
Aku melihat ke arah dalam huntan kecil, tidak ada siapa-siapa disana, seketika mulai panik " Dimana kakak yang kamu maksud?"
Mylo menunjuk ke bawah pohon " Itu dia sedang berdiri disana" Sambil berkatam dia juga melambaikan tangan ke arah pohon itu.
Rasa takut semakin menyelimuti tubuhku.
Kedua tangan dan kakiku pun mulai ikut bergetar.
Mylo berkata " Kak, ini Kak Ryung"
Tanpa berkata-kata, aku langsung menggendong Mylo dan Kabur dari tempat itu.
Terdengar Mylo masih terus berbicara " Sampai jumpa Kakak, lain kali kita bermain lagi ya"
Aku berlari secepat mungkin hingga sampai di desa dengan nafas yaang terengah-engah, melihat orang lalu lalang membuat hatiku jauh lebih tenang.
Mylo pun berkata" Kak, kenapa kamu tidak biarkan aku bermain dengan Kakak itu?"
Aku berkata dengan nada yang rendah dan tegas " Mylo, Kamu ingat baik-baik, lain kali jangan bermain sendiri ke sekolah, jika sampai ketahuan aku akan memukulimu, ingat tidak !"
Mata anak itu langsung memerah, wajahnya pun terlihat sangat sedih.
Aku tidak ingin galak kepadanya, tetapi tidak ada cara lain, jika tidak menggeretaknya, bagaimana jika akan terjadi masalah padanya.
Setelah mengantar Mylo kembali ke rumahnya, aku pun langsung menuju rumah guru dan menceritakan masalah itu pada Kakek Buta.
Kakek Buta berkata" Dia tidak melakukan apa-apa terhadap adik sepupumu, harusnya tidak akan mencelakainya, kamu tenang saja, tunggu masalah guru sudah selesai, barulah aku pikirkan cara untuk membereskannya"
Aku mengangguk " Lebih baik begitu"
Guruku berasal dari keluarga kaya raya, Angel Senganja mengundang seorang ahli dari kota untuk memilihkan posisi kuburan untuk Ayahnya, yang katanya adalah Seorang Pendekar Profesional.
Ahli yang satu ini memang sangat terkenal.
Dia mengemudikan sebuah mobil mewah dan melewati kampung yang tidak pernah dilewati mobil mahal, semua mata tertujuh padanya.
Keluarlah Seorang laki-laki tampan berumur 22 tahun dari dalam mobil, dia memakai kameja berlengan panjang hitam dengan badan tinggi kurus dan wajah yang penuh wibawa dan sebuah kipas kecil di tangannya.
Aku pun langsung berkata pada Kakek Buta " Hei Kek, dia ini bukan seorang penipu kan?"
Kakek Buta berkata " Orang ini sungguh hebat, jangan lihat wajahnya yang masih muda, banyak Kakek yang berumur 80 tahun memanggilnya sebagai Guru".
Laki-laki muda itu tersenyum dan menyapa orang-orang desa, lalu berkata pada Angel " Mumpung matahari belum terbenam kita cepat cari titik ke atas gunung"
Semua orang desa yang sudah meninggal pasti dikuburkan di pegunungan bagian belakang.
Tuan Lee pun berjalan hingga sampai ke kaki gunung, mengangkat kepala dan tersenyum dengan percaya diri, terlihat misterius.
Dia menutup kipas kecilnya dan berkata " Semua hal dapat dikendalikan."
Selesai berkata, dia pun berjalan menaiki gunung.
Sepanjang pendakian itu dia tidak berhenti dan entah sejak kapan kipas pada tangannya berubah menjadi kompas.
Semakin berjalan ke atas, Paman Sun semakin tidak senang.
Dia menghentikan langkah kaki dan berkata "Angel, sampai disini saja."
