MISTERI JALANAN MALAM

MISTERI JALANAN MALAM
Bebas Dari Dalam Peti


__ADS_3

Orang-orang yang kukenal pasti memanggilku dengan nama Ryung saja, sangat jarang orang-orang memanggil nama lengkapku.


Siapapun itu yang penting bisa menolongku.


Aku memukuli tutup peti dengan kuat sambil berkata "Aku dalam peti, cepat tolong aku."


Dia berkata dengan rasa maaf "Maafkan aku, aku tidak bisa menolongmu."


Aku berkata "Jika kamu tidak bisa menolongku, pergi ke desa dan cari Ayah dan Ibuku untuk menolongku, cepat, cepat !"


Perempuan itu berkata dengan suara terisak-isak "Maaf, kamulah yang tekah mencelakaiku."


Astaga, siapakah dia, kenapa dia tidak melakukan sesuatu sedangkan aku sudah hampir pingsan di dalam peti, dengan panik aku berkata " Cepat, cari orang di desa dan selamatkan aku."


Satu detik pun aku tidak ingin berada di dalam peti mati ini.


Dia berkata "Aku tidak bisa pergi memanggil orang-orang di desa"


Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, demi nyawa sendiri aku harus bersabar, dengan lembut aku berkata "Kenapa?"


Dia berkata " Aku....Aku..."


Lama sekali tidak berbicara.


Aku panik hingga ingin memarahi orang tersebut.


Dia pun berkata "Aku terluka, sebuah hantu kertas telah melukaiku, membuatku terluka parah."


Perkataanya membuat diriku terbengong, dalam pikiranku terlintas bayangan orang-orangan kertas yang meronta-ronta di atas ranjangku.


Sekujur tubuhku merinding "Kamu....Kamu..? Kamu hantu perempuan yang ada di dalam sepasang sepatu unik itu.?"


Dia terdiam.


Lalu berkata "Kekuatan pembatas dikuburan terasing telalu besar, suaraku bisa sampai ke dalam saja sudah terbilang hebat, aku tidak bisa menolongmu, hanya kamu yang bisa menolong dirimu sendiri."


Aku spontan langsung berkata "Jadi kamu yang menulis kertas ini?"


Dia berkata "Bukan aku, tetapi adik kamu Mylo yang menulisnya, aku yang mengajarkan dia."


Aku langsung kaget, pantas saja tulisan ini begitu berantakan "Jadi kamu yang menarik dan memintahku untuk tidak naik keatas gunung ?"


Dia terdiam lagi.


Aku merasakan kedinginan yang sangat menusuk, kedua rahangku terus bergetar, sekujur badanku terasa akan segera membeku, jari tangan pun menjadi kaku.


Saat maasih meronta-ronta tadi aku tidak merasakannya, sungguh dingin yang tidak bisa di tahan lagi.


Melihatku tidak berkata apa-apa lagi, dia memanggil dengan panik "Ryung Chen....!!!


Aku berkata dengan mulut bergemetaran "Dingin sekali."


Dia pun berkata "Gawat, semua energi buruk telah masuk dan berkumpul di dalam peti, Ryun Chen, suhu dari energi-energi itu tidak seperti dingin yang biasa, cepat kamu keluarkan buku yang di beri Kakek Buta ke kamu."


Buku itu terus ku genggam dalam tangan.


Tetapi disekitarku gelap semua, sama sekali tidak terlihat apa-apa.


Dia berkata "Kamu tutup mata, bayangkan sedang membaca buku, ini bisa membuat rasa dingin berkurang."

__ADS_1


Aku pun mengikuti anjurannya.


Terbukti, cahaya terang muncul di depan mata dan asalnya dari dalam buku, semakin lama semakin jelas, semua tulisan itu sedang memancarkan cahaya.


Ternyata buku ini menyimpan sebuaah rahasia !.


Tetapi aku tetap merasa terlalu dingin, perlahan aku pun mulai tidak sadar diri.


Apakah aku akan mati seperti ini ?


Aku yang setengah sadar seperti mendengar perempuan itu memanggilku dengan keras, kemudian terdengar suara tangisan, dia menangis sangat lama.


Beberapa saat kemudian.


Tanganku perlahan menyentil, jari-jariku mulai di gerakan, pikiranku pun mulai tersadar kembali.


Aku tidak mati ?


Aku langsung kepikiran mengenai hantu perempuan diluar sana.


Phaamm !!! Phaamm !!!


Aku mengetuk tutup peti, sambil berteriak " Hei, apakah kamu masih diluar sana?"


