
Apakah akan ada perubahan?
Happy reading My Ailyyn
Akhir-akhir ini gadis itu banyak diam seolah-olah sedang banyak sekali beban yang dia pikul, pikiran nya sedang kalut bingung dengan jalan yang akan dia ambil selanjutnya
Jadi seorang istri itu tidaklah mudah, apalagi menjadi istri seorang laki-laki yang hobby nya hanya bermain perempuan, bahkan Ailyyn sendirilah yang selalu menyaksikan suaminya itu berkencan dengan wanita lain di hadapan nya
Apa dia akan sekuat itu ?
Dia seorang wanita dan dia itu istrinya, Apa suaminya itu akan terus seperti itu? Seumur pernikahan? (wow)
Atau seumur hidup nya akan seperti itu? Seumur hidup itu terlalu lama bukan?
Kakinya dia ayun-ayunkan di atas bangku yang sedang dia duduki
Dor suara seseorang membuyarkan lamunan nya saat itu
” Kamu ngagetin saja!! kata Ailyyn
” kamu ngapain melamun seperti itu sendirian, nanti kemasukan
” Kemasukan apaan? Tanya Ailyyn
” ya hantulah!! jawab Satria teman satu kampus nya
Ailyyn hanya tersenyum mendengar perkataan teman nya itu
Satria adalah teman Ailyyn yang kesekian nya di kampus, mereka saling kenal karena satria sendiri yang meminta nya untuk berteman saat itu seperti Sarah dan Nabila
Wanita itu sedang benar-benar merasa bingung, entahlah hanya dia yang tau apa yang akan di lakukan selanjutnya
” Kenapa belum pulang? ini kampus udah mau sepi loh tanya Satria
” mmmm aku pengen disini dulu ngadem jawab Ailyyn
” Mau di temenin? tanya satria
” kamu ga pulang? tanya Ailyyn
” engga mau nemenin Ailyyn dulu disini jawab laki-laki itu
Ailyyn hanya tersenyum masam, sebenarnya dia ingin sendiri saja disana karena merasa tidak enak hati harus mengusir teman nya itu
Mereka berbincang ngobrol satu sama lain, Ailyyn tertawa lepas mendengar candaan dari teman nya itu, baru sekarang dia merasakan tertawa seperti ini lagi
Obrolan mereka semakin jauh tidak menyadari sudah larut sore, selama itukah?
__ADS_1
” Waduh udah sore kata Ailyyn, sepertinya aku ingin pulang sendiri saja tidak mau di jemput supir waktu itu Ailyyn meminta supirnya untuk tidak menunggu dan tidak menjemput selama dia belum menghubungi nya
” Kamu mau pulang? tanya satria
” Iya aku duluan ya, mmmm maaf ya kamu jadi nemenin aku ngobrol sampe sore gini kata Ailyyn
” Tidak apa-apa, kamu mau pulang naik apa? tanya satria
” Aku naik angkot saja deh jawab Ailyyn
” Angkot? Sepertinya Ailyyn wanita sederhana di kampus ini Batin satria
” Aku antar saja ya, mana angkot nya? tanya satria
” Aku butuh berjalan sedikit ke depan untuk menemukan angkot jawab Ailyyn
” Sini aku antar saja!! satria menarik tangan Ailyyn
” Dari halaman kampus ke depan itu sangat jauh Ailyyn bisa-bisa kaki kamu gempor ledek Satria
Karena merasa kaget tiba-tiba saja satria memegang tangan nya seperti itu, Dia meminta satria melepaskan nya dengan nada sopan
” Maaf aku sudah lancang kata satria, Ailyyn mengangguk tersenyum tipis Gilak kenapa senyum nya manis banget sih !! Bisa gila gue Batin Satria
Hayo satria cowo baik apa engga?
