


Aku dan Kakek Buta pun langsung masuk ke rumah kosong itu dan menutup pintunya dengan rapat.


Tetapi saat memasuki rumah kosong itu, aku merasa sangat familiar dengan rumah ini.


Teranyata ini adalah rumah yang sudah tua !


10 tahun yang lalu Guru pernah bekerja dan menghasilkan uang dijakarta untuk membangun rumah ini, Setelah di bangun Guru pun pindah dan rumah tua ini ditinggalkan untuk Ibunya.


Tetapi tidak beberapa lama kemudian Ibunya Gurku pun meninggal, hingga rumah ini menjadi kosong tanpa penghuni.


Kakek Buta pun bertanya kenapa aku berhenti, aku bilang rumah tua ini adalah rumah Guruku, dia pun terkejut dan berkata " Gawat mungkin Gurumu tidak pergi ke rumah baru dan malah ke rumah ini."


Aku berkata" Tidak mungkin Kek."


Kakek Buta segera berkata "Cepat masuk."


Aku langsung menuju pintu belakang dengan terburu-buru, tetapi pintu itu dikunci, aku pun mendobrak sekuat tenaga tetapi tidak berhasil.


Kakek Buta pun tiba-tiba berkata "Gurumu meningal karena ditabrak orang, termasuk kecelakan, seharusnya tidak memiliki dendam yang besar."

__ADS_1


Baguslah jika benar seperti itu.


Tetapi dalam hati aku sangat yakin, Guruku tidak meninggal dengan begitu saja, sudah saatnya aku menceritakan semua ini kepada Kakek Buta, mungkin dia bisa membantuku.


Aku mulai menceritakan mulai dari perempuan berbaju merah saat kami mengemudi di tengah malam, kemudian sampai ke Guru tertabrak hingga meninggal di tepi jalan dengan begitu misterius.


Kakek Buta berkata "Jika memang kejadiannya seperti itu maka akan sangat gawat."


Aku bertanya " Apa alasannya."


Dia berkata" Orang yang dicelakai hingga mati pasti menyimpan dendam dalam hati, dendam ini harus dibalaskan, semakin besar rasa bencinya maka semakin kejam juga tindakannya, bahkan bisa menjadi hantu liar."


Aku bertanya "Memang kenapa jika menjadi hantu liar."


Aku terus bertanya "Tetapi apa?"


Kakek Buta menunduk dan berpikir lama, lalu berkata "Tetapi kematian Gurumu memang sangat aneh, sesuai dengan yang kamu katakan , jam 4 kamu masih bersama dengannya dan sesuai dengan penyelidikan polisi gurumu meninggal pada jam 3 lewat, jelas-jelas ini bertentangan."


Aku juga tidak mengerti soal ini.


Kakek Buta berkata "Tetapi sepertinya Gurumu memang meninggal saat jam 3 lewat."


"Bagaimana mungkin."

__ADS_1


Kepikiran wajah Guru yag pucat seperti tembok dan ekspresi wajahnya yang tiba-tiba suram, aku pun mulai ketakutan, memangnya saat itu Guruku sudah meninggal?


Kakek Buta pun langsung berkata "Tahukah kamu kenapa Gurumu memberikan jaketmu kepada kakek Mutto?"


Aku menggelengkan kepala, sama sekali tidak paham dengan apa yang dilakukan Guruku waktu itu.


"Gurumu ingin menjadikan Kakek Mutto sebagai tumbal, makanya ia memberikan jaketmu kepada Kakek Mutto "


Aku terkejut hingga mata terbelak "Tumbal !!!, pantas saja  saat aku bertanya padanya waktu itu, dia bilang ini masalah besar dan jangan ceritakaan kepada siapa-siapa."


Kakek Buta itu pun lanjut berkata "Benar sekali, Tumbal. Gurumu menanyakan nama Kakek Mutto, lalu memintanya memakai jaketmu, semua demi menjadikannya sebagai tumbal dalam kejadian saat seperti ini, sesuai logika, yang harusnya meninggal adalah Kakek Mutto, kenapa bisa jadi Gurumu."


Pasti ada sesuatu dengan Kakek Mutto.


Sepertinya dia punya cara untuk memecahkan jeratan itu, kalau tidak, tentu saja dia yang akan meninggal.


Aku tiba-tiba mulai panik "Dia juga memberiku sepasang sepatu, dia memintaku untuk melakukan pernikahan arwah agar tidak di ganggu lagi sama perempuan berbaju merah itu."


Ekspresi wajah Kakek Buta pun langsung berubah "Sepatu seperti apa?"


Aku berkata "Sepasang sepatu unik yang sering di pakai wanita pada zaman dahulu."


Kakek Buta pun langsung berkata "Kamu telah di bohongi oleh Kakek Mutto itu !!!"

__ADS_1


__ADS_2