MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
PANJI MENANGIS


__ADS_3


Di rumah bibik pagi ini cukup rame, karena kedatangan Agnes dan Panji berserta aditya, mereka sambil berbincang-bincang ringan di meja makan sambil menyantap sarapan mereka.


"Agnes, nanti nginap di tempat bibik aja ya, kan jauh kalau harus pulang, ketempat kalian yang sekarang." ucap Bibik menatap Agnes.


"Sepertinya lain kali aja bik, Agnes nanti juga tidak Pulang ke tempat baru tapi ke villa Panji aja," jawab Agnes sambil tersenyum.


"Di sana juga rame bik, dan Panji tidak mau Agnes jauh dari pengawasan Panji, karena masih was-was atas kejadian itu," timpal Panji untuk meyakin kan bibik,.


Dan bibik pun mengangguk setuju, karena memang lebih aman jika dekat dengan Panji.


"Panji..!! Apa saya boleh sekali-sekali bertamu kerumah mu" ucap Aditya ikut dalam pembicaraan mereka.


"Ingin Punya teman juga di kampung ini, karena terlalu lama di kota, membuat saya tidak punya teman lagi" ucap Aditya penuh harap dan menunggu jawaban Panji.


"Emm..!, boleh" jawab Panji, dan membuat aditya cukup senang, menampilkan senyum tipisnya,


Sebenarnya Panji tau maksud dari Aditya yang ingin mendekati Agnes, namun Panji tidak enak,kalau tidak mengizinkan, apalagi Aditya mengatakan ingin berteman kepadanya, dan itu di katakan di depan Agnes beserta keluarga bibik,mereka semua berkumpul di sana, mungkin kalau hanya mereka berdua, Panji tidak akan menanggapi ucapan Aditya.


Tapi sepertinya Aditya tidak mungkin mengatakan hal itu, kalu cuma berdu,atau sekedar berpapasan dengan Panji.


Mereka sudah selesai dengan makan mereka dan mereka menuju ruang tamu, Agnes yang tidak ikut keruang tamu membantu bibik membersikan meja makan dan mencuci piring mereka, sebenarnya bibik selalu melarang Agnes melakukan itu,namun Agnes bersikeras untuk ikut membantu mereka bersih-bersih.


Panji, Aditya sudah berada di ruang tamu dan duduk cukup jauh, Panji tidak ingin berusaha dekat dengan seseorang yang dia sudah ketahui maksud dari mereka yang ingin dekat dengannya.


"Panji,Apa hari ini kamu langsung pulang ke villa mu," tanya Aditya kepada Panji yang sangat ketara maksud pembicaraan dan pertanyaan itu.


"Tidak, kami ingin jalan-jalan seharian, mungkin juga tidak pulang ke villa malam ini, ya biasalah acara berdua saja" ucap Panji,menekan kata berdua saja.

__ADS_1


"Oh begitu..!" Jawab aditya dan mereka mulai membisu, karena tidak ada topik yang ingin mereka bahan, Panji oun tidak berniat untuk mengajak Aditya mengobrol.


Tak berselang lama Bibik dan Agnes beserta yang lain datang ke ruang tamu mulai berbincang-bincang, memecahkan keheningan yang terjadi di antara Panji dan Aditya.


"Rencana kalian, hari ini mau kemana,..??" tanya bibik kepada Agnes, namun belum sempat Agnes membuka mulutnya, Panji sudah menjawab terlebih dahulu.


"Akan mengajak Agnes jalan-jalan sepuasnya bik, karena sudah cukup lama, Agnes hanya di rumah saja selama ini, Agnes mengatakan dia mulai bosan" jawab Panji,


" Oh begitu ternyata," jawab bibik.


waktu hampir dua jam mereka mengobrol, ahir nya Agnes dan Panji pamit untuk keluar jalan-jalan.


"Bik, kami keluar dulu, nanti kalau Agnes ingin kesini lagi, Panji akan selalu mengantarnya lebih sering" jawab Panji sambil Pamit keluar menuju mobil dan begitu juga Agnes yang pamit ke semua.


"Panji, ucap Agnes sambil menoleh kepada Panji, dan panji langsung menjawab ucapan Agnes itu.


"Ada apa Agnes..??,


Panji pun sedikit memelankan laju mobil dan menatap Agnes senduh.


"Ma'af Agnes..Gara-gara aku,kamu harus mengalami semua ini, tolong cepat beri aku hukuman Agnes, biar aku tidak di hantui rasa bersalah yang teramat besar ini," ucap Panji sanagt sedih dan itu juga di rasakan Agnes,..


