MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Terjebak Di Peti Bertahun-tahun


__ADS_3

Aku berencana pergi mencari Kakek Mutto.


Rumah Kakek Mutto jauh lebih rusak dibandingkan waktu itu.


Atapnya roboh, jendela jatuh ke bawah daan pecahan batu bata berserakan dalam rumah, sudut ruangan penuh dengan jaring laba-laba, terlihat sudah bertahun-tahun, kelihatannya juga sudah lama tidak ditinggali orang.


Rumah Kakek Mutto terasa angker dan menyeramkan.


Aku menutup kedua mata, padanganku gelap seketika.


Aku mengangkat tangan kanan dan mengupas alis mata dengan jari telunjuk, dalam kegelapan itu aku melihat cahaya berwarna hijau yang sangat redup seolah sewaktu-waktu akan menghilang.


Inilah cara terhubung dengan dunia arwah yang aku pelajari dari buku bertulisan emas yang diberikan Kakek Buta.


Jika ingin terhubung dengan dunia arwah, maka syaratnya kita harus memiliki kemampuan itu.


Dan kebetulan aku memenuhi syarat ini.


Ini adalah pertama kalinya aku mencoba, tak disangka sungguh berhasil.


Saat membuka kedua mata dan melihat jelas, ternyata cahaya itu berasal dari foto yang berada di atas meja.


Foto itu masih tertutup kain putih dan saat ini dipenuhi debu yang sangat tebal.


Aku menjulurkan tangan untuk menyingkapkan kain itu.


Itu adalah sebuah foto hitam putih berukuran 15 inci, saat aku membuka dan melihat wajah orang itu, mataku serasa hampir melompat keluar.


Kakek Mutto !!!


Aku terkejut hingga terjatuh dan duduk di lantai.


Kakek Mutto adalah Hantu ?


Pantas saja saat menjebaknya untuk dijadikan tumbal, malah Guru sendiri yang menanggung kematian, karena Kakek Mutto sendiri sudah meninggal sejak awal, bagaimana mungkin dijadikan tumbal lagi.


Akupun berjalan semakin ke dalam kamar.


Semua jendela di kamar itu tertutup, penerangannya sangat buruk, ditengah-tengah kamar terletak sebuah batu pengasah yang besar.


Aku sudah menggunakan teknik penghubung dunia arwah, tetapi tetap saja tidak menemukan arwah kakek Mutto.


Dimana orang meninggal, disitulah arwahnya menetap, pagi dan siang harinya hanya bisa berdiam di tempatnya, Sekalipun malam tiba, arwah itu tidak akan pergi melebihi jarak 25 meter, jika sampai melewati batas, maka arwah itu tidak akan bisa kembali lagi.


Hawa buruk di rumah ini sangat pekat, sepetinya inilah tempat Kakek Mutto tinggal dalam waktu lama dan kemungkinan dia meninggal di tempat ini.

__ADS_1


Kakek Mutto sudah tidak ada, mungkin karena dia dibunuh atau mungkin saja dia memang hantu yag dipelihara orang.


Tidak berhasil menemukan Kakek Mutto, maka sumber satu ini pun dinyatakan gagal.


Krrrkk !!!


Suara perut memberontak.


Saat berada dalam peti mati, aku tidak merasa lapar sedikitpun, tetapi begitu keluar, rasa lapar itu pun mulai terasa, sudah aku tahan hingga sekarang.


Aku berjalan sampai ke sebuah restoran mie dan memesan semagkok mie telur.


Sambil makan, aku pun sekalian bertanya-tanya soal kakek Mutto kepada nyonya pemilik Toko.


Kakek Mutto memang orang desa sini, tetapi sudah meninggal selama belasan tahun yag lalu, yang membuatku merasa aneh adalah dia mati tepat setelah mengayuh sepeda roda tiganya menuju perkotaan untuk menjual kembang tahu.


Cara matinya sama seperti Guru.


Tiba-tiba masuklah seorang laki-laki muda dengan membawah sebuah tas kulit berwarna coklat.


Dia langsung duduk di depanku, kulitnya sawo matang, badannya terlihat kekar, menatapku dengan serius "Ini benaran kamu, Ryung Chen ?"


Aku bertanya "Kamu polisi yang menyelidiki kasus Guruku kan."


Aku terkejut hingga mata terbelalak, 2 tahun ?.


