MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
KAMAR MANDI


__ADS_3


Sejak hamil, kebiasaan baru, yang sering di lakukan Agnes adalah memasak, termasuk siang ini, Karena Panji yang tidak suka makanan di luar sejak menikah, selalu pulang untuk makan, dan melihat kondisi istrinya.


Panji yang mulai sibuk dengan aktifitas kantor dan cabang lainnya, selalu akan memberikan waktu kepada sang istri tercinta.


Walau kadang, Agnes melarang untuk pulang, dan lebih konsen untuk kerja, namun Panji gidak menghiraukan itu, dia akan selalu pulang dan video call kepada Agnes setiap tiga jam sekali, kecuali rapat penting.


"brummmm..." Suara mobil yang masuk perkarangan luas rumah keluarga Agnes, Agnes pun segera keluar rumah untuk menyambut sang suami yang pulang makan siang.


Panji pun melihat sang istri langsung tersenyum lebar, lalu mencium dan memeluk istrinya, sambil mengelus perut Agnes yang mulai membuncit itu.


"Sayang..!!, tadi aku masak makanan kesukaan ku," ucap Agnes dengan senyum, karena bukannya memasak kesukaan Panji, tapi malah memasak kesukaan dia sendiri.


Namun Panji tidak peduli dengan itu, karena apapun yang di masak oleh Agnes, semua bisa di makan Oleh Panji.


"Gak apa-apa sayang, yang penting kamu suka dan bisa lahap makan, untuk istri ku, dan anak kita" ucap Panji, lalu menarik kursi untuk Agnes duduk. kemudian Panji menyusul duduk, menikmati masakan sang istri yang menggiurkan.


Panji dan Agnes mulai menyantap makan siang, dengan makanan kesukaan Agnes, kadang Panji menyuapi Agnes.


Sambil menikmati makan siang, mereka selalu bercanda, untuk mencaitkan suasana, agar sang istri tidak terlalu banyak pikiran.


"Sayang, libur aku mau keluar jalan-jalan" ucap Agnes manja.


"Ia sayang, nanti libur kita jalan ya, nanti mas temenin kemana pun istri dan anak ku mau" jawab Panji sambil tersenyum lembut kepada Agnes.


"Yeee..!!!" ucap Agnes bahagia seperti anak kecil yang mendapat mainan baru, Panji hanya tersenyum melihat istri senang.

__ADS_1


Selesai dengan makan siang, Panji mengajak Agnes untuk ke kamar, karena Panji cukup mengantuk, lalu Panji menelpon Asisten lamanya, untuk mengurus masalah kantor.


Setibanya di kamar, Panji langsung membuka seluruh pakiannya, di depan Agnes, membuat Agnes sedikit memerah melihat tubuh Panji, yang memang dari dulu di kagumi Agnes, walau Agnes sering melihat itu, tapi Agnes masih saja merasa malu, sa'at Panji polos di depan matanya.


"Sayang, apa kamu sudah mandi" tanya Panji, sebelum memasuki kmar mandi, ingin mandi dahulu seblum istrahat.


"Sudah mas, pagi tadi, kalau siang belum, mas aja yang mandi dulu, baru aku selanjutnya" jawab Panji mengangguk lalu masuk ke kamar Mandi mereka, dengan keadaan polos.


Ntah, sejak Agnes barusan melihat suaminya ke kamar mandi, dia ingin sekali rasanya, sangat Agresif kepada suaminya, Agnes biasa tidak merasakan hal ini, namun saat melihat Panji, otak mes*m Agnes yang dulu, seperti kembali lagi.


"Sayang, tolong ambilkan handuk, mas lupa bawak" ucap Panji sambil membuka sedikit pintu kamar mandi.


"ia tunggu sebentar" jawab Agnes yang pergi mengambil handuk untuk sang suami.


Namun sa'at mengambil handuk, Agnes malah berpikir, ingin mandi bersama Panji, tanpa bwrpikir lagi, Agnes membuka pakiannya sambil membawa handuk dengan keadaan polos, menuju kamar Mandi.


" Mas, ku mau mandi bareng mas," ucap Agnes, dan perlahan masuk, Panjipun membantu istrinya.