Angel mengusap keringat di kening dan berkata " Tuan Lee adalah orang yaang hebat, kita ikuti saja dia"
__ADS_1
Paman Sun menghentakkan tongkatnya dengan kuat " Sudah sampai sini saja"
Saat Angel pergi selama 2 tahun, banyak kejadian di dalam desa yang tidak diketahui Angel.
Posisi kuburan sudah di pilih oleh Paman Sun, letaknya tidak jauh dari atas, tentu saja dia tidak ingin ada orang yang berkedudukan lebih rendah dimakamkan diatas kuburannya.
Aku menjelaskan hal ini pada Angel.
Orang dalam desa juga berkata demikian, cukup mencari yang cocok saja.
Angel berkata " Tunggu Tuan Lee selesai menetapkan titiknya dulu"
Jika Tuan Lee memilih titik yang terendah dari letak kuburan Paman Sun, maka tidak ada yang perlu diributkan lagi"
Paman Sun merasa saangat kesal, dia tidak ingin berjalan lagi, langsung mencari sebuah batu besar dan duduk di sana.
Dia berhenti disana dan orang-orang desa pun ikut berhenti.
Angel berpura-pura tidak melihatnya dan terus mengikuti Tuan Lee mendaki keatas.
Paman Sun berkata dengan nafas terengah-engah " Kuburan Kakeknya ada diatas sana, aku rasa dia semakin bersekolah semakin bodoh, sedikit aturan pun tidak tahu, sungguh kekurangan bimbingan orang tua."
Orang-orang yang mempersiapkan pemakaman sudah berjalan jauh, aku pun mengikuti mereka.
Tuan Lee berdiri di sebuah hutan rindang, melihat kami dan berkata " Disini saja"
Tinggi sekali !!!
Tempat yang kami pijaki saat ini hampir mendekati puncak gunung.
Saat musim panas, udara dalam hutan akan terasa pengab, apalagi didalam hutan tertutup rapat seperti ini, tetapi anehnya tempat ini malah terasa sejuk dengan angin yang bertiup sewaktu-waktu.
Kuburan terasing.
Aku bertanya " Apa itu kuburan terasing?"
Kakek Buta berkata " Kuburan terasing adalah salah satu jenis kuburan, sangat jarang digunakan oleh orang-orang di tempat seperti ini sama saja dengan memustuskan hubunganya dengan keluarga dan semua baik-buruk didunia, anak cucunya juga tidak akan mengakui orang ini lagi, akan dilupakan secara perlahan."
Kakek Buta berkata bahwa selama hidupnya dia belum pernah melihat ada yang dinamakan di tempat seperti ini, jika bukan karena membaca dari buku, dia bahkan tidak tahu jenis kuburan yang sungguh tidak berarti seperti ini.
Aku bertanya " Kuburan seperti ini tidak berarti sama sekali?"
Jika memang tidak ada artinya, lalu kenapa Tuan Lee yang terkenal profesianal ini malah mencarikan Angel sebuah kuburan seperti ini.
Kakek Buta berkata " Benar, tidak ada arti apapun"
Kuburan terasing digunakan untuk memutuskan hubungan orang yang telah meninggal dengan keluarganya, tidak ada maksud lain.
Jika memang seperti ini, maka lebih baik dilakukan kremasi saja, untuk apa repot-repot menggali liang kubur.
Aku berkata " Tuan Lee pasti seorang yang jahat dan penipu"
Kakek Buta menggelengkan kepala dan berkata " Dia berhasil mencari sebuah lahan peti di dalam hutan besar, secara tidak langsung dia menunjukkan keahlian dalam dirinya"
Aku lanjut berkata "Memangnya dia ingin mencelaikai Guruku"
Aku langsung menyalahkan perkiraanku, Kakek Buta baru saja berkata bahwa kuburan ini berfungsi sebagai pembatas dengan dunia luar, jika dia ingin mencelakakan Guru, maka dia bisa saja mencarikan lubang iblis untuknya.
