
Happy reading My Ailyyn
Malam menjelang subuh, Dexon masih di dalam gedung hiburan itu di temani Shelly
" Ini gimana, dia mabuk berat aku bingung harus nganter dia kemana kata Shelly
" Mmmm coba kamu lihat ponsel nya, mungkin kamu bisa ngasih tau orang terdekat nya, kata pemilik tempat hiburan
Dengan berat hati Shelly mengambil ponsel milik laki-laki itu, terpaksa melakukannya karena ini darurat
” Aduh hey bangun!! sadarlah, kata Shelly pada Dexon
” Duuh maaf ya hp kamu aku pake dulu buat nelpon seseorang yang bisa jemput kamu kesini, kata Shelly
Tangannya sudah mengambil handphone dari dalam tas kecil yang sedari tadi Dexon pegang, Duh ini handphone yang mana ya ada dua, kata Shelly
” yang mana saja cepat!! Kata temannya
” Ah atau engga lihat KTPnya saja Disana pasti ada alamat lengkap miliknya satu teman Shelly memberitahu
" Ah kamu benar juga,
Dari niat menghubungi seseorang kini mereka beralih ke kartu penting milik Dexon
” Ini alamat lengkapnya, kata Shelly
” Ayo anterin sekarang
Penjaga Disana membawa Dexon keluar
" Tersisa satu mobil apa itu mobil milik dia? tanya Shelly
” Mungkin saja, tapi siapa yang mau membawa mobil seperti itu, tidak ada yang bisa!! Kata Teman nya Shelly
" Gila keren banget mobilnya, si Andre salah ngomong nih sama ni cowo bilang modal tampang, milyuner bosqu kata teman Shelly
" Hussh kalian malah sibuk ngomongin mobil, cepat antar saja ke mobil yang biasa di gunakan disini, simpan saja mobil dia kan ada penjaga disini, kata Pemilik club hiburan
Mereka sudah masuk ke dalam mobil, Di belakang ada satu penjaga ikut mengantar karena Shelly pasti akan kesusahan nantinya, dan di depan ada pemilik club bersama supir yang sedang mengemudi
Tidak lama mereka mencari alamat yang di tujunya hari ini, pemilik club malam yang cukup pintar dalam sekejap saja dia sudah tau, maklum tukang main kesana kemari jadi sudah tau dan terbiasa
” Ini bener rumahnya pria ini disini kata ibu pemilik club
__ADS_1
” Iya Bu apa benar ini, mewah sekali tempat tinggal nya kata Shelly
” Wah saya baru melihatnya hari ini, mungkin dia pernah ke tempat kita sebelumnya tapi sudah lama, benar-benar beruntung kita hari ini
" Tapi bagaimana ini Bu, dia belum membayar semua minuman nya
” Ish kamu ini Shel, tenang saja, besok dia akan ke tempat kita membawa mobilnya dan itu bisa jadi jaminan dulu buat kita,
Setelah bercakap sebentar, mereka sudah memasuki gerbang komplek utama yang sangat tinggi dan besar itu, penjaga Disana bertanya karena mobil itu bukan milik yang tinggal Disana
" Selamat malam apa anda perlu sesuatu? tanya penjaga
" Maaf pa, saya mau ke rumah atas nama Dexon Rajendra Dimana ya? tanya pemilik club
" Oh anda bisa lurus saja, rumah no 08 di depan gerbang besar itu rumahnya tuan Dexon jawab penjaga
" Baik pa terimakasih jawab pemilik club
Mereka membawa mobilnya cukup jauh dari gerbang masuk ke dalam rumah itu, Yang di dalam mobil hanya bisa terbelalak saking beruntung nya bisa masuk ke dalam komplek semewah ini
" Ini benar-benar tempat pengusaha yang bukan kaleng-kaleng kata Pemilik club
Mereka segera turun dari dalam mobil setelah menemukan rumah Nomor delapan yang di tunjuk oleh penjaga tadi
Di luar gerbang rumah utama sudah ada dua penjaga menatap sinis ke arah mereka
”m-mmm ini mmm kita mau mengantar yang bernama Dexon Rajendra, dia di dalam mobil kami
” Apa yang kalian lakukan!! bentak penjaga satu dan yang satunya lagi berlari menuju dalam mobil mengeluarkan satu pistol
Lantas mereka yang melihat itu langsung terkejut melihat ada pistol di tangan penjaga
” Kenapa tuan kami bisa bersama kalian!! Kata penjaga
" D-dia dia tadi pergi ke tempat kami !!
