MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
HAMIL


__ADS_3


Sebulan berlalu, Panji dan Agnes menjalani biduk rumah tangga, yang bahagia dan penuh suka.


Dalam beberapa hari Ini, Agnes sering merasa pusing, mual dan lemas, dia merasa tidak memakan, makanan yang salah, begitu juga dengan istrhat olahraga dan vitamin, selalu teratur, Agnes lakukan.


Seperti Pagi ini, Agnes sangat malas, bangun, karena badannya terasa lemas, Agnes pun mengadu manja kepada Panji, seperti biasanya.


"Mas, badan ku terasa lemas dalam beberapa hari ini, padahal tidak ada yang salah dengan makanan yang ku makan," ucap Agnes mengadu.


Panji pun mencoba menyentuh kening Istrinya, mungkin Agnes demam, namun Panji tidak merasakan Panas pada tubuh istrinya itu.


"mas, Panggil kan dokter ya sayang..?, biar kita cek keshatan kamu, mungkin ada yang salah dengan makanan, tapi tidak menyadarinya," jawab Panji sambil mengelus pucuk kepala istrinya.


Agnes mengangguk Manja, dengan mata sedikit sayu, karena badannya memang terasa cukup lemas untuk beraktifitas.


Beberapa menit, kini tiba lah, dokter, ke kediaman mereka, dan mulai mengecek kondisi tubuh Agnes, namun sang dokter juga tidak menemukan penyakit apapun, sang dokter tersenyum-senyum saja,


Panji yang gelisa, menunggu dengan tidak sabar, akan penyakit apa yang di derita istrinya, langsung bertanya.


"Dokter, istri saya sakit apa,?? ucap Panji menunggu dengan serius akan apa yang di ucapkan sang dokter itu.


"Istri anda tidak sakit apa-apa tuan" jawab dokter itu


"tapi kenapa, badan istri saya, terasa sangat lemas, aku tidak tega melihat kondisi istri saya seperti itu, dokter" tanya Panji dengar raut serius, akan masalah tubuh istri tersayangnya itu.


"Selamat ya pak, istri Anda hamil." Jawab dokter sambil mengulurkan tangan ke pada Panji untuk bersalaman.


Panji terpaku sesa'at, mendengar ucapan dokter, lalu tersenyum bahagia, dan matanya sedikit berkaca-kaca, sambil menyambut uluran tangan dokter itu, Panji pun replex memeluk dokter, karena sangat bahagia.


"Sungguh dokter,"ucap Panji, melepas kan pelukan itu, lalu menoleh kepada istrinya, yang juga ikut berkaca-kaca akan kabar gembira itu, yang selama ini,sangat di tunggu-tunggu oleh Panji dan Agnes.

__ADS_1


"Untuk lebih memastikan, tolong belikan alat test kehamilan juga ya, biar bapak dan ibuk lebih percaya, dan harus selalu menjaga makanan dan vitamin juga, saya akan memberikan vitamin penguat janin, agar tidak terlalu merasa lemas," ucap dokter, Selesai itu dokter langsung memberikan kepada Panji kemudian berpamitan untuk pulang.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu" ucap dokter,


"Iya dokter, trimakasih" jawab Panji, lalu


Panji pun mendekati sang istri, mereka saling bertatapan, lalu menyandarkan kepala Agnes ke bahu, lalu ******* bibir indah Agnes dengan lembut. hanya beberapa detik saja, lalu melepas kan, Panji mencium pucuk kepala Agnes, lalu berpelukan hangat.


"Akhirnya sayang, hasil dari jeri paya kita mulai membuahkan hasil," ucap Panji dengan senyum mesumnya.


Agnes yang mengerti maksud dari ucapan Panji, mecubit perut Panji, namun Panji tidak merasakan cubitan Agnes itu.


"Sayang, Cepat keluar, antar dokternya dulu," ucap Agnes sambil melepas pelukan mereka,


"Siap nyonya besar" jawab Panji sambil mencubit lembut hidung mancung Agnes.


Panji sepanjang keluar dari kamar, selalu tersenyum, dan juga membuat Panji sangat kegirangan, karena Istrinya hamil.


