
Panji berniat di hatinya, untuk membalas sikap Agnes yang mengigit tangan nya.
Agnes tidak peduli dengan Panji, lalu mengabiskan semua makanan itu tanpa sisa.
"eeeeehhhkkk" (suara sendawa ya, bukan suara kambing) Agnes bersendawa cukup keras di depan Panji, membuat Panji mengerutkan alisnya, lalu menggelengkan kepala melihat tingka Agnes yanga sama sekali tidak lagi malu atau canggung.
"Dasar jorok" ucap Panji pelan, nanum bisa di dengar oleh Agnes.
Agnes yang mendengar itu, tidak peduli sama sekali, karena perutnya sudah sangat kenyang, bahkan dia berniat untuk berbaring di lantai tempat mereka makan, karena tempat makan mereka langsung di lantai beralaskan tikar,khusus pengunjung.
Sebelum niat Agnes terlaksana Panji sudah menceganya lebih dulu.
"Agnes..!!!" panggil Panji cukup keras membuat Agnes kaget, tidak jadi membaringkan tubuhnya di sana.
"Aku gak kuat duduk lagi" jawab Agnes cemberut dan manja.
Melihat tampang Cemberut Agnes, membuat Panji mendekat ke arah Agnes.
"Biar ku gendong, di mobil saja biar bisa bersantai" jawab Panji sambil jongkok dan mengangkat tubuh Agnes.
"Panji..!!!, turunin, malu di lihat orang, cepat turun kan aku, kalau tidak, aku akan mengigit mu lagi," ucap Agnes, namun Panji tidak juga beranjak untuk menurun kan Agnes, dia masih mengendong Agnes namun masih berdiri di sana.
"Kamu bilang malu, sejak kapan kamu punya malu Nona, bukannya sikap mu tadi tidak mencermin kan rasa malu" Balas Panji keluar dari sana masih dengan menggendong Agnes.
Agnes menyembunyikan mukanya di dada bidang Panji, karen memang sangat malu di gendong melewati orang rame.
Panji lalu memasukan Agnes ke mobil.
"Tunggu di sini, aku bayar makanan kita tadi" ucap Panji.
"Hemmm" jawab Agnes masih cemberut, melihat itu, Panji mendekatkan tubuhnya ke tubuh Agnes, dengan mendekatkan wajahnya juga.
Agnes merasa tidak akan kena dengan godaan-godaan Panji yang mendekat ke arahnya, seperti ingin mencium namun itu tidak terjadi.
__ADS_1
Dia malah menantang menatap Panji, dan tidak memejam kan mata seperti biasa, Awalnya Panji hanya ingin mengerjai Agnes, tapi sa'at melihat Agnes cukup menantangnya.
" emmmmhh..!!" Panji benar-benar mencium Agnes cukup lama, dengan menarik tengkuk Agnes, mencium Agnes lebih dalam lagi.
Agnes hanya menikmati ciuman dari Panji itu tanpa menggerakkan bibirnya.
merasa hampir kehabisan napas, Panji melepaskan b*bir mereka, lalu menyatukan keningnya dengan Agnes.
"Agnes ayo kita menikah, Aku takut lepas kendali lagi, kalau terlalu sering dekat dengan mu" ucap Panji membuat Agnes sedikit menjauh dari Panji.
"Apa kamu tidak tulus menjaga ku" ucap Agnes.
Karena aku tulus, aku sangat ingin menikahi mu, dan tidak mau menyentuh mu lagi tanpa ikatan, aku sudah sering memikir kan ini,tapi aku takut kamu tidak mau merima ku, karena aku su..."ucapan Panji terhenti, kala Agnes mengecup bi*bir Panji.
"cuppp... Apa seperti ini cara mu melamar ku..??, sunggu tidak di duga, seorang laki-laki super kaya, melamar di dalam mobil tanpa membawa apa-apa" jawab Agnes kembali cemberut dan memalingkan wajah ke tempat lain.
Panji tersenyum lebar, Lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dari sakunya.
"Agnes..!! aku ingin melamar mu sa'at ini juga, memang tidak romantis, tapi akan ku lakukan setelah kita pulang sayang" Ucap Panji,dengan menarik pelan muka Agnes menghadapnya, muka Agnes memerah mendengar kata sayang dari seorang Panji, lalu Panji memegang tangan Agnes, untuk memasangkan cincin simple namun harga yang cukup menguras kantong.
