
Suasana disini sepi tak bersuara, seram dan menakutkan, sebuah peti mati terletak di depanku dan yang lebih menakutkan adalah mayat di dalam peti itu sudah bangkit sejak tadi.
Angin malam bertiup sangat kencang dan membuat jimat di atas peti itu terus bekibas-kibas.
Aku takut tempelan jimat itu tidak kuat dan jimatnya terbang ditiup angin.
Jantungku berdekat dengan sangat cepat.
Angin di malam itu lebih terasa seperti angin di musim dingin yang menusuk hingga ke dalam tubuh, membuat badanku sesekali bergetar.
Semakin lama semakin merinding, semakin merasa kedinginan.
Aku pun mulai ngantuk dan tidak mampu berdiri lebih lama lagi.
Tiba-tiba diriku tertawa sendiri, aku bisa merasakan kedua ujung bibirku mulai terangkat dan tertawa dengan sangat aneh.
Hahahahah........
Suara tawa itu terdengar lagi.
Jakunku terasa bergetar, suara tawa itu memang berasal dari diriku.
Kenapa aku bisa tertawa sendiri seperti ini ?
"Hahaha !"
Suara tawaku semakin nyaring dan menggila.
Suara tawa itu terdengar di tengah hutan yang sepi, sangat menakutkan, hingga diriku sendiri pun terkejut.
Aku tidak ingin tertawa, tetapi aku sendiri tidak mampu mengendalikannya.
Kenapa ini bisa terjadi ?
__ADS_1
Aku pun menyadari bahwa tubuhku sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
Secara perlahan aku berjalan menuju arah peti mati, aku berusaha menahan diri, tetapi tidak berhasil, saat ini tanganku menjukur ke arah jimat itu.
Jangan bilang aku akan merobeknya.
Semua ini berkat jimat pemberian Tuan Lee, jika sampai disobek, mungkin saja mayat itu akan memecahkan peti dan melompat keluar.
Tidak boleh !!!
Ini tidak boleh !!!
Tetapi kenapa aku tidak bisa mengendalikan tanganku sendiri.
Sial !!!
Jimat itu disobek oleh tanganku, dalam sekejap jimat itu tertiup dan terbawah jauh oleh angin yang sangat kencang.
"Hahahaha"
Aku yakin suara itu muncul dari dalam kerongkonganku, tetapi ini bukanlah suara tertawa aku yang biasanya , ini terdengar seperti pita suara bebek jantan yang sangat tinggi.
Setelah itu kau menjulurkan tangan ke arah tutup peti.
Apakah aku akan membuka tutupnya ?
Peti ini sangatlah berat, ditambah dengan beberapa paku yang tertancap dalam.
Jangankan aku sendiri, 10 orang laki-laki kuat saja belum tentu bisa membukanya.
Tetapi entah kekuatan dari mana, tiba-tiba terdengar suara gesekan kayu, paku-paku di peti itu pun menjadi bengkok, tutup peti terbuka dan meninggalkan sebuah celah kecil.
Aku kaget hingga mata terbelalak.
__ADS_1
Mayat Guru sudah bangkit di dalam sana, akankah dia keluar dan menakuti orang-orang.
Tutup peti itu terus terbuka oleh tanganku.
Jantungku berdetak dengan sangat cepat, seolah-olah akan segera keluar.
Setelah kejadian ini hampir saja membuatku pingsan, bisa-bisanya aku mengangkat kaki dan melangkah masuk ke dalam peti.
Satu kakiku sudah masuk dalam peti.
Bisa dibayangkan, kakiku tetap menginjak wajah mayat Guruku, begitu menjijikkan.
Setelah dilihat-lihat, ternyata peti itu kosong, dimana mayat Guru, kenapa bisa kosong, kenapa bisa begini.
Setelah itu semua badanku pun masuk ke dalam peti, aku terbaring disana dan yang paling parah adalah aku juga menjulurkan tangan untuk menarik tutup peti secara perlahan.
Seolah-olah seperti aku menarik selimut saat akan tidur.
Ppaaammm !!!
Peti itu tertutup rapat.
Pandangku gelap total, apapun tidak terlihat.
Saat ini kekagetan dan kekecewaan terbesar yang belum pernah ada dalam hidupku, kenapa aku bisa seperti ini ? Aku ingin mencoba berteriak meminta tolong, tetapi yang keluar dari kerongkonganku malah suara tertawa yang terdengar sangat aneh.
Terdengar suara hentakan kaki diluar sana, mereka pasti orang-orang yang membantu pemakaman, pasti datang untuk mengangkut peti ini.
Seseorang berkata "Ehhh, Dimana anak muda itu?"
Tuan Lee berkata dengan nada dingin "Mungkin ia ketakutan dan kabur, jangan pedulikan dia, angkat petinya dan segera kita makamkan."
Aku berusaha untuk berteriak, berusaha mengendalikan badanku, tetapi sama sekali tidak bisa, badan ini terasa bukan milikku lagi.
__ADS_1
Memangnya aku akan diam saja membiarkan mereka menguburku hidup-hidup ?
Peti mulai terangkat, aku bisa merasakan bahwa orang-orang itu sedang mengakut peti ini dan dibawah ke arah liang kubur.