
Jam dinding tidak henti berjalan, waktu sudah menunjukkan pukul 23:57.
Sebentar lagi jam 24:00.
Aku memutar sebuah kursi dan duduk dengan dagu tertumpu pada sandaran dengan sepasang mata yang terus menatap sepatu yang berada didepan ranjang.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan terdengar suara yang aneh....membuatku semakin merinding.
Aku kaget dan berteriak "Siapa itu."
Aku menoleh ke arah pintu, bulu kudukku mulai berdiri, dan di balik pintu itu tidak ada seorang pun.
Dan pintu itu terus terbuka dengan kecepatan yang pelan.
Bola lampu kamarku yag berenergi 50 watt pun berkedip secara mendadak.
Seisi kamar penuh dengan suasana dan hawa yang menakutkan.
Aku sangat takut hingga badanku terus bergetar, menelan air liur dengan kuat dan dalam hati aku berkata aku tidak boleh takut.
Setelah beberapa saat, tidak terjadi apa-apa, aku pun menghela nafas dengan persaan yang masih takut.
Tiba-tiba Orang-orangan diatas ranjang pun bergerak dan tak hentinya meronta-ronta seperti orang yang lehernya diikat dengan tali.
Aku pun langsung berteriak ketakutan.
Kejadian itu hampir membuatku pingsan, orang-orangan itu terus mengeluarkan darah segar, setelah beberapa menit kemudian orang-orangan itu pun berhenti.
Aku ingin melarikan diri, tetapi aku sendiri tidak berani keluar dari pintu kamar yang terbuka lebar itu, maka dari itu aku pun berdiri secara perlahan tanpa sedikit suarapun berjalan menuju ke arah jendela.
Ini adalah lantai 2.
__ADS_1
Tetapi aku sudah tidak memikirkan terlalu banyak, langsung melopat kebawah.
Untung saja daya tahan tubuhku cukup baik, saat terjatuh, aku tidak mengalami patah tulang atau lainnya, hanya terguling beberapa kali saja, tanpa pikir panjang, aku mulai belari menjauhi kamar itu.
Aku pun tidak berani berteriak karena takut hantu itu mengikutiku.
Sepanjang jalan, aku berlari sekuat tenaga, nafasku tergesa-gesa,aku pun melewati pepohonan yang rindang. Pohon-pohon itu melambai tertiup angin, seolah-olah seperti hantu yang sedabg menari-nari dan bermain.
Daun-daun tertiup oleh angin, langkah kakiku menginjak bebatuan, terdengar suara langkah kaki seperti ada yang mengikutiku dari belakang.
Semakin cepat aku berlari, maka suara langkah kaki itu semakin terdengar.
Aku ingin menoleh ke belakang, tetapi malah takut jika aku melihat hantu itu, jika tidak menoleh maka akan membuatku tidak tenang.
Siapapun yang mengalami suasana seperti ini pasti sangat takut.
Saat aku berlari semakin cepat di tengah ketakutan, aku tersandung di sebuah batu dan langsung terjatuh, kali ini 100x lebih sakit dibanding terjatuh dari lantai 2.
Aku terkejut hingga tidak bisa bergerak sedikit pun dan tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar bagi saya, ternyata itu adalah Kakek Buta.
Aku langsung mengangkat kepala, karena peneragan yang tidak cukup, hanya terlihat banyangan seseorang berdiri didepanku.
Bayangan itu sedang memang tongkat bambu "Tuan".
Sungguh, itu Si Kakek Buta.
Aku langsung berdiri dan menggenggam tangannya sambil berkata" Tolong aku kek, tolong aku."
Kakek Buta pun berkata "Pulanglah terlebih dahulu."
Dia membawahku ke arah rumah Guru.
__ADS_1
Langkah kakinya sangat cepat, aku yang berlari mengikutinya pun mulai kelelahan, sungguh curiga aku padanya, sungguh benar kah dia benaran Buta? tetapi bagi seorang yang buta, siang dan malam hari sama saja.
Kami pun berbelok ke dalam sebuah gang.
Gang itu tidak terlalu panjang, hanya sekitar 500 meter.
seharusnya jarak 500 meter cukup ditempuh dengan waktu beberapa menit saja, tetapi sudah berlari begitu lama, kami masih tetap saja tidak berhasil sampai ke ujung gang tersebut.
Kakek Buta tiba-tiba berhenti.
Kakek Buta itu pun berkata "Gawat !.
Aku juga merasa ada yang tidak beres " Bagaimana bisa begini, kita sudah berlari didalam gang begitu lama kenapa kita bisa masih tetap disini".
Aku melihat ke sekitar dengan keadaan panik, gang ini terlalu akrab bagiku, sejak kecil sampai sekarang aku masih melewati jalan ini, hingga batu-batu disini pun aku masih ingat, tapi kenapa tiba-tiba tidak bisa keluar dari sini "Bagaimana bisa begini."
Kakek Buta berkata dengan ekspressi yang serius "Ini namanya hantu menutupi jalan."
"Hantu menutupi jalan!"
Hantu itukah yang mengejar kemari?
Aku kaget hingga sekujur tubuhku bergetar " Lalu bagaimana, akankah aku mati."
Kakek Buta berkata "Jangan panik, lihat ada jalan lain untuk keluar dari gang ini."
Kakek Buta ini benar juga, semakin bahaya, kita harus harus semakin tenang.
Aku berusaha untuk mengatur nafas agar kembali tenang.
Kedua sisi gang ini adalah rumah tua. Yang tinggal dirumah tua itu adalah semua orang tua, bahkan ada sebagian rumah yag sudah kosong, jika ada rumah yang terbuka, maka bisa menembus ke jalan lain melewati rumah itu, jalan itu untuk menuju ke kuil dan rumah keluarga Guru tepat di belakag kuil.
__ADS_1