My Ailyyn

My Ailyyn
Dexon Ailyyn dan Rachel


__ADS_3

” Kamu terlalu berbelit-belit jawab Dexon


Ailyyn hanya menunduk karena jawabannya tidak di terima oleh Dexon, Kalau sayangkan sudah pasti suka tuan, tapi kalau suka belum tentu sayang maksud saya itu, batin Ailyyn


Dexon duduk di tengah-tengah mereka dengan Rachel yang tidak mau lepas darinya dan Ailyyn yang ukuran jarak duduknya lima jengkal tangan


” Kamu jiji dekat dengan saya? tanya Dexon


” tidak tuan maaf, jawab Ailyyn spontan


” lalu kenapa duduk mu dari tadi terus bergeser mengikis jarak jawab Dexon


” maaf tuan saya merasa aneh kalau duduk terlalu dekat jawab Ailyyn


” kamu bilang saya aneh? memangnya siapa tadi yang menyuruhmu duduk berdekatan denganku?


” maaf tuan saya salah jawab Ailyyn mengalah karena menurutnya itu lebih baik


” cih salah kamu dimana? tanya Dexon


” salah saya duduk di dekat tuan dan saya terus mengikis jarak terhadap tuan Ailyyn menjawab demikian


” lalu apa perduli nya saya cih jawab Dexon


Huh kenapa lelaki ini sangat sensitif sih batin Ailyyn


Ailyyn hanya duduk santai menyantap cemilan berat yang ada di meja sana, berbeda dengan rachel dan Dexon saling menyuapi potongan buah ke dalam mulut mereka bahkan sesekali Dexon mencubit pipi Rachel


Sangat aneh dan menggelikan masa wanita mau saja di goda-goda seperti itu, aku saja sama kang badra belum pernah tuh pegangan tangan malah kalau ngobrol selalu saja aku di bawah pohon dan mas badra di atas pohon hmmm jadi kangen kang badra batin Ailyyn


” Apa yang sedang kamu pikirkan? tanya Dexon Seperti sebuah bentakan membuat Ailyyn yang sedang melamun cemberut terbuyarkan suasana nya


”Saya merasa aneh sama wanita yang mau di pegang-pegang seperti itu dan anehnya lagi kenapa laki-laki dengan mudahnya memoerlakukan wanita seperti mainan nya , jawab Ailyyn cepat spontan karena kaget dengan bentakan Dexon


” Cih apa urusan nya dengan mu? Rachel menjawab ucapan Ailyyn tersebut


” maaf tuan maafkan saya mbak rachel saya tidak bermaksud seperti itu, sebaiknya saya masuk ke kamar saja selamat bermesraan, Ailyyn segera pergi dari hadapan mereka karena tidak ingin membuat Dexon semakin marah

__ADS_1


* Aku merasa aneh, memangnya hari gini ada ya wanita yang tidak mau di pegang dan dekat denganku? kayaknya ada yang aneh sama tu cewe batin Dexon


” Kenapa kamu mau di pegang oleh saya? tanya Dexon pada Rachel


” Karena saya menyukai anda tuan


” lalu kenapa wanita itu merasa risih dengan kedekatan kita seperti ini? tanya Dexon


” mungkin dia cemburu atau syirik sama saya karena saya bisa sedekat ini dengan tuan, dan satu lagi dia sangat munafik dan terlalu menganggap dirinya suci! jawab Rachel


Dexon hanya diam mendengar jawaban Ailyyn, dia menjadi ingat pada istrinya karena menurut dia hanya istrinya yang mempunyai sifat dan hati yang tulus padanya


Rachel melihat Dexon dengan raut wajah seperti sedang memikirkan seseorang sekarang


” Tuan apakah ada yang mengganggu pikiran anda saat ini? tanya Rachel


” Itu bukan urusan mu jawab Dexon melepaskan pelukan rachel dari tubuhnya


Dexon pergi meninggalkan Rachel sendirian di ruangan itu dan masuk ke dalam ruangan kerja miliknya, untuk menghilangkan rasa bosannya dia selalu bermain game yang akan membuatnya sedikit lebih tenang saat sedang memikirkan istrinya ”Sudah lama sekali kamu pergi tapi aku belum menemukan wanita sepertimu tolong bantu aku! batin Dexon


