MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Pemakaman


__ADS_3

Pemakaman akan segera dilakukan.


Semua orang desa sangat percaya dengan hal mistis, merasa jika dilakukan pemakaman lebih awal akan mendatangkan berbagai bahaya, banyak kerabat dan teman pun tidak berani mendekat.


Orang yang mengiringi pemakan pun berkurang semakin banyak.


Orang-orang itu membawah mayat Guru meninggalkan rumahnya menuju gunung di belakang.


Kakek Buta berkata "Kita juga harus cepat kesana."


Barisan terdepan adalah tim yang bertugas untuk menguburkan, mereka berjalan sambil menebarkan uang-uang kertas, sambil berteriak.


"Ayo semuanya, buka jalan."


Dibelakang mereka adalah Angel yang sedang berjalan sambil memeluk foto Ayahnya.


Diikuti oleh peti mati.


Tuan Lee juga di dalam barisan itu, dia memakai jubah Tao berwarna kuning dengan Jahitan YinYang dibagian belakang baju.


Aku dan Kakek Buta pun mengikuti rombongan itu.


Kakek berbadan Bungkuk berkata pada Kakek Buta "Tidak diletakkan uang di dalam mulut, paku keturunan tidak akan diikat dengan benang merah dan bagian atas peti juga tidak ditambahi papan kayu."


Semua yang Kakek itu katakan sudah pernah ku baca di dalam buku pemberian Kakek Buta.


Uang di dalam mulut biasanya menggunakan logam zaman dulu, perlu dimasukkan ke dalam mulut dan dikeluarkan lagi, katanya jika tidak dimasukkan, maka kehidupan selanjutnya akan terlahir sebagai orang bisu, tetapi jika tidak dikeluarkan, maka benda keluarga akan di bawah pergi olehnya.


Dan paku keturunan artinya paku yang paling tengah diantara paku, harus diikat dengan seutas benang merah, ditarik sedikit oleh anak laki-laki dan diketuk perlahan oleh seorang tukang.


Peti itu harus terbuat dari pohon Konifer, karena peti yang terbuat dari pohon cemara akan sangat mudah mengundang petir,  makanya musim hujan tiba, kadangkala akan terlihat petir-petir menyambar ke arah kuburan.


Mendengar semua ini, ekspresi wajah Kakek Buta langsung berubah "Sebenarnya apa yang direncanakan Tuan Lee ?"


Baru saja selesai berkata, angin malam bertiup dengan kencang.


Uang kertas bertiup hingga berterbagan kemana-mana.

__ADS_1


Awan hitam memenuhi langit, semua menjadi gelap dalam seketika.


Suasana sekitar menjadi suram dan menakutkan.


Seseorang berkata dengan suara bergetar "Apakah akan segera hujan?"


Tuan Lee berkata "Semuanya percepat gerakan, cepat naik ke atas gunung."


Suasan aneh membuat orang-orang yang membantu pemakaman mempercepat langkah kaki.


Aku juga segera mengejar dan mengikuti langkah mereka, tetapi baru berjalan beberapa langkah, terasa ada yang menarik bajuku dari belakang.


Aku menoleh ke belakang dan tidak ada siapa-siapa disana.


Yang terlihat hanya sebuah jalan kecil menuju pepohonan di dalam sekolah.


Dalam sekejap bulu kudukku berdiri.


Astaga.


"Jangan !!!"


Banyak sekali pantangan saat memasuki hutan di malam hari.


Tidak boleh berbicara sembarangan, agar tidak sampai menyinggung sesuatu secara tidak sengaja.


Saat berjalan pun haarus berhati-hati, terutama ketika melewati kuburan orang, harus penuh sopan santun, jika sampai menyentuh atau menginjak sesuatu, maka harus ingat meminta maaf.


Sesekali suara aneh pun terdengar dari dalam hutan.


Tadinya jalanan gunung memang susah dilewati, ditambah dengan awan hitam yang menutupi sinar rembulan, rombongan pemakaman semakin merasa kesulitan.


Keempat orang yang memikul peti pun bernafas terengah-engah.


Tetapi setelah meninggalkan tenda arwah, bagaimana pun peti itu tidak boleh dilepaskan, kecuali sudah sampai tempat tujuan, alhasil mereka hanya bisa bertahan sambil mengigit gigi.


Tiba-tiba sebuah bayangan melintas.

__ADS_1


Semua orang yang melihatnya langsung terkejut, hingga peti yag sedang dipikul hampir saja terjatuh.


Tuan Lee berkata dengan suara nyaring " Hanya seekor kucing liar, semuanya kelilingi peti mati, jangan sampai didekati kucing itu."


Bayangan itu terlihat sedang berdiri di atas ranting pohon besar di depan, hitam dan gelap, dari bentuknya memang terlihat seperti seekor kucing dengan sepasang mata merah yang berkilau.


Miawwww !!!!


Tiba-tiba saja terdengar suara kucing mengeong sangat keras dengan keempat kaki yang menendang kuat, bayang itu berpindah secepat kilat menuju peti.


Seketika itu suasana menjadi kacau.


Kucing liar itu menyerang kepala seseorang yang memikul peti, orang itu pun berteriak dan kucing itu langsung mencakar lengannya hingga terluka.


Kucing itu pun memanfaatkan kesempatan untuk melompat ke atas peti.


Seseorang langsung mengambil ranting pohon dan mengusir kucing itu, tetapi sebelum ranting yang di pegang berhasil memukuli kucing, badan kucing itu tiba-tiba bergetar seolah-olah seperti kersetrum, kucing itu pun terjatuh lemas ke bawah.


Tanpa bergerak sedikutpun.


Suasana kembali hening, semua orang melihatnya dengan mata terbelalak dan ketakutan.


Mati?


Mereka takut bukan hanya karena dikejutkan oleh seekor kucing liar, melainkam sebuah alasan lain.


Kucing adalah hewan yang punya energi gelap dalam tubuhnya, jika melompat ke atas peti, maka semua energi itu pasti akan terserap masuk ke dalam peti.


Dan mayat yang akan mendapatkan energi tambahan seperti ini bisa saja bangkit kembali.


Inilah kenapa bertemu kucing di pemakaman akan mendatangkan kesialan.


"Tidak mungkin benaran mati."


Kucing hutan itu terkapar ditanah tanpa bergerak sedikit pun.


Jika kucing hutan itu benaran mati, maka artinya energi dalam tubuh kucing memang sudah terserap semua ke mayat dalam peti.

__ADS_1


__ADS_2