dengan perasaan ingin menolak tapi Ailyyn bingung merasa tidak enak
” Di mana alamat rumah nya? tanya Satria
” Komplek ESteren Regency jawab Ailyyn dengan mata menatap ke arah depan
” Apa kamu tinggal disana? tanya satria
” mmmmm itu aku numpang di rumah sodara, jawab Ailyyn mengingat perkataan Dexon untuk tidak mengumbar pernikahan nya
” wah saudara kamu sangat kaya, di komplek itu hanya terdiri beberapa rumah yang hanya di tempati oleh pengusaha kaya raya kata satria
Ailyyn hanya tersenyum mendengar jawaban dari satria
Duapuluh menit kemudian mobil milik Satria sudah sampai di depan gerbang komplek yang terlihat luas dan megah itu
” Disini saja pinta Ailyyn
” Kenapa tidak masuk ke dalam saja tawar satria
” mmmm itu aku hanya ingin berjalan sekalian olahraga jawab Ailyyn
__ADS_1
” Baiklah, yang mana rumah saudara mu? tanya Satria
” Ah kamu tidak perlu tau, saudaraku hanya seorang pekerja di rumah itu jawab Ailyyn berbohong
Dia turun dari dalam mobil, berjalan kaki menuju gerbang utama, Ailyyn lebih memilih berjalan kaki karena tidak ingin penjaga mengetahui dirinya di antar oleh orang lain, bisa bahaya dan itu akan di laporkan pada Dexon, tentunya dia akan kena marah nantinya
” Dia sangat kepo sama kehidupan ku akhir-akhir inj, aku tidak nyaman dengan nya gumam Ailyyn perkataan itu dia tunjukan pada Satria
Kakinya melangkah gusar, dari gerbang utama menuju rumah mewah itu ternyata sangat jauh berjalan kaki membutuhkan lima belas menit
Ailyyn yang sudah sampai di gerbang pintu masuk ke dalam rumah melihat penjaga yang menatap aneh padanya
” Pasti mereka akan menghujaniku dengan seribu pertanyaan gumam Ailyyn yang sudah tau isi kepala penjaga rumah suaminya itu
Ailyyn melangkah malas menuju gerbang rumah itu
” Nona kenapa anda berjalan kaki? tanya penjaga
” Huh aku ingin olahraga saja memangnya berjalan kaki di larang apa? jawab Ailyyn
” dimana supir yang biasa menjemput anda nona?
” Aku tidak mengabarinya, dia tidak menjemputku karena aku yang meminta nya jawab Ailyyn sudah malas
” Lain kali jangan di ulangi karena itu bisa membuat tuan sangat marah!! jawab penjaga
Mendengar jawaban pejaga tersebut membuat ailyyn menelah salivnya kasar merasa merinding
” Yasudah tolong buka pintu gerbang nya, apa kalian akan membiarkan ku berdiri terus disini dengan dengan menghujani pertanyaan kalian? tanya Ailyyn
” Baik nona silahkan masuk, penjaga membuka pintu gerbang dan Ailyyn masuk ke dalam sana
Langkah kakinya sudah memasuki pintu rumah utama, ibu pelayan melihat ke arah Ailyyn dengan wajahnya memerah karena tersengat sinar matahari
” Nona kenapa dengan wajah anda? tanya Ibu pelayan merasa khawatir melihat wajah nona mudanya sperti kepiting rebus
” Saya tidak apa-apa bu, jawab Ailyyn sempoyongan
Mendengar jawaban Ailyyn barusan ibu pelayan tidak menanyakan apapun, dia lebih memilih pergi dan mengecek cctv dan akan mendapatkan jawaban dari sana
Braak Gadis itu membanting badan nya le atas tempat tidur, kakinya terasa lemas, dia menyesal sudah berjalan kaki dan kini kakinya terasa sangat pegal dengan wajahnya memerah
” Ini sangat aneh, dulu aku sering berjalan kaki bahkan naik gunung sekalipun tidak merasa pegal dan cape, apa karena sudah terbiasa naik kendaraan terus menerus aku jadi lemah seperti ini gumam Ailyyn
Matanya terpejam masih mengenakan pakaian yang dia gunakan ke kampus tadi, pikiran nya mulai kosong menuju alam bawah sadar meraih mimpi indahnya
Bibirnya tersenyum entah apa yang sedang Ailyyn rasakan di dalam mimpinya, tanpa dia tau ibu pelayang itu memperhatikan nya dengan lekat
__ADS_1
Bersambung…