” Tuan kamu harus menjadi milikku! batin Rachel di luar sana


” Bagaiman aku bisa menghubungi babah dan ibu apa mereka merindukan ku, atau mereka sedang bersenang-senang, kang badra tolong jemput ailyyn kesini ini terasa berat, apa kang badra tidak merindukan Ailyyn gumamnya sendiri di dalam ruangan tertutup itu


Dia menyenderkan badan nya menekuk kedua lutut dan memegang nya, Pedih sekali bukan? dia mempunyai kedua orangtua yang masih lengkap tapi sangat tega menukar anaknya hanya karena uang, padahal selama ini dia selalu menuruti apa mau babahnya tapi tidak dengan kondisi saat ini, dia hanya perlu mengakhiri hubungan nya dengan sang kekasih dan harus berusaha menjelaskan nya karena dengan begitu mungkin badra tidak akan kecewa


” Kenapa aku tidak kepikiran untuk meminjam casan pada ibu pelayan, ucap Ailyyn dengan mata yang berbinar terlihat sangat senang disana


Dia berlari dan ke luar dari dalam kamarnya menuju ruangan belakang tempat dimana para pelayan sedang beristirahat, aksinya itu terlihat oleh Dexon yang sedang menaiki tangga menuju kamarnya


" mau ngapain dia kebelakang heran Dexon melihat Ailyyn berlari kecil


Setelah sampai di ruangan dimana para pelayan sedang berada di kamarnya masing-masing, Ailyyn melihat ibu pelayan sedang mematikan lampu di ujung sana


” permisi bu, sapa Ailyyn


” Nona untuk apa anda datang kemari nanti tuan bisa marah kalau dia tau tanya ibu pelayan

__ADS_1


” Bu saya boleh minta tolong? pinta Ailyyn


” Apapun itu nona coba katakan pada saya, jawab ibu pelayan


” Apa saya boleh meminjam casan hp, casan saya tertinggal di rumah saya handphone saya sudah lama mati semenjak datang kesini kata Ailyyn


” Ya ampun nona sebentar saya ambilkan dulu ya, jawabnya


Ailyyn masih berdiri menunggu ibu pelayan mengambil casan untuk dia pinjam


” Ini nona coba dulu mudah-mudahan bisa pas sama handphone itu, kata ibu pelayan dan Ailyyn mencoba nya


” Alhamdulillah bisa bu, Terimakasih nanti akan saya kembalikan kata Ailyyn senang


” tidak usah nona, pakai saja karena itu tidak terpakai saya ada satu lagi, kata ibu pelayan


” benarkah? Terimakasih bu kalau gitu saya pergi dulu ya, Selamat istirahat dan selamat malam Ailyyn melambaikan tangan dan melangkah pergi menuju kamar nya berjingkrak-jingkrak kesenangan karena handphone nya akan segera menyala


" Apa sedang kamu lakukan tanya seseorang di atas tangga yang tak lain adalah Dexon


” Tuan? saya tidak melakukan apapun tuan, saya hanya pergi ke belakang sebentar meminjam ini, Ailyyn mengangkat casan itu


" cih hanya casan doang membuatmu senang seperti itu? ledek Dexon


” tentu saja tuan, saya senang karena handphone saya akan menyala kembali dan bisa menghubungi babah sama ibu di kampung jawab Ailyyn


”memang nya kenapa dengan handphone mu? tanya Dexon


” Handphone saya mati semenjak saya datang kesini karena saya lupa membawa casan jawab Ailyyn


” Kenapa kamu tidak bilang sama saya? tanya Dexon


" mmmm saya malu tuan hehe jawab Ailyyn


” Cih berapa usiamu kenapa seperti bocah saja tingkahmu itu? tanya Dexon


” Duapuluh empat tahun nanti dua bulan lagi, jawab Ailyyn

__ADS_1


Dexon hanya menanggapi nya dengan kedua alis yang dia naikan ke atas lalu masuk ke dalam kamarnya


__ADS_2