MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
SALAH TINGKAH


__ADS_3



Panji mencoba menenangkan pikiran dan hatinya, saat dia ketahuan menatap Agnes, Panji mengambil sendok yang terjatuh tadi dan menggantikan dengan yang lain.


" Hemm..,Apa kamu mau keluar untuk melihat pemandangan di sekitar sini, atau kita keluar dari pulau ini untuk jalan-jalan" ucap Panji, untuk mengalihkan rasa gugup.


"Tunggu kamu sembuh saja, baru kita keluar untuk jalan-jalan" jawab Agnes,sambil menatap mata Panji dalam, dan sikap Agnes itu, membuat Panji kembali salah tingka dan membuang Pandangannya asal agar tidak membalas menatap mata Agnes.


Ntahlah Panji mulai tidak kuat dan tidak PD, sa'at bertatap mata cukup lama dengan Agnes, kenapa hatinya lemah sekarang,


Apa ini namanya jatuh cinta terlalu dalam, kalau dulu dia sanggup mempermainkan Agnes, tapi sekarang untuk menatap mata saja sangatlah susah, walau hanya menatap mata indah Agnes.


"Em..., baiklah,tunggu aku sembuh, akan ku aja kamu jalan-jalan, kemana pun kamu mau, sbelum aku tidak bisa lagi bersama mu," jawab Panji sendu.


Namun tidak dengan Agnes, dia biasa saja dengan kata-kata Panji, karena dia sudah berpikir tentang hukuman yang di maksud Panji itu.


" Baiklah, aku ingin kamu mengajak ku kemana pun aku mau.


Mereka pun melanjutkan makan,dengan keadaan yang kembali hening.


Dua minggu berlalu, keadaan Panji sudah membaik,dan lukanya sudah mengering seutuhnya, wlau masih ada bekas, namun itu bukan hal yang menghawatirkan, bagi seorang laki-laki seperti Panji.


Kini Panji, ingin mengajak Agnes untuk keluar dari pulau itu, untuk kembali melihat keramaian.


Begitu juga dengan Agnes yang sudah siap dengan pakian rapi dan tertutup, Agnes tidak pernah lagi memakai pakian **** seperti dulu, di benar-benar ingin melindungi tubuhnya, dengan style yang tetap kece, ala cewek-cewek gaul jaman skarang.


"Agnes..!!!


ayo..!!" ucap Panji dengan style yang tak kalah keren, dengar umur Panji yang masih terbilang mudah.


Pelayan dan para pengawal pun yang melihat mereka seperti pasangan suami istri, dan dengan beraninya sala satu pengawal Panji bergurau, sehingga membuat Agnes dan Panji jadi salah tingka.

__ADS_1


" Tuan, nyonya, mau kemana nih hari ini, ada acara keluarga ya,.??" tanya sala satu pengawal yang masih muda, dengan senyum jahil dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Hal itu membuat muka Panji dan Agnes, seketika memerah, dan kelabakan sendiri, padahal gurauan itu, tidak terlalu masuk ke hati, tapi karena Panji yang sedang jatuh cinta, sangat merasa dengan hal itu.


mendengar gurauan itu, Agnes pergi duluan tanpa menunggu Panji, dan Panji mulai mencari cara untuk menghilangkan rasa gugup itu.


" hemmm...!!, jaga rumah dengan baik, jangan sampai ada orang yang masuk tanpa di ketahui" ucap Panji sambil ikut pergi menyusul Agnes, yang sudah cukup jauh.


Pengawal Panji pun mulai tersenyum dengan dengan teman-temannya, karena sudah membuat tuan mereka salah tingka.


" sepertinya tuan jatuh cinta dengan nona Agnes," ucap sala satu pengawal panji, dan yang lain hanya mengangguk tanda setuju, karena mereka juga melihat, gelagat sala tingka Panji, sa'at mereka sedikit bergurau.


Kini Agnes dan Panji sudah menyebrangi sungai dan sudah bersiap untuk menaiki mobil mereka,


"Emmm.. kita mau kemana aja nih,??" tanya Panji sambil menoleh kepada Agnes.


"Aku kangen bibik, kita kerumahnya terlebih dahulu,walaupun jauh aku tetap ingin ke situ dulu," ucap Agnes dengan Pandangan ke depan.


