My Ailyyn

My Ailyyn
Satu tantangan


__ADS_3

” Cih berapa usiamu kenapa seperti bocah saja tingkahmu itu? tanya Dexon


” Duapuluh empat tahun nanti dua bulan lagi, jawab Ailyyn


Dexon hanya menanggapi nya dengan kedua alis yang dia naikan ke atas lalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Ailyyn yang masih berdiri di bawah sana


” untuk perempuan usia segitu harusnya dia sudah dewasa, tapi kenapa wanita itu seperti bocah jauh berbeda dengan Rachel gumam Dexon yang baru masuk ke dalam kamarnya


Dexon merasa lelah hari ini meskipun tidak melakukan apapun entah lelah atau karena dia merasa bosan karena malam ini benar-benar tidak pergi kemanapun


” Cih kenapa aku malah diam di rumah dan berharap malah ingin melihat dia buka puasa


Ailyyn masuk ke dalam kamarnya mencoba casan yang di berikan oleh ibu pelayan itu, Hatinya berdebar hebat karena dia sangat bahagia malam ini sebentar lagi handphone nya akan menyala


” Duh ayo dong nyala, Ailyyn menggosokan kedua tangan nya gugup


Dia terus menatap ponsel miliknya karena tidak menyala sedikitpun, hingga satu jam lebih Ailyyn menunggu di tepi ranjang nya berharap ponsel miliknya itu kembali menyala seperti semula


” Asik handphone nya nyala aaaaa Ailyyn kesenangan dan berteriak di dalam kamarnya melihat ponsel miliknya kini bisa kembali menyala


Ailyyn mencoba membuaka dan melihat sangat banyak pesan masuk ke ponsel miliknya mulai dari teman dekatnya dan kekasih yang dia rindukan selama ini


📨 Badra : Neng Ailyyn lagi apa? pesan tigaminggu yang lalu


📨 Badra : Neng apa benar kamu ninggalin aa demi memilih pria kaya?


📨 Badra : Neng tolong jawab, kenapa ponsel nya tidak bisa di hubungi?


📨 Badra : Kang badra kecewa sama kamu neng ternyata sama saja wanita sekarang memandang dari materi

__ADS_1


Masih banyak pesan lagi dari sang kekasih nya itu, Ailyyn merasa telah mengkhianati badra dan dia merasa kalau sudah merasa tidak pantas lagi menghubungi badra


” Kang badra maafkan Ailyyn kang Ailyyn tidak bermaksud seperti itu, gumam Ailyyn


Ailyyn mencoba mengirim pesan yang dia tulis lewat ponsel miliknya, seperti sedang menjelaskan sesuatu pada seseorang yang dia rindukan begitu panjang dan penuh penyesalan


Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, merasa lega karena sudah bisa membalas pesan itu dan berharap kekasihnya itu bisa memaafkan nya dengan penjelasan yang sudah dia kirim sebelumnya


” Huh kenapa kerjaan ku hanya seperti inu, apa yang harus di buktikan sangat tidak ada, kenapa dia tidak menikah saja dengan si Rachel itu, tapi kalau dia yang menikah sama rachel bagaimana dengan kuda punya ku Ailyyn sangat lelah memikirkan semua ini


🧡


Waktu terus berjalan sudah mau satu bulan dan tinggal menghitung hari saja, Hari ini Ailyyn dan Rachel sedang berpacu membawa kuda milik mereka, menarik tali berusaha bersahabat dengan kuda kesayangan mereka


” menurut mu siapa yang paling keren? tanya Dexon


” saya menyukai Ailyyn, jawab Alex


” maaf tuan maksud saya kuda Ailyyn terlihat keren saat Ailyyn menungganginya, itu seperti bukan nona Ailyyn jawab Alex


” Dia terlihat sangat profesional tapi dia bukan tipe saya dia terlalu naif jawab Dexon


” Dia bukan naif tuan, dia beraga islam dan dia menjaga dirinya dan sikapnya dalam agama islam wanita kebanyakan begitu, mereka anti berdekatan dengan lawan jenis jawab Alex


” Kamu tau dari mana? tanya Dexon


” saya banyak tau dari teman dekat yang beragama islam juga tuan, jawab Alex


Dexon hanya mengangguk dan kembali focus melihat kedua wanita yang sudah bercucuran keringat memperlihatkan kepintaran meraka saat sedang berkuda

__ADS_1


mereka turun dari kuda dan menghampiri Dexon yang sedang duduk di kursi dengan gaya angkuhnya memegang satu gelas minuman segar di tangan kanan nya


Kita panas-panasan di suruh menunggang kuda, lah dia malah enak-enakan duduk manis minum yang manis , batin Ailyyn


Dexon menyuruh keduanya untuk duduk dan beristirahat, cuaca yang cukup cerah nampaknya sangat mendukung acara mereka hari ini


” bagaimana girls apa ada kendala? tanya Dexon pada wanita di depan nya


” Siapa girls tuan? tanya Ailyyn


” Cih kamu gatau girls, norak!! ledek Rachel


” Saya tau, tapi nama saya kan Ailyyn bukan girls panggil nama aja jangan yang lain jawab Ailyyn


Dexon tidak menjawab Ailyyn, dia lebih memilih meneguk habis minuman di dalam gelasnya


” Saya ada satu tantangan lagi untuk kalian Dexon berkata demikian


" saya siap tuan dengan tantangan anda, jawab Rachel bersemangat


” Sepertinya cuma kamu yang bersemangat disini, bagaimana denganmu Ailyyn apa kamu tidak sanggup dengan tantangan ini atau kamu benar-benar tidak akan memiliki kuda itu lagi?


” S-saya akan berusaha tuan, demi kuda saya jawab Ailyyn


” kamu berusaha bukan karena ingin dinikahi oles saya? tanya Dexon


” Bukan begitu tuan maafkan saya


” Kalian lihat kuda hitam di ujung sana? tunjuk Dexon ke arah kuda tersebut, Kalian harus bisa menaklukan kuda itu, karena yang bisa menaklukan kuda itu hanya saya sebagi pemiliknya, kalau kalian bisa menaklukan kuda itu berarti kalian juga bisa menaklukan saya, bagaimana? tanya Dexon

__ADS_1


Rachel mengangguk cepat dan dia sangat yakin kalau kuda itu akan benar-benar patuh padanya, sedangkan dengan Ailyyn " Mau nikah aja repot bener harus akrab sama kuda dulu heran" batin Ailyyn


__ADS_2