MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Dimakamkan Hidup-Hidup


__ADS_3

Meskipun aku tidak bisa mengendalikan badanku sendiri, aku tetap bisa merasakan keadaan diuar.


Peti yang aku masuki perlahan masuk kedalam liang kubur.


Terdengar orang yang membantu pemakaman berteriak "Yang shio kambing, shio anjing dan shio naga, semuanya berbalik."


"Kubur !!!"


Setelah itu aku mendengar suara tanah yang menutupi liang kubur.


Saat Guru meninggal, aku pun sudah menduga akan menghadapi masalah yang besar, tetapi sungguh tidak tahu, bahwa diriku akan mati dengan cara seperti ini.


Dikubur hidup-hidup di dalam peti !


Akun tidak rela, aku benci?


Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri sendiri, apakah aku telah dirasuki hantu atau diguna-guna seseorang?"


"Hahahaha."


Aku kembali tertawa dengan aneh, tiba-tiba badanku terasa ringan, rasa berat dan dingin perlahan mulai menghilang.


Sudah bisa bergerak ?


Aku langsung duduk dan menggunakan kepala menabrak tutup peti sekuat tenaga, berkali-kali aku lakukan hingga terasa bintang-bintang mengelilingi kepalaku, aku hanya bisa mengigit gigi dan menaha rasa sakit.


Tetapi ini semua tidak aku pikirkan lagi.


Aku kembali menabrak tutup peti sambil berteriak "Aku di dalam, cepat keluarkan aku, cepat keluarkan aku."


Phaamm, Phamm, Phamm !!!


Peti itu aku tabrak hingga menimbulkan bunyi yang keras, aku sudah menggunakan seluruh tenaga, tetapi tanah yang tertimbun di atas peti sudah semakin banyak, sama sekali aku tidak mampu lagi untuk membuka tutup peti itu lagi.


Peti yaang berguncang itu membuat orang-orang ketakutan dan mengira mayat Guru mulai bangkit lagi sehingga mereka pun mulai menambah kecepatan menimbun tanah.


Kakek Buta pernah berkata padaku, bahwa tempat ini adalah laha peti, jika dikuburkan di lahan peti ini, maka akan langsung terpisah dan terbatasi dengan dunia luar.


Sekalipun sudah mati, arwah tetap tidak bisa keluar, arwah akan selamanya terkunci di dalam.

__ADS_1


Saat ini aku tidak takut lagi, melainkan sedih, kecewa dan sangat menderita.


Biarpun mereka menyadari aku hilang,  tidak akan ada seorang pun yang kepikiran bahwa aku berada di dalam peti dan terkubur hidup-hidup.


Tamatlah cerita hidupku.


Aku pun mulai patah semangat.


Semua orang mengatakan bahwa sebelum meninggal, semua kejadian semasa hidup akan terlintas di benak seperti sebuah tayangan dan saat ini aku menyadari bahwa masih banyak hal yang belum aku lakukan.


Aku masih sangat muda.


Lahan peti adalah tempat yang terasingkan, semua hawa dan energi buruk berkumpul di tempat ini dan tentu saja peti mati adalah benda yang paling cocok berada di lahan seperti ini.


Aku mulai merasa dingin, tak lama kemudian, terasa seperti berbaring diatas lapisan es.


Tas yang menyimpan perlengkapan pemanggil arwah tadi masih berada dibahuku, didalam sana ada lilin dan korek yang bisa aku gunakan untuk mendapatkan kehangatan.


Aku pun mengambil tas itu dan mengeluarkan lilin dan korek.


Ccchhh..!


Kemudian aku menyalakan lilin di tangan.


Cairan lilin pun mulai meleleh sedikit demi sedikit hingga menempel pada dasar peti.


Aku mulai merasa bosan, saat kepikiran tentang buku dari Kakek Buta, aku pun langsung mengambilnya dari dalam tas.


Tadinya aku sangat benci membaca buku.


Tetapi kenapa mulai saat ini aku merasa sangat senang membaca.


Selembar kertas putih terjatuh dari buku itu, kertas itu sangat baru, berbeda dengan kertas yang menguning bahkan menghitam di buku ini.


Ehhh...!


Aku mengambilnya dan melihat tulisan yang ada pada kertas tersebut.


Tulisan di kertas itu sangat susah dibaca, sungguh berantakan, seperti tulisan seorang anak kecil yang baru pertama kali belajar menulis.

__ADS_1


Ataukah ini tulisan Kakek Buta?


Kakek Buta tidak bisa melihat, wajar saja jika tulisannya seperti ini.


Diatas kertas itu menjelaskan bahwa semua ini adalah rencana jahat Tuan Lee, dia ingin mencelakaiku, makanya dia membuatku sampai masuk ke dalam peti dan dikubur hidup-hidup.


Melihat sampai disini, emosiku mulai tideak stabil.


Aku tidak punya salah ataupun dendam dengannya, tapi kenapa di mau mencelakaiku.


Aku pun lanjut membaca, tertulis sebuah cara untuk menyelamatkan diri dari dalam peti mati.


Memancing petir !!!


Peti ini terbuat dari pohon cemara, maka pasti akan mudah memancing petir untuk menyambar dan di atas peti ini pun belum ditambahkan pohon konifer, hanya perlu menunggu musim hujan dan petir tiba, maka peti ini akan meledak keluar dari tanah.


Melihat sampai disini, aku merasa punya harapan untuk tetap hidup.


Uhukk, uhukk....


Aku terbatuk dengan suara keras, tiba-tiba kepikiran bahwa udara didalam peti tidaklah banyak dan aku juga baru saja menyalahkan lilin.


Dengan segera lilin itu aku padamkan.


Cahaya terang yang baru saja terlihat pun mulai lenyap dalam seketika.


Udara dalam peti sudah sangat terbatas, aku masih saja menyalakan lilin, ini sama dengan aku membunuh diriku sendiri, hanya rasa sesak yang aku rasakan.


Aku bisa bertahan berapa lama, tidak makan selama 7 mungkin tidak akan mati, tetapi bagaimana jika juga tidak minum ?


Bisakah aku bertahan hingga musim hujan dan petir tiba ?


Kenapa orang yang menulis ini tidak datang menolongku, dia hanya perlu menggali semua tanah di atas peti ini, maka aku akan bisa keluar dengan selamat.


"Ryung Chen...!!!"


"Ryung Chen...!!!"


Terdengar suara orang memanggilku dari luar, sepertinya suara perempuan, siapakah dia?

__ADS_1


__ADS_2