" Tempat apa!! bentak penjaga
” Tempat hiburan, club malam, dan dia mabuk parah,!! jawab pemilik club, Shelly tidak bisa bicara karena dia sudah takut duluan, sedangkan penjaga club Masih berada di dalam mobil menahan Dexon
” Kamu yang di dalam mobil keluarlah, kata penjaga rumah Dexon
Seketika ke empat bodyguard Dexon keluar dari dalam rumah itu karena seorang penjaga sudah melaporkan bahwa tuan nya bersama orang yang tidak di kenal
__ADS_1
” Kalian cepat masuk ke dalam!! kata bodyguard pada pemilik club dan Shelly beserta penjaga club itu yang benar-benar menciut karena dia seorang diri
Penjaga dan bodyguard pribadi Dexon melihat ke dalam mobil memastikan apakah yang mereka katakan tadi itu benar atau tidak
Setelah membuktikan kebenaran nya akhirnya Dexon di bawa ke dalam rumah, Dia di bawa ke atas dan masuk ke dalam kamarnya
Ibu pelayan yang menyaksikan itu merasa cemas, dia membangun kan Ailyyn tidak sabaran, mengetuk pintu kamar nona dengan tergesa-gesa
” Kenapa Bu? tanya Ailyyn dengan suara serak bangun tidur
" Nona Naiklah ke atas dan lihat keadaan tuan sekarang kata Ibu pelayan
" Hah tuan baru pulang jam segini kata Ailyyn
" Cepat nona Naiklah!! Kata ibu pelayan
ini laki-laki satu udah mah ganggu terus bikin repot semua orang!! batin Ailyyn kesal
Setelah kedatangan Ailyyn bodyguard itu hanya berdiri di depan pintu kamar sang tuan
” kalian bisa pergi!! kata ibu pelayan
" Maaf Bu, sebelum orang yang mengantarkan tuan pergi maka kami pastikan akan menjaga tuan disini Jawa bodyguard
” Dimana mereka sekarang? tanya ibu pelayan
” Di ruangan bawah!! jawan bodyguard
Ibu pelayan turun ke ruangan bawah, kedua tangannya di kepalka kebelakang, badannya tegak memasang wajah galaknya, apapun yang berurusan dengan tuanya maka dia akan menjadi seorang ibu pelayan yang galak!!
Sedangkan dengan Ailyyn terlihat sudah biasa menyaksikan pemandangan yang kini baru terjadi lagi setelah beberapa hari kebelakang tidak dia lihat
" Huuh lagi dan lagi, minum lagi, terus saja seperti itu!! omel Ailyyn sambil membuka baju milik suaminya
" Tuan tuan sampai kapan anda akan begini terus, bahkan saya sendiri saja yang melihatnya sudah cape, apa anda tidak cape? oh tentu saja tidak, ini sangat menyenangkan Ailyyn, Ailyyn menjawab pertanyaan nya sendiri
Sekesal apapun dia pada suaminya, meski tidak pernah di anggap bahkan tidak apa-apa nya di mata pria itu, tapi tetap saja dia ingin menjadi seorang istri yang Sholehah karena jodoh itu cerminan, suatu saat semua ini akan berubah, maka tetaplah menjadi orang baik dan jangan membalas keburukannya
Kejahatan di balas dengan kebaikan, Api yang begitu membara akan padam jika terus menerus di siram oleh air, Ailyyn berharap seperti itu, hati Dexon yang keras bagai batu akan hilang dengan sendirinya jika Ailyyn terus berusaha membuang batu yang menghalangi hatinya itu, yang Ailyyn tau sekarang, dia percaya bahwa laki-laki di depannya nya itu adalah seorang penyayang
Dia memang sangat polos dalam hal percintaan bahkan jauh dari kata dewasa, seiring berjalannya waktu Ailyyn mulai terbiasa dengan kehidupan yang sekarang, sedikit demi sedikit Ailyyn berubah menjadi dewasa karena selalu menghadapi orang egois di dekatnya
Cara Tuhan mendewasakan ku itu sangat indah, lewat orang yang seperti anda sudah cukup membuat ku berubah tuan, Terimakasih ya Allah, aku tau arti dari pembelajaran menuju dewasa dan arti kesabaran yang sebenarnya, perlu melewati masa sakit seperti ini, tapi saya yakin, Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya Batin Ailyyn, dia meneteskan Air mata dan itu tepat mengenai dada Dexon
__ADS_1
" Semoga Air mata itu bisa masuk ke dalam hatimu dan meluluhkan nya Disana, Bismillah kata Ailyyn lalu tersenyum
Bersambung…