Aku sudah terjebak selama 2 tahun di dalam peti ? Pantas saja rasanya seperti tidur dengan waktu yang sangat lama, pantas saja semua rumah di desaku hancur berantakan hingga tak berpenghuni sejak lama.


Ternyata sudah 2 tahun berlalu.


Tetapi aku terjebak di dalam peti selama 2 tahun dan masih hidup, apakah aku tidur dengan pulas layaknya hibernasi ataukah berkat hawa-hawa dan energi itu ?.


Aku pernah mendengar soal ini.


Katanya pernah dilakukan penggalian terhadap kuburan seorang mayat perempuan, saat peti terbuka, kulitnya masih putih dan selembut sutra, otot-otot pada wajahnya pun masih kencang, setelah dikeluarkan selama 3 hari, mayat itu baru membusuk perlahan-lahan.


Dan sesuai dengan teori ilmiah zaman sekarang, suhu rendah dapat mempertahankan kualitas organ tubuh.


Apakah karena aku dibekukan oleh energi itu dan tertidur selama 2 tahun, sehingga semua fungsi dan kerja organ terhenti, setelah hawa dan energi itu hilang, baru aku tersadar.


Dalam kata lain aku baru saja tertidur dengan waktu yang lama.


Apapun itu, yang terpenting aku masih hidup, inilah yang terpenting.


Polisi itu bernama Hen.

__ADS_1


Dia melemparkan puluhan pertanyaan  sekaligus padaku, satu pun aku tidak menjawabnya, akhirnya dia pun memasukkan aku ke dalam mobil polisi dan berkata akan membawahku ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan.


Orang-orang di desaku berjumlah 500-an menghilang dalam semalam.


Masalah ini menarik perhatian yang besar, kepolisian tingkat kabupaten juga sudah memeriksa secara menyeluruh, tetapi tetap saja tidak menemukan apa-apa.


Seisi desa seolah-olah lenyap tertelan bumi dalam semalam.


Kemunculanku secara tiba-tiba memberikan petunjuk pada mereka untuk lanjut menyelidiki kasus, saat Pak Hen menerima kabar seseorang telah melihat orang yang mirip denganku, dia pun langsung berangkat dari kantor polisi.


Didalam mobil.


Pak Hen melihatku dengan ekspresi datar "Jujurlah, kemana saja kamu selama 2 tahun ini"


Aku berkata "Aku sudah mengatakan berkali-kali, aku pergi kerumah kerabat."


Aku tidak mungkin menceritakan masalah aku terkunci di peti Guru dan dikubur hidup-hidup selama 2 tahun, lalu kemarin berhasil keluar karena sambaran petir.


JIka aku benaran mengatakannya, dia pasti akan merasa bahwa aku bermain-main atau menganggapku sudah gila.


Pak Hen lanjut bertanya " Kerabat, kerabat yang mana ?"


Tentu saja aku tidak bisa menjawab, keadaan seperti ini sungguh membuatku sulit untuk menjawab.


Mobil polisi yang kami tumpangi pun melaju ke jalan raya arah kantor polisi.


Aku berkata denga kaget "Kamu benaran ingin membawahku ke kantor polisi ?"


Pak Hen berkata "Kamu kira aku sedang bercanda ya, 500-an orang menghilang dalam semalam, hei anak muda, 15 orang yang meninggal saja akan membuat pemerintah setempat turun dari jabatannya, apalagi ini? Aku rasa kamu sama sekali tidak mengerti keseriusan masalah ini"


Aku melihat langit di luar jendela dan matahari perlahan mulai terbenam.


Dan setelah matahari terbenam, akan di ikuti dengan sebuah bayangan gelap.


Itulah hawa dan energi yang menolongku.


Aku berkata "Sebentar lagi akan gelap, lebih baik kita cari tempat untuk beristirahat saja, besok baru melajutkan perjalanan"


Pak Hen berkata "Anak muda, jangan banyak bicara, kamu dia saja disitu."


Aku berkat "Mengemudi di malam hari beresiko bertemu hal-hal yang tidak bersih."


Wajah Pak Hen terlihat mulai marah, dia berkata dengan tegas "Anak muda jangan bahas soal dewa  dan hantu bersamaku, aku tidak percaya hal-hal seperti itu."


Aku pun hanya bisa menutup mulut dan terdiam.

__ADS_1


__ADS_2