MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
KEJADIAN DI KEBUN TEH


__ADS_3


Agnes memeluk Panji untuk menenangkan nya, pelukan itu di balas Panji tak kalah hangat.


"Makasih Agnes, sudah memberikan aku kesempatan hidup dan pintu ma'af yang luar biasa," ucap Panji masih dengan tangisnya,namun sudah cukup pelan, tidak separa tadi.


Agnespun mengosok-gosok punggung Panji, untuk menenangkan Panji.


"ntah bagaimana, agar aku bisa memblas kebaikan hati mu, yang luas ini," ucap Panji, dan Agnes mulai merenggangkan pelukan mereka.


"Laut kali, luas," jawab Agnes dengan nada bercanda.


"apa kamu mau terus menjaga ku, aku tidak punya siapa-siapa yang bisa ku andalkan, untuk bisa berlindung dari dunia kejam ini." ucap Agnes, kata-kata Agnes membuat Panji tersenyum, dan sedikit salah tingka, dalam hati Panji, ingin menjaga dan selalu dekat dengan Agnes, sebagai seorang suami, tapi niat itu belum bisa di ungkapkan Panji.


Karena Panji merasa cukup lancang meminta hal itu,


"Aku pasti menjaga mu sampai nanti Agnes, tanpa kamu minta sekali pun" jawab Panji, jawaban Panji membuat hati Agnes menghangat, lalu tersenyum kepada Panji.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan, untung gak banyak kendaraan di kampung ini, kalau tidak mungkin kita sudah di marahin, karena kamu berhenti mendadak," ucap Agnes.


"Hem..."balas Panji canggung kemudian melanjutkan laju mobil menuju tempat yang Agnes ingin datang kan.yaitu kebun teh milik Panji


Cuaca yang cukup cerah dengan suasana yang bahagia, Panji sering tersenyum tanpa sebab, Panji seperti di beri kesempatan hidup untuk kedua kalinya, melihat gelagat Panji, yang sejak tadi seperti orang kurang obat, mengharus kan Agnes untuk menegur Panji.


"Panji ada apa dengan mu, aku lihat dari tadi kamu senyum-sengum sendiri aja, kurang obat kamu ya.??," dengan senyum Agnes mengucapkan kata-kata itu, membuat orang yang di bicara kan menoleh kepada Agnes.


"Aku seneng banget nes, sudah mendapat ma'af dan kesempatan hidup lagi, dan aku sangat ingin mengubah hidup ku menjadi normal lagi."


"Nes..!!!" Jawab Agnes dengan Panggilan akrab yang di ucap kan Panji, membuat Agnes sedikit memiringkan wajah nya menatap Panji.


"Tumben kamu panggil aku nes,"

__ADS_1


Iya,kyak nya lebih enak panggil nama nes aja, tanpa harus Agnes, Ya kan" jawab Panj menatap Agnes lembut dan membalas senyum Agnes.


"Hemm..!!, apa menurut mu kehidupan mu selama ini gak Normal jik,??" ucap Agnes memanggil Panji dengan nama ujung saja, dan itu membuat Panji dan Agnes tertawa..


"Gak cocok nes, kamu panggil aku jik,


ha.. ha..ha..!!" lanjut tawa Panji, tanpa Agnes, agnes hanya tersenyum melihat Panji hari ini sering tertawa, dan tidak lagi dengan sedihnya.


"Kita keliling yuk," ajak Panji berjalan beriringin.


"Oke..." jawab Agnes singkat lalu berjalan dengan sangat senang.


Para pekerja kebun teh yang melihat Agnes dan Panji pun mulai bergosip ria, namun Panji dan agnes tidak ingin menanggapi itu, tidak ingin merusak suasana hati mereka yang bahagia.


"Panji..!!, aku ingin melihat pemandangan di kebun teh ini, yang dulu belum bisa aku kunjungi."


"Pemandangan yang mana, yang kamu maksud,??" jawab Panji.


"Emmm.., bukan nya di tepi perkebunan teh ini, ada ada pondok-pondok kecil, yang khusus untuk pengunjung datang melihat kebun teh ini,??"


"Ia, itu..!! selama ku di sini hanya ikut bibik memetik teh saja, belum pernah ke sana, karena tempatnya cukup jauh, Jawab Agnes, yang membuat Panji iba dengan kondisi Agnes, itu semua karena dirinya penyebab itu semua.


"Ma'af Agnes, semua gara-gara aku, kamu jadi susah," jawab Panji yang mulai lagi merasa bersalah.


