MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
TEMBAKAN


__ADS_3


Agnes bergegas masuk ke dalam kamar, untuk menyaksikan rekaman video, yang di berikan Panji padanya.


Dengan sedikit takut Agnes mulai menjalan kan rekaman itu, yang berawal dari penembakan, secara tidak bermoral terhadap keluarga Panji hingga rekaman yang membawa-bawa nama papa nya, dan lebih parah lagi, papa Agnes lah yang di sebut sebagai dalang dalam penbunuhan sadis itu.


Tapi bagi seorang anak kecil seperti Panji, yang menyimpan dendam, Pastilah sangat mempercayai rekaman tersebut, karena pembunuhan sadis itu terjadi di depan mata Panji sendiri.


Agnes ikut sedih atas kejadian masa lalu Panji, yang membuat luka hati yang begitu dalam, sehingga memicu dendam yang sangat lama.


Namun di sayangkan, Panji tidak mencari tau lebih detail lagi tentang rencana pembunuhan itu,sehingga orang tua Agnes yang jadi korban,atas tuduhan-tuduhan tidak jelas itu.


Agnes sedikit memahami kondisi Panji, atas dendam lama, sa'at ini Panji dan diri nya,sama-sama tidak punya sanak saudara lagi, Agnes masih tetap memikirkan hukuman untuk Panji ke depan, setelah Panji selesai akan dendam masa lalu nya yang sangat menyakit kan itu.


"Ma'af Panji, hukum tetap lah hukum, walaupun kamu memang tidak bermaksud membunuh orang tua ku, tapi akan tetap berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku." gumam Agnes setelah selesai menyaksikan video itu.


Malam sudah cukup larut namun mata Agnes belum mengantuk, dia sedikit bimbang dengan keputusan itu,tapi dia tetap ingin memberi hukuman terhadap Panji nanti.


Tiba-tiba..!!!!


"Tok... tok.. tok..." Suara orang mengetuk kembali Pintu rumah kediaman Agnes, yang membuat Agnes yang belum tidur mendengar jelas suara ketukan Pintu itu.


Dan menyerngitkan alis.


"Siapa yang bertamu malam-malam begini" Ucap Agnes sambil berjalan menuju arah Pintu tersebut.


Di kediaman Panji, Panji fokus dengan rencana mendatangi markas sang pembunuh yang sebenar nya, walaupun Panji tau, sang pembunuh itu sangat lah licik, Namun dia tetap berusaha, untuk bisa membalas kan dendam orang tua nya.


"Tring.. tring... tring.." Suara Hp Panji berbunyi dan Panji pun mengangkat nya.


"Hallo Panji!!!" Ucap suara, seorang penelpon misterius itu kembali menelpon.

__ADS_1


"Untuk apa menelpon ku" jawab Panji ke inti nya.


"Ha... ha... ha..." apa kamu tidak ingin bertaya,Malam ini aku lagi bertamu kerumah siapa??" Ucap sang penelpon,yang membuat Panji langsung bangkit dari ranjang dan langsung berlari menuju mobil.


"Jangan main-main" Lawan mu adalah aku, jangan coba-coba menyentuh Agnes.!!!" Ucap Panji berteriak kepada sang penelpon, dan sang penelpon langsung mematikan telpon itu.


Di kediaman Agnes, Agnes ragu untuk membuka pintu tersebut, dan dia sedikit berhenti di depan pintu itu.


"Kira-kira siapa yang bertamu malam-malam begini..??!" Agnes pun berpikir untuk melihat terlebih dahulu lewat kaca jendela.


"Tring... tring..tring.." Suara Hp Agnes berbunyi dan mengurungkan niat untuk tidak mengintip lewat kaca jendela rumah nya,Agnes pun Kembali ke kamar dan melihat siapa yang menelpon.


"Panji..!!!" gumam Agnes sambil mengambil Hp dan mengangkat telpon dari Panji tersebut.


" Hallo..!!! ada ap..." Agnes belum menyelesaikan ucapan nya,Panji sudah memotong ucapan Agnes.


" Jangan membuka Pintu, siapa pun yang bertamu malam ini, sebelum aku sampai." ucap Panji dengan sedikit tergesa-gesa.


"Terserah ku, ingin menerima tamu siapa pun di kediaman ku,urus saja urusan mu sendiri" Jawab Agnes tidak ingin peduli dengan ucapan Panji.