Tetapi kenapa dia tidak melakukannya?
__ADS_1
Angel bertanya " Disini Boleh ya?"
Tuan Lee membuka kipas kecilnya dan mulai mengipas dan dengan percaya diri berkata " Ini tempat yang paling bagus"
Angel berkata " Baiklah kalau begitu disini saja"
Saat tahu Angel memilih titik kuburan yang sangat tinggi untuk Guru, Paman Sun pun tidak setuju.
Mereka mulai beradu mulut.
Setahu aku Angel adalah seorang perempuan yang lemah lembut, tetapi kali ini dia malah terlihat sangat tegas, sedikit pun dia tidak mau mengalah.
Kedua pihak masih terus bertengkar.
Demi memohon persetujuan orang desa, Angel tidak hanya meminta Tuan Lee untuk mencarikan titik baru, dia juga membayar uang sebesar 10 juta untuk orang desa.
Mengeluarkan begitu banyak uang dan pengorbanan hanya untuk sebidang lahan peti?
Ini membuat semua orang merasa sangat heran.
Kakek Buta berkata "Mungkin ada unsur lain di balik kematian Guruku"
Ini memang membuat orang kebingungan, tetapi setelah itu, keputusan Angel berikutnya lebih mengejutkan, dia bahkan meminta menguburkan Ayahnya lebih awal dengan alasan cuaca yang panas.
Sebelum hari ke-7 sudah dilakukan pemakaman?
Kakek Buta bertanya " Kira-kira mau dimakamkan kapan dan jam berapa, agar kami bisa melakukan persiapan"
Tuan Lee menjawab " Jam 12 malam ini"
Kalimat itu baru saja diucapkan, spontan membuat sekumpulan tim pemakaman mulai berunding dan berdebat.
Tidak masalah jika di percepat 1 atau 2 hari, Tetapi jika begini, sama saja dengan langsung dimakamkan, tidak seorang pun berani membantah, pekerja seperti mereka hanya bisa menuruti apa kata Tuan Lee.
Kakek Buta pun berbisik padaku, bahwa semua tradisi yang beredar di masyarakat memiliki makna tersendiri.
7 hari adalah masa kembalinya arwah ke dunia manusia, jika dimakamkan sebelum hari ke-7, maka saat kembali nanti, Guru akan kesepian dan akan bergentayangan.
Tentu saja aku tidak ingin Guru menjadi hantu gentayangan, langsung bertanya " Bagaimana cara mengatasinya?
Kakek Buta berkata " Kecuali sebelum dimakamkan, cari dulu arwah Gurumu kemari"
Kakek berbadan bungkung menambahkan dengan serius "Ini adalah satu-satunya cara"
Aku lanjut bertanya "Bagaimana cara mencarinya?
Kakek Buta menjelaskan "Gurumu ditabrak mati di depan gerbang desa, jaraknya dekat dengan rumah, seharusnya tadi malam dia sudah kembali, tetapi kenyataannya belum, mungkin dia terhalangi oleh sebuah sungai"
Memang ada sebuah sungai kecil di gerbang desa kami.
Kakek Buta berkata "Dunia manusia dan dunia arwah"
Aku seperti pernah membaca kalimat ini dalam buku : Dunia Manusia Dan Dunia Arwah.
Juga diam-diam aku telah mengerti maksud dan aturan dalam kalimat itu.
Tentu saja di atas sungai ada sebuah jembatan, tetapi itu adalah jembatan di dunia manusia, Guru tidak mungkin melewati jembatan itu.
Kakek Buta berkata "Panggil dan arahkan jalan agar Gurumu bisa lewat dari sungai itu"
__ADS_1
Dia juga berkata bahwa semua harus dilakukan sebelum mayat Guru diberangkatkan ke pemakaman, jika tidak, maka arwah Guru tidak bisa pulang dan selamanya akan menjadi hantu gentayangan.