"Sayang, kamu yakin, mau Mandi barenag, Mas takut akan lama, kalau mandi bar..." ucapan Panji terputus, Saat Agnes merapatkan tubuh polos mereka, dan Panji, menerima itu dengan hati yang sangat senang.


Agnes Menyentuh bagian sensitif Panji, Panji memejam kan mata sambil sambil mengangkat sedikit kepalanya.


Agnes masih sibuk menyentuh sosis Panjang dan besar milik Panji, membuat Panji semakin gusar, dan mulai membuka sedikit bibirnya, merasakan nikmat itu, lalu mendes*h...


Panji tidak menyangka kalau Agnes, akan melakukan hal itu duluan, selama ini selalu dia yang melakukan duluan kepada Agnes.


Agnes semakin mempercepat, itu membuat Panji begitu menikmati, sampai Panji tidak bisa menahan keinginan, untuk memasuki Agnes.

__ADS_1


Panji dengam tiba-tiba melepas tangan istrinya, lalu membalikan tubuh Agnes membelakangi Panji dengan lembut, lalu meremas buah Agnes, kemudian meraba bagian bawa Agnes yang sudah basah.


Panji pun memasuki Agnes dengan cepat, sehinga mereka merasakan kenikmatan itu bersama. Panji dengan sedikit pelan memaju Mundur kan pinggulnya dengan tangan masih meremas buah Agnes.


Agnes merasa lututnya lemas, karena Panji sudah cukup lama melakukannya, namun belum ada, tanda-tanda akan berakhir, Nikmat memang, melakukan itu dengam suami sendiri, apalagi punya ukuran yang di ingin kan setiap wanita, Agnes membatin, dia sunggu beruntung Punya suami seperti Panji yang sempurna, Agnea juga merasa sangat beruntung terlahir denga wajah dan tubuh yang tak kalah cantik, malah lebih cantik dari wanita-wanita semestinya.


Beberapa menit kemudian, baru Agnes mulai merasakan gerakan berbeda dari Panji, pertanda penyatuan mereka akan segera berakhir, dan....!!!


"Ahhhhh..."ucap Agnes dan Panji berbarengan, karena pusaka Panji sudah mengeluarkan benihnya kemudian mencabut pusaka besar itu dari tubuh Agnes dengan Pelan.


Agnes cukup ngosngosan dan hampir menjatuh kan tubuhnya, untung saja Panji memeluk Agnes dari belakang, lalu menghidupkan Air hangat, Panji membantu Agnes mandi, karena mungkin Agnes tidak punya tenaga lagi untuk memandikan tubuh sendiri.


Selesai dengam mandi, Panji mengendong Agnes ke ranjang, untuk beristrhat, karena sudah cukup capek, menguras tenaga di kamar mandi.


"Sayang..???, Apa ada bagian yang sakit" Tanya Panji mengelus perut buncit Agnes.


"Tidak Ada mas, cuma aku capek, karena melakukan dengan berdiri." ucap Agnes dengan mata mulai sayu, karena capek dan mengantuk.


Panji menutup tubuh Agnes dengan selimut, lalu memeluk Agnes.


Panji pun menyusul untuk beristrhat. karena tubuhnya memang sudah cukup capek, di tambah dengan olahraga bersama yang istri, cukup lama di dalam kamar Mandi tadi.


Bulan pun bertambah, begitu juga dengan kehamilan sang istri, itu membuat Panji, lebih menjaga Agnes, Panji sering tidak masuk kantor, mengerjakan dari rumah saja, jika hal penting, sang asisten akan turun tangan.


Panji dan Agnes menunggu hari-hari bahagia, tapi menegang kan, Panji selalu mengantar Agnes untuk kerumah sakit, guna mengetahui kondisi anak mereka dan istrinya, Panji juga ingin tau perkembangan anak mereka, apa lagi itu Anak pertama yang akan mewarisi harta warisan Panji dan Agnes.


Jenis kelamin anak mereka juga sudah di ketahui, termasuk nama anak mereka juga sudah di siapakan, yang Pasti dengan nama besar Panji, LESMANA, akan kah akan mewarisi ketampanan sang ayah, atau dari sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2