
Tibalah hari yang sangat di nantikan oleh Panji dan Agnes, yaitu pernikahan mereka, yang di gelar sangat meriah dan di hadiri parah dari semua kalangan, Dan acara pernikahan mereka di adakan, di beberapa tempat, termasuk perkebunan teh milik Panji, namun sudah di berikan kepada Agnes, walau Agnes menolak, namun Panji tetap mengatas nama kan Agnes, dengan sah.
Hampir seminggu acara mereka di gelar, beberapa kali dengan beda tempat. Panji betul-betul ingin membuat pernikahan mereka berkesan, terutama untuk sang istri, AGNES PUTRI MAHESA. yang sekarang sudah sah menjadi istri Panji.
Panji tinggal di rumah Agnes, karena Agnes meminta, agar tidak mengosongkan rumah peninggalan orang tuanya, akibat dari acara pernikahan mereka yang cukup lama memakan waktu, hingga malam, Agnes cukup kelelahan, sekarang tibalah waktu berakhir pesta pernikahan mereka, Agnes bergegas kembali ke kamar, karena sudah cukup lelah. tanpa memikirkan Panji, dia kembali sendiri ke kamar pengantin mereka.
Agnes tanpa berpikir lagi, dia langung melepas gaun pengantin indah yang cukup berat itu dari tubuhnya, kemudian Agnes menuju kamar mandi,mandi air hangat untuk menghilangkan capek di tubuhnya.
Kerena Agnes tau Panji belum masuk ke kamar, dia buru-buru untuk membersikan tubuhnya, Agar tidak telihat oleh suami mesumnya.
Agnes tergesa-gesa, sampai-sampai di lupa untuk mengunci kamar mandi mandi itu.
" krieeeett..." suara pintu kamar mereka di buka oleh seseorang, yang tak lain adalah suami tampan dan gaga kepunyaan Agnes.
Saat Panji masuk, dia melihat gaun mengantin istrinya, yang sudah tergeletak di lantai, tanpa di susun di tempat seharusnya, Panji mengambil gaun itu, dan meletak kan di tempatnya. Panji mencari keberadaan istri, namun tak terlihat si kamar pengantin luas itu.
Panji mendengar suara air di kamar Mandi, dan tersenyum mesum, karen sudah Pasti di dalam sana adalah istrinya.
Panji, mengunci pintu kamar mereka, dan dia mulai membuka seluruh pakian untuk menyusul sang istri.
Karena telalu konsen dengan Mandi, hingga Agnes tidak menyadari, Panji sudah menyelinap ikut masuk ke kamar mandi itu.
Panji menutup pelan kamar mandi, lalu bersandar di sana sambil menatap tubuh indah milik istrinya, dan beberapa kali menelan saliva kasar, Muka Panji yang mulai memerah, efek dari pandangan indah di depan matanya.
__ADS_1
"Hemm..." ucap Panji, dan itu membuat agnes sangat kaget, dan replex menutup bagian-bagian tertentu, Agnes melotot karena melihat suaminya masuk ke kamar Mandi, tanpa mengunakan apapun, membuat Agnes membuang pandangannya ke samping.
Melihat tingka istrinya, membuat Panji semakin ingin mendekat ke arah Agnes,Agnes melihat Panji semakin mendekat, dia pun mundur, hingga mentok di tembok kamar mandi, dan menghimpit pelan tubuh mungil Agnes
Panji yang sudah lama menahan g*ir*hnya menarik pinggang Agnes agar merapat ke tubuh Panji.
"Sayang...kita mandi bareng ya" ucap Panji dengan suara serak.
"T..tapi, a..aku su..sudah selesai Panji...!!!" jawab Agnes dengan gagap, karena paha Agnes yang menempel ke arah sensitif Panji, merasakan sesuatu yang sudah mengeras di sana.
Bibir Panji mulai meresak ke leher jenjang Agnes, dan mulai menc*um di area sana dengan liar.
"Sayang Aku suami mu sekarang,..panggil mas ya..!" jawab Panji sambil berbisik di telinga Agnes dan mencium area telinga hingga pipi Agnes.
Tangan Panji mulai menurunkan tangan Agnes yang menutup area sensitifnya, lalu di ganti oleh tangan besar milik Panji.
"Agghhh" d*s*h Agnes, menikmati c*mb*an liar Panji. Panji tiba-tiba mengendong tubuh Agnes menuju ranjang pengantin mereka,
Panji mulai m*n*nd*h Agnes, dan memasuki Agnes pelan.
"Agghhh...Ahhhh, pe..pelan pe...lan m..as, sa..kit." ucap Agnes dengan suara terputus-putus, Panji sudah berusaha pelan mend*r*ng pingg*lnya, namun rasa itu tidak bisa di tahan, membuat Panji mempercepat dorongan itu,, cukup lama bergulat, akhirnya hal itu terselesaikan juga, membuat Agnes cukup berkeringat, walaupun Ac di kamar itu sangat dingin.
Agnes sudah memberikan obat penawar kepada Panji, membuat Panji tersenyum lebar, akan hal yang di lakukannya dengan dengan istri cantiknya.
"Makasih Sayang..!!, Sangat enak" ucap Panji dengan kata mes*m. karena Agnes cukup kelelahan, dia hanya tersenyum samar, lalu tidur di pelukan hangat Panji
__ADS_1
Panji mencium pucuk kepala Agnes, lalu menutup tubuh mereka dengan selimut.
"Semoga dedek cepat hadir di dalam sini" gumam Panji pelan, sambil mengelus perut datar Agnes.
Jam pun berputar begitu cepat, Pagi sudah mulai menampakan sinar cerahnya, secerah kehidupan yang di jalani Agnes dan Panji sekarang.
Agnes dan Panji belum Ada tanda-tanda untuk membuka selimut empuk mereka, mungkin karena telalu capek, membuat mereka tertidur dengan cukup Pulas.
Para pelayan dan anak buah Panji, mulai membereskan tempat yang di tinggal kan parah tamu, selesai acara pernikahan Panji dan Agnes, makanan untuk pengantin baru sudah di siap kan, tapi tidak ada satu pun yang berani membangun kan mereka, kecuali bibik sari.
Jam hampir menunjukan angka delapan, barulah bibik sari naik ke lantai dua, menuju kamar, pengantin baru itu.
"Tok.. tok.. tok.." Non, den Panji,..." ucap bik sari mengetok pintu kamar pengantin baru itu. beberapa kali baru terdengar sahutan dari Panji, yang lebih dahulu bangun.
Medengar itu, bik sari langsung turun kembali,
Panji menuju kamar westafel untuk memcuci muka dan memakai pakain, karena masih belum memakai apapun dari semalam., sa'at keluar, dia melihat selimut Agnes yang sedikit melorot samapai d*d*, Panji mendekat lalu menc**m bahu tel*nj*ng Agnes cukup lama.
"Sayang...!" bisik Panji lembut dan pelan di dekat telinga Agnes, Agnes membuka mata, melihat Panji sudah di depan matanya.
"Emmmm.." ucap Agnes manja.
" Aku masih capek banget mas, rasanya badan ku remuk semua," ucap Agnes sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, karena masih lumayan mengantuk.
"Ya sudah, mas suruh pelayan bawa makanan ke sini ya, biar kita makan di kamar, habis itu baru bobok lagi Sayang..." ucap Panji sambil mencium pucuk kepala Agnes lalu mengelusnya pelan.
__ADS_1
" Agnes hanya mengangguk pelan, dan Panji menelpon pelayan, untuk membawakan makanan ke kamar mereka.