"Apa kamu tidak ingin mengantar ku kekota,.??" tanya Agnes kepada Panji.


"Bukan..!, bukan seperti itu, kita hanya memakai mobil, dan perjalanan akan sangat jauh, apa kita pulang ke villa saja dan untuk menaiki jet pribadi saja, agar secepatnya sampai. ucap Panji yang langsung memutar balik mobil itu menuju villa.


Agnes tersenym melihat Panji, yang segera mengikuti kemauan agnes, dengan sangat tulus, tidak seperti dulu yang selalu dingin dan kaku, sa'at Agnes menyuruh Panji.


"Panji, sebenarnya aku belum berniat untuk Pergi hari ini, mungkin besok saja."

__ADS_1


" benarkah" jawab Panji merasa lega, karena Agnes mengatakan tidak hari ini,


"Apa kita melanjutkan jalan-jalan dulu atau pulang ke villa" Tanya Panji.


Kita jalan-jalan saja, tapi ke kebun teh, aku ingin kesana, untuk melihat kembali keindahan kebun teh kepunyaan mu itu, ucap Agnes tersenyum samar kepada Panji, namun Panji masi bisa melihat senyum itu, dan Panji pun membalas senyum Agnes, lalu melajukan mobil menuju kebun teh.


"Agnes, aku sudah membuat surat kepemilikan rumah, perusaan, beserta usaha-usaha mu, dan itu sudah ku buat semuanya..!! da..dan termasuk kebun teh yang sekarang," ucap Panji yang mengagetkan Agnes, atas keputusan Panji itu.


Panji maksud mu apa, kenapa dengna kamu, itu semua sudah milik mu, dan akan selalu kamu yang menglolanya,..!!!,"


"Tidak Agnes, nanti bukan aku lagi,itu memang hak mu, sudah seharusnya kembali kepada pemilik tunggal dan itu kamu Agnes"


"Oke..!! aku memang cukup berharap akan harta orang tua ku, tapi tidak dengan kebun teh mu, itu milik mu dan selamanya kamu kelola nantinya," balas Agnes, dan membuat Panji sedikit sesih dengan ucapan Agnes.


"Tapi aku akan melewati hukuman dari mu Agnes,dan kita hanya menunggu waktu saja"


"Aku sudah memikirkan ini dan sudah ku putuskan, akamu sudah mema'afkan semua itu, karena dendam yang aku rencanakan tidak akan membuat ku bahagia, dan itu juga bukan niat mu, itu semua karena rencana Orang ynag menghasut mu..!!" ucap Agnes, dan membuat Panji mengehentikan mobil secara memdadak, membuat Agnes dan Panji hampir saja menabrak.


"Panji..!! apa yang kamu lakukan, kamu ingin kita mati..,???" ucap Agnes, karen kaget dengan yang Panji lakukan, hingga Agnes menaikkan nada bicaranya cukup keras.


"Ma..ma'af Agnes, Apa yang kamu katakan tadi, atau hanya aku yang salah mendengarnya??, at..atau semua itu nyata, yang barusan kamu ucapkan," ucap Panji menhadap kan seluruh tubuhnya kepada Agnes, sambil berkaca-kaca.


"Apa sekarang telinga mu sudah mulai tidak berpungsi lagi," jawab Agnes dengan muka serius.


Panjipun sedikit menunduk.


"Apa tadi aku memang salah dengar, karen cukup berharap untuk menebus kesalahan ku secara hidup normal lagi, ma'af Agnes aku salah paham," ucap suara sendu dan pelan Panji, suara Panji sedikit serak,karena menahan bulir Air mata yanga akan jatuh.


Agnes menakup kedua pipi Panji dan mengangkatnya, seakan Agnes seperti pria romantis yang membujuk kekasihnya.

__ADS_1


"Aku akan mengucapkan sekali lagi dan tidak akan mengulang untuk ketiga kali,


PANJI ARI LESMANA, Umur 27 Tahun, mulai sa'at ini, Aku AGNES PUTRI MAHESA, Umur 17 tahun, mema'afkan atas semua kesalahan yang kamu lakukan terhadap diri ku dan orang tua ku. dan tidak ingin menindak lanjutkan hukuman Apapun termasuk penjara..!!!" ucap Agnes dengan lantang tapi lembut, kata-kata itu,benar-benar membuat Panji kaget dan menangis sejadi-jadinya di depan Agnes tanpa malu, melihat itu, membuat Agnes memeluk Panji, yang menangis terseduh-seduh.


__ADS_2