
Terlihat sepasang kaki menapak diatas lantai membuat Handini yang semula menunduk kebawah beralih mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit.
"Kau sedang apa disini? masuklah sudah malam nanti besok kesiangan, kau akan mendaftar kuliah bukan? " Farhan masih memperhatikan istrinya tersebut yang hanya diam saja, membuat ia mengerutkan keningnya.
Handini tidak menjawab sekali, ia dengan santainya melangkah masuk kedalam kamar melewati suaminya yang sedang berdiri diambang pintu. Ia berusaha menenangkan dirinya dan mencoba menghindar dari suaminya.
Saat sudah sampai diatas ranjang, ia segera membalutkan selimut hampir diseluruh badan menyisakan hanya kepalanya. Dengan posisi membelakangi suaminya, ia seketika merasa aman.
Handini merasakan ada guncangan pada ranjangnya menandakan bahwa suaminya sudah naik ke atas ranjang. Dengan segera ia memejamkan kedua matanya berharap akan segera terlelap. Namun bunyi notifikasi yang berasal dari ponselnya membuat ia harus membuka matanya kembali untuk menjangkau ponselnya yang berada diatas nakas.
*1 pesan dari Salsa
"Oke Din, besok kita daftar kuliah bareng ya, besok kau mau aku jemput atau bagaimana*? "
Handini berfikir sejenak "Kau jemput saja kesini ya Sal, besok suamiku sudah mulai berangkat kekantor"
"Cieee... suami, ehem ehem, oh ya kau sudah begituan belum? (emot ketawa) "
"Hey.... kau ini dasar mesum, sudahlah aku mau tidur, besok jangan lupa jemput aku"
Tanpa menunggu balesan dari sahabatnya tersebut, Handini langsung menaruh ponselnya ketempat semula dan mulai memejamkan matanya kembali.
-----
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar menghentikan aktivitasnya yang saat ini sedang memasak. Namun suaminya yang baru keluar dari kamar mandi, memberi kode agar ia melanjutkan memasak saja. Handini pun mengangguk.
__ADS_1
Ceklek..
Senyuman yang mengembang terpasang dengan jelas dibibir wanita muda itu namun perlahan menyurut tatkala melihat seseorang didepannya bukanlah yang ia harapkan.
"Om, Dininya ada? " tanya Salsa dengan wajah yang tidak bisa ditebak.
"Ada sedang memasak, masuklah dulu kita sarapan bersama" tawar Farhan yang kini telah melangkah masuk kedalam rumah setelah membuka pintu lebar-lebar.
"Haii Sal " Handini menyapa sahabatnya yang sedang berada dibelakang suaminya ,memberikan senyuman tulus untuknya.
"Haii juga Din, kamu masak apa? " tanyanya berbasa-basi padahal terlihat dari dirinya berdiri pun ,ia sudah melihat bahwa sahabatnya sedang memasak nasi goreng.
"Nasi goreng, ayo sarapan bareng" Handini mematikan kompor saat dirasa nasi goreng buatannya sudah matang.
Aroma harum dari nasi goreng buatannya menambah rasa lapar yang kini Farhan rasakan.
Setelah selesai sarapan, Farhan bergegas menuju mobilnya yang sebelumnya telah berpamitan kepada istrinya tersebut.
"Apa? " jawabnya pura-pura tidak tahu.
"Tau ahh... kau ini menyebalkan" Salsa meninggalkan Handini dan berlalu keluar rumah, sedangkan Handini hanya bisa menggelengkan kepala.
----
Suara klakson yang berasal dari mobil belakang membuat sopir Salsa mengumpat habis-habisan. Lampu hijau yang baru menyala menjadi sasaran untuk mobil yang tidak sabar untuk melajukan mobilnya dengan cara menglakson.
Handini dan Salsa hanya bisa menahan tawanya saat mendengar umpatan dari sopir Salsa yang menggunakan bahasa jawa, walaupun mereka tidak tahu artinya namun cukup lucu juga didengarnya.
__ADS_1
"Pak, itu kampusnya didepan berhenti ya" perintah Salsa saat kampus yang akan mereka tuju sebentar lagi sampai.
"Baik non" Supir Salsa mengerem mobilnya persis didepan gerbang kampus.
"Bapak tunggu disini ya" Handini dan Salsa bergegas turun.
Setelah hampir satu jam, mereka akhirnya selesai untuk mendaftar kuliah.
Mereka berniat untuk segera pulang karna Handini ingin membereskan rumah dan menyiapkan makanan sebelum suaminya pulang. Salsa pun mengertikannya, ia tidak bisa seenaknnya mengajak sahabatnya untuk bermain seharian dengannya karna sekarang statusnya sudah berubah.
Dengan langkah yang berat Salsa mengikuti Handini yang sedang berjalan mendahului menuju arah mobilnya.
Namun mata Salsa menangkap satu sosok tak asing dimatanya yang sedang berdiri jauh darinya namun arah pandang sosok itu mengarah kepada Handini.
Salsa melanjutkan langkahnya yang sudah tertinggal jauh dari sahabatnya.
"Kau ini jalannya cepat sekali" Salsa masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karna berjalan cepat menyusul sahabatnya.
"Kenapa juga kau berusaha mengejarku, tidak akan ditinggal juga, ini kan mobilmu" Handini menyandarkan punggungnya di kursi mobil untuk sedikit menghilangkan rasa lelah yang melanda.
"Ohh iya ya, kau benar juga, kenapa aku seperti orang gila yang mau mengejarmu" Salsa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Namun tiba-tiba Salsa teringat sesuatu namun saat menengok kearah samping ternyata sahabatnya sudah memejamkan mata dan sepertinya sudah tertidur.
.
.
__ADS_1
.
Like ya kalau kalian sukaa....