
"Akkkkhhh...!!!" Teriak semua penghuni rumah, di kediaman Agnes, yang keluar semua dari kamar mereka,karena mendengar teriakan bibik sari.
"Klian dengar semuanya..!!!, saya hanya butuh satu orang dari rumah ini, kalau kalin bisa menyerah kan wanita itu,hidup kalian akan baik-baik saja..!!!," ucap sala satu penembak itu.
"Siapa yang kalin maksud..??" jawab ibu sari, yang sedang duduk bersipu, karena sedang memangku, sala satu kluarga yang tertembak tadi.
"Kamu Pasti tau, siapa yang saya maksud, ibu tua.!!!" bentak penembak itu, yang membuat orang satu rumah kaget, dan menoleh kepada ibu sari.
Ibu sari merasa kaget akan hal itu, bukan nya nona Agnes dan kelurga tidak punya musuh, selain saingan dalam pekrjaan, tapi kenapa ada seorang yang menginginkan Agnes, dengan cara seperti ini,ibu sari juga yakin, mereka orang-orang yang sangat jahat, dan mengingin kan Agnes, kalau harta tidak mungkin, karena Agnes tidak punya harta apapun lagi.
Agnes berada di kamar, merasa semakin ketakutan, kalau dia tidak menyerahkan diri,kelurga bibik akan mati, Agnes hanya mengandalkan Panji yang masih dalam perjalanan, waktu terasa sangatlah lama,kenapa Panji blum juga muncul untuk menolong mereka.
"Tidak..!!!, saya tidak akan menyerahkan nona Agnes kepada kalian, bawa aku saja sebagai gantinya, jangan sentuh kelurga ku dan nona Agnes." jawab bibik sari,menentang keinginan penjahat itu.
"Ha.. ha.. ha...!! hanya ada dua pilihan, nona manis yang belum keluar dari persembunyian,atau semua saya tembah" Ucap sang penembak dan menembak kembali salah satu kaki,yang tertembak tadi.
"Dorrrr....!!!"
Akhhhhhh....!!!! teriak semua penghuni rumah, yang menyaksikan tembakan itu di depan mata mereka,membuat rumah itu berceceran dengan darah.
Saat sang penembak kembali menngangkat pistol, sala satu dari penghuni rumah itu berkata,
"Baiklah saya akan memberikan orang yang kalian mau,tolong jangan tembak lagi"
Membuat ibu sari menoleh kepada arah suara tersebut.
"Apa maksud mu nak, jangan main-main dengan ucapan mu," ucap buk sari
"Buk..!! mereka menginginkan Agnes, dia juga bukan keluarga kit buk, biar kan saja mereka membawa nya, toh juga tidak ada untungnya kita membela dia, dari pada keluarga kita mati, serakan saja yang mereka mau..!!" ucap anak buk sari, yang tidak menginginkan kelurga nya mati, hanya gara-gara wanita yang hanya mantan anak majikan ibunya.
Di dalam kamar, Agnes begitu sangat katakutan, sehingga suara ketukan jendela membuat dia kaget.
"Tok..tok..tok..!!!
__ADS_1
Agnes bukak jendela nya."
"Panji..??, itu suara Panji," gumam Agnes pelan dan berusaha membuka Jendela itu.
"Ayo keluar dulu" Sambil meraih tubuh Agnes dang mengeluarkan Agnes dari jendela kecil,dan untung saja tubuh Agnes langsing,jadi bisa muat di jendela itu, Agnes pun memeluk tubuh Panji, agar bisa menurunKan jendela yang cukup Tinggi,dengan aman.
Agnes dan Panji melalui jalan lain, menuju mobil Panji yang cukup jauh dari rumah itu.
"Panji, tapi keluarga bibik ku, dalam bahaya." ucap Agnes dengan sangat kawatir.
"Tenang saja, orang-orang ku sedang menolong mereka,yang Penting kita harus Pergi jauh dulu,untuk menyembunyikan kamu, karena kamu yang mereka ingin kan" Ucap Panji sambil menggenggam tangan Agnes masuk ke mobil.
Di dalam rumah bibik sari,Anak nya menuju kamar Agnes,dan ingin memaksa Agnes keluar untuk meneyerahkan diri,kepada penjahat itu.
Saat Anak buk sari menggapai gagang Pintu,suara tembakan dari arah luar terdengar, dan mengagetkan semua isi rumah itu,termasuk para penjahat yang berada di dalam rumah tersebut.