" Pleace..!!!!Jangan bukak pintu, siapa pun yang bertamu, aku menuju kesana sekarang..!!!"


"Tidak usah sok sibuk, mengurusi urusan ku Panji, aku tidak suka..!!!"jawab Agnes dengan suara yang sangat tidak senang, akan cara Panji yang sok dekat dengan nya.


"Agnes tolong dengar kan aku, sekali ini saj.." dan Agnes pun langsung keluar dari kamar nya tanpa menghiraukan ucapan Panji dan ingin melihat siapa tamu itu, Agnes berpikir, Paling orang-orang kampung ini saja, apa masalah nya.


"huhhhh...!!!, tidak usah mengurusi ku, aku bahkan berjalan ke arah Pintu untuk membukakan pintu untuk tamu itu" jawab Agnes membangkang"


"Nyawa mu dalam bahaya gadis b*d*h..!!!" Jawab Panji, karena Agnes sangat susah mendengarkan ucapan Panji,yang akan mencelakai nyawa nya sendiri.


Langkah Agnes pun terhenti dan membuat Agnes mulai khawatir akan ucapan Panji.

__ADS_1


"Dalam bahaya..??, maksud mu, di luar itu.... Pen.. jahat,???" Ucap Agnes sambil memundurkan langkah nya.


ketokan Pintu itu masih saja terdengar, dan membuat Agnes semakin ketakutan, karena Ucapan Panji barusan.


" Iya..!!! mereka yang mengincar mu, dan akan mencari cara, agar bisa menangkap mu, kamu mengerti maksud ku kan" ucap Panji yang kembali memelan kan suaranya, karena sadar, barusan dia membentak Agnes.


"ba.. baiklah.!! apa yang harus ku lakukan Panji..???, Orang rumah masih tidur ,aku takut mereka memaksa masuk" ucap Agnes dengan rasa takut,dan kembali ke kamar untuk mengunci Pintu.


" Tenanglah, tetap lah di kamar dan kunci Pintu kamar mu, kalau bisa kamu telpon bibik dan yang lain, agar tidak membuka Pintu sebelum aku datang" ucap Panji mempringatkan Agnes


"Ba... baiklah Panji," namun karena Panik, Hp Agnes sampai jatuh dan dia ingin mengambil Hp itu, Hp Agnes pun terijak oleh Kaki nya, dan membuat layar Hp Agnes Pecah, tangan Agnes yang gemeteran pun memungut hp yang sudah sedikit hancur, di kaca pelindung layar Hp Agnes, dan membuat Agnes Harus melepaskan terlebih dahulu, agar bisa melihat layar hp tersebut. dengan gemetaran Agnes berusaha membuka pelindung layar Hp, akhirnya terbuka.


Sa'at Agnes ingin menelpon orang di rumah itu, terdengar Oleh Agnes, salah satu pemilik rumah,membuka pintu kamar, mungkin karena terganggu akan suara ketukan Pintu, yang berulang-ulang dan cukup keras, Agnes pun berusaha mencegah untuk membuka Pintu, namun karena rasa takut dan Panik Agnes, menyulitkan Agnes, untuk membuka Kunci kamar nya itu.


Dan tiba-tiba..!!!


"kriettttt" suara Pintu di buka oleh salah satu penghuni rumah dan bertanya.


"Siapa ya.?? Cari siapa ya pak..???" tanya penghuni rumah dan...!!!


"Dorrr...!!!!


akhhh...!!!" ucap suara yang membuka Pintu, di tembak secara tidak manusiawi, membuat Agnes bingung antara ingin keluar atau mengunci kembali kamar itu.


"Agnes bimbang dan juga sangat takut, takut yang lain menjadi korban tembakan tersebut.


"Agnes menangis sambil menutup mulut, Agnes sangat ketakutan.


Lalu terdengarlah beberapa penghuni kamar lain nya yang mulai membuka Pintu,dan itu adalah bibik Sari.


"akkhhhh.....!!!!" teriak bibik karena melihat keluarganya yang di tembak,oleh orang tak di kenal.

__ADS_1


Mendengar itu,membuat Agnes semakin takut, karena suara itu adalah bibik Sari, yang selama ini,orang satu-satu nya menolong hidup Agnes, tidak mungkin Agnes hanya berdiam saja, karena Panji masih belum datang untuk menolong mereka.


__ADS_2