
Saat ini, Agnes lagi bahagia kerena merasa mulai bisa menaklukkan hati sang bodyguard nya.
Kesedihan yang selama beberapa bulan ini dia rasakan sudah mulai berkurang,dan Agnes mulai Bisa menerima nya,mungkin memang sudah takdir yang kuasa.
walaupun dia terus meratapi kesedihan nya,orang tua nya pun tidak akan pernah kembali,lebih baik dia fokus menyelesaikan sekolah nya dan konsentrasi menjadi penerus sang ayah.walaupun sekarang di tangani oleh orang kepercayaan sang ayah,tapi tidak selama nya mereka bisa duduk di kursi kekuasaan itu.
Agnes lah yang berhak selama nya menjadi pemilik perusaan-perusaan ayah nya.
Agnes juga sudah mulai jenuh berada di dalam kamar,seperti yang selama ini dia lakukan.
Dia mulai membuka diri dan ingin keluar rumah,guna menyegar kan pikiran nya.
Di kamar Agnes sedang bersiap-siap,dia menggunakan dres selutut berwana biru mudah menampakan kaki jenjang indah nya,dan dengan bagian bahu yang sedikit terbuka,menampakkan bahu putih dan mulus milik nya dan memakai sepatu santai untuk bisa berjalan lebih leluasa, lalu turun untuk mengecek Panji untuk mengajak nya sarapan lalu keluar menemani nya untuk jalan-jalan.
Belum sempat Agnes menuju kamar Panji,dia melihat Panji sudah berada di meja makan.
Mungkin dia juga menunggu Agnes turun,mata Panji pun menatap sekilas saat Agnes berjalan menuju meja makan.
Tapi tidak dengan Agnes yang dari tadi selalu menatap ke arah nya.
"Panji..!!? ternyata kamu sudah bangun,padahal aku berniat membangun kan mu kekamar"ucap Agnes duduk di kursi samping Panji dan tersenyum kepada Panji.
"Tidak perlu repot-repot membangun kan ku lagi,aku akan bangun setiap pagi" jawab Panji tanpa menoleh kepada Agnes,walaupun Panji tau konsekwensi nya kalau berbicara tanpa melihat Agnes.
Panji menatap reaksi Agnes yang mulai lebih medekat kearah nya melalui ekor mata nya,dia pun beranjak dari kursi itu,yang membuat Agnes gagal ingin mencium Panji.
Agnes berniat juga beranjak dari kursi nya,tapi Panji melarang,yang membuat Agnes duduk kembali di kursi nya dan berjauhan.
"Tetap duduk di sana!! atau aku tidak akan makan di sini lagi" ucap panji membuat Agnes duduk dan tetap makan di sana.
"Panji aku mau keluar jalan-jalan,aku capek di rumah terus,kamu harus temenin aku ya" ucap Agnes dengan sedikit Manja kepada Panji.
"Panji masih melanjutkan makan nya tanpa menjawab pertanyaan Agnes,yang membuat Agnes diam dan tidak ingin memaksa Panji lagi,karena dia takut Panji tidak betah di rumah nya.
__ADS_1
Selesai dengan makan nya Agnes beranjak dari kursi nya dan mengambil kunci mobil lalu keluar untuk mengendarai mobil nya sendiri,tanpa memperdulikan Panji yang masih duduk.
Saat Agnes membuka Pintu mobil nya dari arah belakang, Panji mengekori nya dan menutup kembali pintu mobil yang di bukak Agnes,lalu mengambil kunci dari tangan Agnes sambil berkata.
""Aku saja yang nyetir"ucap panji yang membuat Agnes sedikit terpaku
di dalam mobil Agnes cuma diam tanpa mengatakan tujuan nya mau kemana.
"Kita akan kemana Agnes??!" tanya Panji memecahkan keheningan yang terjadi di dalam mobil itu.
"Kemana saja karena aku juga tidak tau mau kemana, yang penting keluar dari rumah" ucap Agnes tanpa menoleh kepada Panji.
Panji melajukan mobil nya di bawah langit yang sedikit mendung pagi itu.dan sushu yang cukup dingin di sepanjang jalan.
"Apa kamu mau ku ajak ke puncak untuk melihat kebun teh" ucap Panji menawarkan kepada Agnes.