" Baiklah kita ke sana dulu, dan untuk sementara kita tidak usah oulang dulu, nanti kita kembali ke villa saja" balas Panji.


"Apa kamu keberatan ikut ke villa," tanya Panji pelan.


"Tidak.. aku hanya takut merepotkan mu,karena aku selalu ikut dengan mu" jawab Agnes sendu.


"Kamu akan selalu ikut dengan ku Agnes, aku ingin menjaga mu, selagi aku bisa, dan aku merasa lebih aman, sa'at kamu ikut aku," ucap Panji meyakin kan Agnes.


Hemm..!


, baiklah, aku akan ikut kemana pun kamu pergi," jawab Agnes, dan membuat Panji tersengum lembut.


"Aku mau menelpon bibik dulu,"ucap Agnes sambil membuka Hp dan menelpon bibiknya.


Panji pun tetap konsen dengan menyetir dan lebih cepat, karena perjalanan cukup jauh untuk ke rumah bibik,, beberapa jam, kini sampailah mereka di rumah bibik sari, dan bibik sari sangat senang melihat Agnes yang datang kerumah nya, karena sudah cukup lama mereka tidak bertemu sejak kejadian itu.

__ADS_1


"bik..!," ucap Agnes sambil memeluk erat bibik dan masuk kerumah itu.


"Kita makan dulu ya, bibik sudah masak kesukaan kalian berdua, dan Ada tamu juga yang ikut gabung bersama kita, dia menunggu di meja makan." ucap bibik sambil mengajak mereka langsung ke meja makan, kebetulan Agnes dan Panji memang belum sarapan.


Kini tibalah mereka di meja makan dan melihat siapa tamu yang sudah berkunjung ke rumah bibik, jam masih menunjukkan cukup pagi, untuk seorang tamu berkunjung.


"Aditya" Panji membatin


""Ini tamu kita, " ucap bibik, karena anak pak kades lah yang bertamu Jam segini,


"Hai Agnes" Sapa Aditya dengan senyum Manisnya, dan di balas Agnes dengan senyuman pula, melihat itu, Panji sedikit cemburu. karena Aditya tidak menyapa nya.


Cukup lama baru Aditya menyapa Panji,


"Hai.." sapa Aditya kepada Panji, dan Panji hanya membalas dengan senyum kecutnya.


Saat Agnes ingin duduk di kursi berdekatan dengan Aditya, Panji dengan cepat duduk di kursi itu, dan membuat orang-orang di meja makan cukup kaget kemudian tersenyum melihat tingka Panji yang dingin, kini mulai aktif karena Agnes.


Agnes hanya mengernyitkan dahi,kemudian menarik kursi satunya lagi untuk duduk.


"Ayo kita mulai makan" ucap bibik mulai menyendokkan makanan dan lauk ke piring mereka.


"Tidak usah bik, biar Agnes sendiri saja, bibik mulailah makan" Ucap Agnes dan bibik pun menghentikan lalu duduk kembali.


"Aduh non, ternyata sudah sangat mandiri sekarang, sejak ikut dengan Panji" dan ocehan bibik cuma di balas senyuman dari Agnes.


tapi lain dengan Panji yang membalas ucapan bibik.


"Ia memang sudah biasa bik, kadang pun sarapan Panji sampai di antar ke kamar," jawab Panji, membuat Aditya sedikit menghentikan makannya, namun itu hanya berlangsung beberapa detik saja.


Agnes sedikit menoleh ke arah Panji dan menatap Panji cukup tajam, tapi Agnes masih menyendokkan nasi dan lauk ke piring Panji.


"Seperti suami istri saja" ucap Anak bibik menimpali, dan mmbuat Panji dan Agnes terbatuk-batuk, dan langsung menyambar gelas untuk minum.

__ADS_1


Anak bibik pun tersenyum melihat tingka Agnes dan Panji yang batuk dan minum secara bersamaan.


"Sunggu jodoh yang serasi" gumam kembali anak Bibik, dan itu masih di dengar Agnes namun tak terdengar oleh Panji yang duduk berjarak dengan anak bibik itu.


__ADS_2