"Sayangggg..." ucap Agnes lembut.


"kenapa istri ku" jawab Panji yang ikut berbaring di samping Agnes sambil memeluknya.


"Mas,Aku mau makan sate daging unta" ucap Agnes, tersenyum samar, dan ingin melihat ekspresi suaminya mendengar keinginan Agnes yang cukup Aneh dan susah di dapat kan itu. dan itu hanya terdapat di banjar baru.


"Haahh..!!!" ucap Panji kaget dan langsung menatap muka istrinya.


"Kenapa, suami ku tidak mau mencarinya, ini kemauan Anak mu, bukan Aku," ucap Agnes mulai berkaca-kaca untuk menyempurnakan Aktingnya.


"Bukan begitu sayang, Apa daging unta mudah di dapat kan di indonesia ini." jawab Panji sedikit takut kalau istriny marah, karena tidak bisa mengikuti keinginan sang cabang bayi.


"hiks.. hiks..hiks.., mas jahat, ga mau menuhin kemauan anak sendiri, ya sudah aku akan cari sendiri" ucap Agnes, melepas dekapan Panji dan mulai beranjak menuruni ranjang mereka.

__ADS_1


Panji pun Langsung memeluk istri cantik, yang menangis dan kecewa, karna Panji tidak ingin memenuhi kebutuhan Agnes.


"Sayang..! sayang..! ucap Panji memeluk erat lalu mencium pucuk kepala Agnes.


"Biar mas suruh anak buah mas, carikan segera ya, jangan ngambek sayang, nanti dedek nya juga ikut sedih," ucap Panji membujuk Agnes Agar tidak turun dari ranjang, karena kondisi Agnes masih lemas.


Agnes tersenyum samar Mendengar ucapan Panji dan melanjutkan ektingnya.


"Gak mau mereka yang carikan, dedeknya mau, ayahnya yang turun langsung mencari sate daging unta itu.


Panji sebenarnya agak bingung mencarikan daging unta, apa dia harus keluar negri sekarang untuk mendapatkan daging itu, tapi walaupun ada di luar negri, apa mereka akan menjual satenya, bukan kah sate sulit di dapat kan di sana.


"Mas," ucap Agnes melihat Panji sedikit melamun, dan Agnes tau kalau suaminya bingung mau mencari sate daging unta itu di mana,?"


"Ehhh, Iya sayang,??, mas akan segera pergi sekarang ya, agar cepat bisa mendapat kan sate itu sayang, biar dedeknya gak sedih." ucap Panji, mulai melepas kan pelukan, dan menghapus air mata istrinya, yang tadi menangis, lalu mengambil Hp untuk mencari info, dimana keberadaan sate unta di indonesia, dan bisa menuju ke tempat itu sekarang.


Agnes yang mengintip, melihat apa yang di lakukan Panji terhadap Hp nya, ternyata mecari tempat jualan sate unta yang di minta oleh Agnes.


Saat menemui itu, Panji langsung ingin segera ke sana, baru saja Panji mau berdiri dari ranjang, Agnes memegang lengan Panji.


Panji pun menoleh.


"Kenapa sayang, mas pergi dulu ya, carikan sate itu, ada ternyata di indonesia" ucap Panji mengelus kepala Agnes.


Lalu tiba-tiba Agnes memeluk Panji dari belakang, cukup erat dan berkata.


"Mas aku cuma menguji mu saja, siapa tau kamu tidak mau memenuhi keinginan anak kita, ucap Agnes menyenderkan kepala di punggung lebar dan gaga milik Panji.


Panji lalu memegang tangan Agnes.


"Sayang, kenapa mas gak mau memenuhin keinginan kamu dan anak kita, sedang kan kalian adalah harta terpenting dalam hidup mas, dan itu tidak bisa di gantikan dengan apapun, kalau kalian bahagia, mas akan lebih bahagia lagi, mas tidak punya keluarga lain sayang...!selain kalian berdua, kita akan membuat keluarga yang bahagia sayang., walau tanpa orang tua dan saudara" ucap Panji mencium tangan Agnes dengan sayang.

__ADS_1


__ADS_2