Agnes terharu dan mengangguk, pertanda dia menyetujui niat Panji tersebut. lalu Panji memeluk erat calon istri, yang memang sudah cukup lama ingin di nikahinya.
tidak berlangsung lama, Agnes melepas pelukan mereka, membuat Panji kaget, kenapa Agnes melepas pelukan itu, apa Agnes mengurungkan niat utuk menikah dengannya.
"Ag... agnes kenapa.??" ucap Panji gugup, karena perasaannya merasa tidak enak.
Agnes menyilangkan tangan di depan dada, lalu berucap.
"Cepat sana bayar tagihan kita, apa kamu mau seorang bos kebun teh tidak membayar makanannya" ucap Agnes, mendengar itu membuat Panji membuang kasar napasnya, karena apa yang di pikirkan tidak terjadi
"huhhhhh..!!!, sukurlah" ucap Panji, tidak menyelesaikan ucapan itu.
"Tunggu di sini, aku membayar tagihan kita dulu calon istri ku," Jawab Panji, menutup Pintu mobil lalu pergi membayar tagihan mereka.
Panji dengan sedikit belari masuk mobil, karena cuaca cukup Panas hari itu, walaupun kebun teh itu cukup dingin, namun kalau sudah panas, cukup bisa menguras keringat.
__ADS_1
"Kenapa kamu lari-lari seperti itu, apa ada urusan mendadak..??" tanya Agnes saat Panji sudah memasuki Mobil.
"Cuacanya cukup Panas" jawab Panji, menyandarkan tubuh ke kursi mobil, belum mengendarai mobil mereka.
"Dasar lemah" gumam Agnes pelan, tapi masih terdengar di telinga Panji.
Panji tersenyum mendengar itu, lalu membisik kan sesuatu ke telinga Agnes.
"Apa waktu kita melakukan di gubuk tengah hutan dulu, kamu merasa aku lemah" ucap Panji, yang membuat Agnes susah menelan salivanya, muka Agnes pun memerah, karena malu dengan maksud dari ucapan Panji.
"Dasar m*s*m..!!" jawab Agnes sambil menyilangkan tangan di dada.
Membuat Panji tertawa lepas, melihat tingka Agnes, yang siaga terhadap dirinya.
"Tidak usah menutup-nutup bagian itu, bukan kah calon suami mu ini sudah melihat semuanya" jawab Panji masih dengan tawa lepas.
"Panjiiiiiiii...!!!" teriak Agnes menggelegar di dalam mobil itu, sambil menoleh kesal kepada Panji, Panji langsung menutup kedua telinga, dari teriakan Agnes.
"Apa kamu Minta aku memukul mu lagi seperti tadi" sambung Agnes masih dengan suara keras karena kesal dan malu dengan ucapan Panji.
Lalu mencubit keras lengan Panji.
"Ampun, sayang..!! gak lagi deh, gomong gitu, nanti saja kalau sudah menikah,"ucap Panji sambil mengecup wajah Agnes tiba-tiba.
Melihat tingka Panji yang semakin mes*m hari ini,Agnes sedikit mengeserkan tempat duduk.
"Ku rasa dulu kamu tidak sem*s*m ini" ucap Agnes sedikit ngeri melihat sikap Panji yang berapa Kali menc**m nya di dalam mobil itu.
"Karena dulu kamu yang mes*m Sayang..." jawab Panji menatap Mata Agnes.
" ya karena dulu aku sangat menyukai mu dan berusaha ingin merebut hati mu, karena itu aku begitu" jawab Agnes.
"Sama sayang...., karena sekarang aku sangat menyukai mu, karena itu aku mulai Mes*m dengan mu, kalau dulu aku belum punya rasa itu terhadap mu, tapi sekarang beda lagi" jawab Panji lalu menggapai tangan Agnes, lalu menarik tangan itu pelan dan mencium tangan Agnes.
"I LOVE YOU AGNES PUTRI MAHESA...
__ADS_1
"Ma'af kalau kata-kata ini terlambat ku ucap kan, karena rasa itu memang datang sekarang, dan aku PANJI ARI LESMANA, Mau menjadikan kamu istri ku, ayah dari anak-anak kita nanti, dan ingin hidup menua bersama AGNES PUTRI MAHESA, Mari kita lengkapi hidup kita, walau tanpa orang tua dan saudara," ucap Panji, membuat Agnes menetes kan air matanya mendengar ucapan Panji, lalu memeluk Panji.