"Boleh kalau tidak keberatan membawa mobil, karena ku rasa jalan nya cukup jauh dan melewati banyak hutan bukan,??!"jawab Agnes masih tetap tidak menoleh kepada Panji.
Panji tetap melanjut kan penjalanan mereka menuju kebun teh yang di maksud nya.
"Seperti nya kan turun hujan Panji,apa setidak nya kita mengurungkan niat untuk pergi kesana"ucap Agnes meliat cuaca Pagi yang tidak mendukung pejalanan jauh mereka.
"Kita sudah cukup jauh, mungkin kita akan mampir di tempat-tempat persingahan yang tidak terlalu jauh dari sini" jawab Panji, karena juga ragu melihat cuaca yang sangat tidak mendukung.
Langit pun mulai menurun kan hujan nya tapi persinggahan yang di maksud Panji belum juga terlihat bentuk nya, apa lagi mereka melewati hutan yang tidak ada satu pun perumahan penduduk di sana, atau pun sekedar warung-warung kecil tempat berjualan di pinggir jalan itu.yang membuat suasana perjalanan pagi mereka sedikit mencekam dan juga tidak terlihat mobil yang melewati jalan itu.
"Panji!! kenapa tidak tanpak juga tempat persingahan yang kamu maksud..?" tanya Agnes sedikit takut karena cuma mereka berdua melewati jalan itu.
Dan tiba-tiba saja mobil yang mereka bawa berhenti, Pertanda bahwa mobil tersebut kehabisan bensin.
"Ada apa Panji??kenapa dengan mobil nya" tanya Agnes dengan raut muka yang mulai panik karena mobil mereka berhenti.
"Mobil nya kehabisan bensin" ucap Panji dengan muka tenang nya.
__ADS_1
"APA!!!!?gimna caranya kita pulang Panji, kalau mobil nya kebahisan bensin"
"Hape mu"ucap Panji sambil memintah hape Agnes.
"Untuk apa hape ku" ucap Agnes tidak ingin memberikan hape nya kepada Panji.
Menelpon orang-orang kepercayaan mu untuk menjemput kita, apa kamu mau kita tidak pulang dari dalam hutan ini,??!"
"Bukan nya kamu juga punya Hp, pake punya mu saja"
"Hp ku tidak ada sinyal"ucap Panji.
Lalu Agnes pun membuka sandi Hp nya dan melihat bahwa Hp nya pun tak ada sinyal nya.
"Haaa..Hp ku juga tidak ada, bagaimana ini Panji, kita tidak akan pulang, akau takut"ucap Agnes dengan raut muka yang seperti ingin menangis, karena takut tidak bisa kembali.
Panji melihat kesana-kemari siapa tau ada mobil yang lewat untuk minta pertolongan.udara semakin dingin apa lagi Agnes yang hanya memakai dres pendek dan terbuka,membuat dia terasa membeku,mereka butuh seauatu yang menghangat kan.
Panji yang melihat kondisi Agnes yang kedinginan pun memberikan jaket nya,
"Pake itu, sambil sedikit melempar kan jaket nya ke pangkuan Agnes, Agnes pun dengan sedikit gemeteran mengambil jaket itu lalu memakai nya.
terlihat dari jauh ada sebuah gubuk kecil di dalam hutan yang mungkin sudah tidak berpenghuni lagi,Panji berpikir untuk mengajak Agnes menerjang hujan menuju gubuk itu.
"Agnes lihat di sana!!!"sambil menuju arah gubuk tersebut.
"Kita harus menuju tempat itu dan mungkin kita bisa menghidupkan api untuk menghangat kan kita."
"Tapi hujan deras Panji, pakian kita akan basah semua nanti nya"
"Apa kamu tetap ingin bertahan di sini, dengan kondisi kedinginan??!"
Agnes pun sedikit mempertimbangkan lalu mengikuti kata-kata Panji.
__ADS_1
"emmm...baik lah,ayoo..." ucap Agnes yakin menerobos hujan itu. mereka pun berlari menuju gubuk kecil itu menerobos deras nya hujan Pagi itu, dan Panji juga membawa beberapa minum dan makanan yang ada di mobil.