Tidak ada suara apapun luar.


Aku memanggil lagi, tidak ada yag menjawab, apakah dia sudah pergi atau telah terjadi sesuatu padanya?


Jika bukan karena dia memberitahuku ada energi yang tersimpan dalam buku Kakek Buta.


Mungkin aku sudah mati kedinginan.


Phaamm !!! Phaamm !!! Phaamm !!!


Aku tidak ingin mati disini, aku berharap bisa melihat dunia luar lagi, aku ingin terus hidup, sekalipun bisa menangkis energi buruk itu, pelan atau cepat aku tetap akan mati karena pengab dan kelaparan.


Tetapi peti yang terkubur didalam lahan peti ini tertimpa oleh tanah dengan berat berton-ton.


Sama sekali tidak mungkin untuk keluar.


Hanya bisa menunggu musim hujan dan petir tiba.


Semoga sebelum musim hujan dan petir tiba, aku bisa terus bertahan hidup.


Berdiam di dalam peti sungguh membosankan, aku pun kembali membaca buku yang diberikan Kakek Buta, setiap baris di penuhi huruf-huruf yang terang keemasan.


Tulisan itu sangat kuno, aku bisa melihat itu seperti aksara China, saat membacanya pun cukup menguras energi, tetapi inilah satu-satunya yang bisa aku lihat saat ini, lebih baik dari pada tidak ada sama sekali, aku pun mulai fokus membacanya.


Secara perlahan aku mulai paham, semua itu tentang ilmu YingYang, berhubungan dengan hantu dan pengetahuan akan jimat-jimat.


Suhu dalam peti kembali terasa dingin.


Aku kepikiran sebuah kemungkinan.


Mungkin langit diluar mulai gelap, saat langit gelap, maka energi buruk pasti akan berkumpul ke dalam lahan peti, kemudian menembus masuk ke dalam peti.


Dan tadi tidak merasa dingin, mungkin karena hari masih siang.


Ternyata semua logikaku seperti ini.

__ADS_1


Tidak beberapa lama, aku kembali merasa seolah-olah berbaring di atas lapisan es yang dingin.


Dinginnya menusuk hingga ke dalam tulang.


Kedinginan itu terus mengikatku.


Aku lebih memilih untuk langsung mati karena begini rasanya sangat tersiksa.


Tiba-tiba terasa sesuatu jatuh ke tanah.


Apakah itu tetesan air hujan ?


Saat pikiran tentang hujan dan petir, aku langsung merasa sangat senang.


Diikuti dengan suara gemuruh.


Sungguh ini hujan berpetir, sungguh?.


"Petir, sambarlah aku !!!"


"Sambarlah aku !!!"


Aku berteriak dengan suara keras, suara gemuruh itu tidak berhenti terdengar, hujan deras ditambah angin kencang, terdengar suara tanah dan batu berjatuhan.


"Sambarlah aku !!!"


Petir kuat menyambar di atas langit, seolah-olah akan segera membelah langit menjadi beberapa bagian.


ZzzRrrr !!!


Petir pun menyambar tanah, hingga tanah itu meledak dan hancur sedalam satu meter.


Hatiku mulai tegang, darah-darah mulai terasa panas, sungguh tersambar ke tanah, aku pun berteriak semakin keras "Sambarlah aku ! cepat sambar aku!."


ZzzRrrr !!!


Kali ini sambaran petir tertujuh pada tanah di atasku.


Terdengar suara yang besar.


Aku melihat petir itu menembus masuk ke dalam peti.


Segera aku langsung berteriak lagi dengan nada yang keras "Sini, cepat Sambar aku !!!"


ZzzRrrr !!!


Petir kembali menyambar dengan kuat, hingga semua tanah yang di atas peti hancur berantakan.


ZzzRrrr !!!


Terdengar suara yang sangat mendengung di telinga.


Tutup peti bersama tanah-tanah ikut terbang setinggi 2 sampai 3 meter ke atas, lalu bergelinding dipermukaan dan terbakar.


Aku masih berbaring di dalam peti, terlihat air hujan mulai mengalir masuk dengan cepat dan petir yang menyambar di ujung langit.


Akhirnya aku bisa melihat dunia luar lagi.


Mataku langsung berkaca-kaca, air mata yang panas mengalir ke bawah.

__ADS_1


Aku pun menangis.


Aku pun berdiri di atas peti mati, rasanya enak dan lega sekali, aku membentangkan tangan dan membiarkan air hujan membasahi badanku.


__ADS_2