MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Angel 2


__ADS_3

Kami pun mengikuti Angel keluar dari rumah tua itu.


Sungguh telah lolos dari jebakan hantu ini.


Kakek Buta menarik lengan bajuku dan berkata "Anak perempuan ini sedang bermasalah, berhati-hatilah."


Angel bermasalah?


Masalah apa?


Semua orang menjelek-jelekkan Angel, aku sungguh tidak terima.


Dalam perjalanan pulang terbilang sangat lancar, sepertinya hantu perempuan itu telah kehilangan jejak kami.


Suasana dirumah Guru sangat tenang dan kegiatan disana berjalan dengan lancar.


Kakek Buta sepertinya sudah berpengalaman dalam bidang ini, dia terlihat sangat santai.


Begitu sampai dirumah, Angel langsung menuju lantai atas, sepertinya pergi untuk membersihkan diri.


Kakek Buta itu pun menghampiri kakek tua berbadan bungkuk dan berbisik, hanya terdengar kakek tua itu berkata dengan ramah "Bodoh sekali, aku sudah bilang jangan banyak ikut campur, aku lihat sepertinya kamu telah bosan hidup."


Kakek Buta pun berkata dengn gelisah "Kalau bisa bantu ya bantu."


Kakek berbadan bungkuk berkata dengan dingin "Orang-orang seperti kita memang memanfaatkan kematiaan orang untuk mencari uang, sekalipun kamu berbuat banyak amal, tetap saja tidak bisa menebus itu semua."


Kakek Buta terlihat kesal, tetapi tetap mengucapkan kalimat itu "Kalau bisa bantu ya bantu."


Kakek berbadan bungkuk menjawab "Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, tetapi berhentilah berpikir seperti itu, karena dia masih punya Ayah dan Ibu."


Suara mereka semakin kecil, secara perlahan tidak terdengar lagi di telingaku.

__ADS_1


Saat sedang memperhatikan mereka, aku terus merasa takut, aku takut hantu perempuan itu berhasil mengejar kemari, meskipun banyak orang disini, tetapi dia itu hantu, orang sebanyak apapun tidak akan ditakutinya.


Dia memanggilku ke tempatnya, akupun menghampiri dan menuruti isyaratnya untuk duduk disebelah kursi panjang, dia dan kakek berbadan bungkuk pun mencari sebuah kursi dan duduk didepanku.


Kakek Buta berkata dengan suara berat "Situasi sudah sangat parah, hantu ini mungkin lebih parah dari sekedar hantu liar, kita juga belum tahu jelas hantu itu berasal dari badan siapa."


Aku merasa bingung, saat mendengarnya " Bukannya hantu perempuan yang aku temui saat mengemudi di malam hari?"


Kakek berbadan bungkuk  berkata dengan nada yang dingin "Dasar tidak tahu apa-apa."


Kata-kata kakek berbadan bungkuk ini sungguh menusuk hati.


Aku bertanya "Lalu, kita harus bagaimana?"


Kakek Buta pun berkata " Cari hantu itu dan musnahkan dia."


Otakku berhenti berputar.


Aku berkata " Orang hebat tidak akan mencari dan mendekati bahaya, aku rasa, kita pergi saja, semakin jauh semakin baik."


Kakek berbadan bungkuk pun berkata "Kalau begitu kamu kabur saja, kabur saja jika kamu mampu. Tetapi, jangan salahkan kami jika tidak mengingatkanmu, karena kamulah target utamanya, jika kamu kabur, dia akan melampiaskan pada orang lain, tiba saatnya nanti tidak ada yang tersisa didesa ini."


Tidak mungkin.


Aku melihat Kakek Buta seolah bertanya.


Sungguh tidak mengerti, apakah salahku padanya, kenapa dia begitu ingin membunuhku, sungguh sial beberapa hari ini, tidak, ini namanya bernasib buruk !!!.


Oh iya, Ayah dan Ibu !!!.


Aku bisa saja kabur, tetapi mereka masih dalam rumah.

__ADS_1


Aku berkata dengan cemas "Gawat, jika aku sendiri yang kabur, apakah masalah ini akan menimpah Ayah dan Ibuku?"


Kakek Buta menggelengkan kepala "Hantu itu tidak bisa menaiki ranjang Ayah dan Ibumu, jadi tidak masalah."


Mendengar perkataan Kakek Buta barulah aku merasa sedikit tenang.


Kakek Buta itu berkata "Aku punya sebuah buku, kamu bahwa dan baca saat kamu punya waktu, pelajari sebisa kamu."


Kakek Buta berkata sambil menyodorkan sebuah buku bersampul biru.


Pada awalnya, aku memilih menjadi seorang supir karena malas dan benci dengan buku, aku pun menggelengkan kepala "Begitu melihat tulisan-tulisan kecil di dalam buku, aku akan merasa langsung pusing."


Kakek berbadan bungkuk berdiri dan berkata " Orang lain yang ingin belajar pun tidak mampu, kamu malah tidak belajar dengan baik, sungguh tidak tahu untung."


Aku berkata dengan tegas " Terserah siapapun ingin belajar atau tidak."


Kakek Buta pun berkata "Aku sarankan kamu baca buku ini sejenak, tidak menutup kemungkinan bisa menyelamatkan nyawamu."


Benda ini bisa menyelamatkan nyawa?.


Kalau begitu lain cerita, rasa pusing tidak berarti apa-apa bibandingkan sebuah nyawa.


Aku menerima buku itu dengan ekspresi wajah sangat kesulitan "Apaan ini?"


Kakek berbadan bungkuk meniup kumisnya sambil melotot.


Beberapa tahun ini, sudah jarang ditemui buku yang dijilid dengan benang, kertas didalamnya pun berwarna kuning kehitaman, seperti sudah berumur puluhan tahun.


Dan yang paling membuatku sakit kepala adalah tulisan di buku ini menggunakan Aksara kuno.


__ADS_1


__ADS_2