Beberapa Anak buah penjahat itupun tertembak,dan terjadilah saling serang,dan membuat,keluarga ibu sari, melindungi diri sendiri, dari serangan saling tembak itu.
setelah sang penembak sudah semua di lumpuhkan, namun seorang dari mereka yang sangat ingin di bunuh, tidak tanpak di tempat kejadian itu.
"Bos, seorang yang kita cari tidak di temukan di tempat ini, walaupun sudah di lumpuhkan semua." Ucap sala satu anak buah Panji,
"Lanjutkan Pencarian, dan tugaskan sebagian untuk mendatangi kembali maskas nya"
"Baik bos" Panjikan mematikan telpon dan bergegas menuju tempat untuk persembunyain Agnes,agar lebih Aman.
"Panji Bagaimana dengan keluarga bibik ku," tanya Agnes, karena sangat kawatir.
" Tenang saja,mereka sudah aman, dan penjahat pun sudah di lumpukan, kecuali musuh besar yang sebenarnya," jawab Panji sambil konsen memyetir mobil, menuju tempat yang di maksud Panji.
" Sukurlah kalau sudah aman, Apa orang yang kamu maksud lari dari anak buah mu,??" tanya Agnes.
"Bisa saja iya..!!! bisa juga tidak..!!
Takutnya waktu dia menelpon ku, dia hanya memantau dari jarak jauh, dan dia mengirim anak buah nya untuk datang ke kediaman mu tadi." jawab Panji sambi menoleh kepada Agnes, dan Agnes juga menatap ke arah Panji,dan membuat pandangan mereka bertemu.
__ADS_1
Hal itu membuat Agnes sedikit kikuk dan memalingkan segera wajah nya kedepan.
dan sikap Kikuk Agnes bisa terbaca oleh Panji,dan membuat Panji sedikit tersenyum samar, akan ekspresi Agnes itu.
"Perjalanan kita masih cukup jauh, tidurlah dulu,nanti kalau sudah dekat, akan ku bangun kan" ucap Panji, untuk menghilangkan rasa gugup Agnes, Panji bisa melihat kalau telinga Agnes yang memerah, mungkin dia malu karena saling bertatapan.
Agnes pun menyandarkan tubuh nya, dan menatap kearah luar jendela mobil, tapi dia tidak memejamkan mata,karena dia masih was-was dengan keadaan sekitar.
beberapa jam kemudian, kini sampailah mereka di pinggiran danau yang sangat luas, membuat Agnes langsung duduk, karena sedikit kaget,karena mobil Panji berhenti.
"Apa yang terjadi" tanya Agnes sambil menoleh ke arah panji.
"Kita harus turun,dan menyebrangi danau ini, karena tempatnya harus melewati danau ini dulu" jawab Panji lalu turun dari mobil, di ikuti oleh Agnes.
"Apa tempatnya masih sangat jauh,??" tanya Agnes sambil memegang ujung jaket yang Panji gunakan, karena tempat itu cukup gelap.
" Lumayan" jawab Panji, sambil mengapai tangan Agnes, lalu menggenggam nya.
membuat Agnes sedikit kaget, karena Panji menggenggam tangan nya.
Mereka menuju Speedboat yang sudah ada di tepi danau itu,lalu Panji menjalankan speedboat menuju tempat yang di tuju.
Hampir setengah jam perjalanan,barulah mereka sampai,telihatlah sebuah rumah kecil di pinggiran danau itu, membuat Agnes penasaran Akan bentuk dalam rumah kecil yersebut.
"Ayo masuk..!!!" ajak Panji sambil membuka Pintu rumah itu. Agnes pun cukup kagum akan interior rumah itu, walau tanpak sederhana di luar namun di dalam nya mewah.
"Untuk sementara kamu akan tinggal di sini sampai aman, dan aku akan membawa beberapa pelayan untuk menemani mu, dan juga penjaga untuk menjaga keamanan mu nanti." ucap Panji sambil menatap Agnes, yang cukup bisa menerima perlindungan dari dia.
"Dimana kamar ku,??"
"Kamu bebas memilih kamar, kecuali di bagian dekat dapur, itu akn di tempatkan untuk pelayan nantinya," Jawab Panji.
"Baiklah, berikan kunci kamar itu untuk ku" ucap Agnes sambil menunjuk kamar yang menurut nya sudah menarik hati.
"Semua kunci kamar sudah tersediah si dalam kamar,kalau pun ingin memakai sandi kamar,kamu tinggal mengubah sendiri.
__ADS_1
"hmmm.." Ucap Agnes sambil menuju kamar yang tadi ingin dia tempati, dan meninggalkan Panji begitu saja, lalu Panjipun masuk kekamar lain.