"Berhentilah meminta ma'af Panji, telinga ku sudah mulai Panas mendengar nya, hanya mau mengajak ku jalan-jalan bukan untuk membuat keadaan menjadi sedih" jawab Agnes sambil menarik tangan Panji, untuk memutar balik ke arah mobil Panji lagi.


"Kita mau kemana lagi Agnes,??" tanya Panji sedikit penasaran melihat Agnes memutar ke tempat awal lagi.


"Panji, sepertinya otak mu yang Pintar itu sudah mulai b*d*h," masih dengan menarik tangan Panji menuju tempat awal.


Panji masih penasaran dan sedikit mengernyitkan alisnya,karena dia benar-benar tidak mengerti maksud Agnes tersebut.

__ADS_1


Agnes melihat Panji yang kebingungan,lalu mencubit lengan Panji cukup keras.


"Awwww" ucap Panji kaget dan kesakitan dengan cubitan Agnes.


" Nes, kamu kenapa sih,kok nyubit aku," tanya Panji sambil mengosok-gosok bekas cubitan tangan Agnes, yang meninggalkan bekas sedikit biru.


"Masih untung aku gak toyor otak kamu yang lem*t itu, udah di bilangin juga, mau ke pondok-pondok yang ku sebut tadi, masih gak sadar juga..!!? ayok cepet kita ke mobil,"


Panji pun tersenyum karena memang tidak mengerti dari tadi maksud Agnes.


Kini mereka sudah masuk ke mobil menuju tempat yang di ingin kan Agnes.


beberapa menit kemudian, sampailah mereka di tempat itu, dan cukup rame pengunjung, di situ juga banyak pasangan kekasih duduk-duduk di dalam pondok itu, ada yang berbaring di pangkuan, ada yang pelukan, juga ada yang sedang berc*um*n tanpa rasa canggung dan risih dengan keramaian itu.


Panji dan Agnes yang tidak sengaja melihat adengan itu, mebuat mereka canggung sendiri.


"Panji kita cari tempat yang belum ada orangnya" ucap Agnes menghilangkan rasa canggung di antara mereka.


Panji pun melanjutkan mobil mencari tempat yang tidak terlalu rame, kini sampailah di tempat yang di ingin kan, Panji dan Agnes pun naik ke pondok sambil melihat pemandangan dari pondok-pondok yang cukup tinggi,yang bisa melihat hamparan luas kebun teh itu.


"Sunggu sangat indah, di lihat dari atas sini," ucap Agnes mengagumi pemandangan itu sambil berdiri, atap pondok itu pun hampir sama tinggi dengan Agnes.


Karena cukup penasaran dengan pemandangan yang Agnes lihat, Panji pun berdiri dan mendekat ke arah Agnes, dengan sedikit menunduk kan tubuh nya yang tinggi itu, untuk ikut melihat pemandangan yang Agnes lihat.


Jarak mereka memang cukup dekat, tanpa di duga Agnes membalik kan tubuh nya, dan tidak mengetahui bahwa ada panji di belakang Agnes.


Dan..."Cupp..!!! Agnes menabrak bibir panji, membuat mereka sama-sama kaget, dan melotot kan mata, karena bingung dengan keadaan itu, Agnes pun mundur untuk menghindar, namun malah tersandung dan hampir jatuh, replek Panji menarik tangan Agnes ke dekapan Panji, karena ketidak seimbangan tubuh Panji, mereka malah terjatuh di lantai pondok itu, dan terjadi lagi ciuman tanpa di duga oleh mereka, mungkin karena suasana yang cukup dingin, membuat Panji membalik kan posisi mereka, sekarang Agnes yang berada di bawah tubuh Panji, mereka sesa'at bertatapan, perlahan Panji mendekat kan mukanya ke arah Agnes, Agnes pun spontan menutup mata, Sa'at hal itu sudah hampir terjadi, Panji tiba-tiba sadar akan sikapnya itu, kemudian duduk dengan cepat.


"Hemm" ucap Panji mengusir rasa canggung itu.


"Agnes" Panggil Panji, lalu menyadarkan Agnes, kemudian membuka mata.

__ADS_1


Agnes cemberut,lalu mengulurkan tangan, agar Panji membantu dia duduk.


"Tolongin" ucap Agnes sedikit manja, Panji pun tersenyum karena melihat tingka Agnes yang mulai kembali seperti dulu, lalu membantu Agnes untuk duduk.


__ADS_2