MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
JANJI UNTUK KEMBALI


__ADS_3


Selesai mencuci piring, Agnes langsung menuju kamar kembali, tanpa menyapa Panji, yang masih di meja makan.


Namun itu, tidak membuat Panji kesal, akan sikap Agnes yang sekarang, Panji akan terus berusaha melindungi Agnes,walau harus dengan nyawa Panji sendiri, melihat Agnes yang sudah masuk ke kamar, Panjipun masuk juga kekamarnya untuk beristrhat.


Pagi sudah menampakkan sinar, namun sang penghuni kamar belum telihat membuka kamar mereka, mungkin karna suasana rumah yang dingin alami, dari hutan-hutan di sekeliling rumah kediaman Agnes tersebut,membuat tidur mereka lebih nyenyak.


jam sudah berputar menunjukkan pukul tujuh.


Barulah terlihat pintu kamar Panji terbuka, dengan pakain Santai, Panji beranjak ke arah dapur,sambil mengamati pintu kamar Agnes yang masih belum terbuka.


Panji menyiapkan teh dan beberapa roti untuk dirinya dan Agnes, selesai dengan menyiapkan makanan, Panji bejalan ke arah pintu kamar Agnes, Sa'at Panji ingin mengetuk pintu, dan mengangkat tangan, Pintu kamar Agnes juga terbuka, dan membuat Agnes sedikit kaget, melihat Panji di depan kamar pagi-pagi.


"Aku sudah menyiapkan sarapan, sambil menunggu pelayan dan beberapa penjaga, beserta barang mu, sebaiknya kita sarapan dulu" ucap Panji, lalu berbalik dan berjalan ke arah Meja makan.


Agnes pun mengikuti Panji dari belakang, dan sarapan bersama.


"Agnes..!!, mungkin beberapa hari aku tidak bisa datang kesini,karena ada tugas penting yang harus aku selesaikan di luar, kalau ada Apa-apa telpon aku segera,dan di luar juga banyak penjaga nanti.


Dan ingat, jangan percaya kepada siapapun dengan orang-orang yang baru kamu kenal, dan beberapa kamar, khusus kita, jangan sembarangan untuk menyuruh nya masuk,apabila membersikan kamar, Pastikan kamu berada di sana juga." ucap Panji memberi Nasehat kepada Agnes, agar tidak terlalu percaya dengan siapa pun.


Agnes yang mendengar itupun mengangguk-anguk mengerti, akan nasehat dan pesan yang Panji tinggal kan untuk nya.


Selesai dengan sarapan, Panji menunjuk beberapa tempat Penting di rumah itu,termasuk tempat di dalam kamar,yang belum Agnes ketahui.


"Agnes..!!!, kesini," ucap Panji sambil mengajak Agnes masuk kekamar nya, dan Agnes mengikuti kekamar Panji.


Panji membuka sebuah lemari pakiannya, dan meletakkan sidik jari, lalu terbuka lah ruang rahasia,yang di dalam,tedapat beberapa ruangan,dan lengkap dengan tempat tidur, beserta beberapa ruangan lain, sepsrti tempat latihan menembak,yang cukup luas.


"Ingat,di kamar mu juga ada Pintu seperti ini,dan terhubung keruangan ini," ucap Panji kepada Agnes.

__ADS_1


"Apabila kamu dalam masalah, tempel sidik jari,yang berada di kamar mu,lalu sembunyilah di sini, dan ingat jangan beritahu siapa pun,termasuk pelayan mu beserta pengawal di sini.ucap panji


"Apa tidak ada satupun anak buah mu yang mengetahui tempat ini," tanya Agnes.


"Tidak ada, cuma kita berdua saja, dan ruangan ini sudah lama di rancang, namun aku baru menempati nya, jadi sudah ku beritahu kepada mu,ini cuma untuk tempat melindungi diri, dari musuh, kalau kita di kepung di pulau ini."


"Baiklah aju mengerti" jawab Agnes, lalu Panji pun mengajak Agnes keluar dari sana.


"Agnes, pelayan dan penjaga kamu, sudah datang, mereka akan menuruti apapun yang kamu perintahkan, saya harus pergi sekarang," ucap Panji,yang membuat Agnes sedikit sedih,namun tidak terlihat di mata Panji.


Panji pun lansung beranjak dari tempat itu dan mulai melangkah keluar, namun langka Panji terhenti, karena mendengar sebuah ucapan sederhana yang keluar dari mulut Agnes,dan itu pun tidak di sangka oleh Panji, kalau kata itu akan di ucap kan Agnes kepada Panji.


"Hati-hati..!! dan cepat kembali ke sini, kalau urusan mu sudah selesai." ucap Agnes, terdengar seperti ucapan seorang Istri kepada suaminya.


Panji menoleh lalu tersenyum.


" Baiklah, aku akan secepatnya kembali kesini, untuk mu" ucap panji lalu keluar dari rumah itu, mendengar kata-kata Panji, kembali untuk dirinya, membuat muka Agnes sedikit memerah dan tersenyum samar.


Lalu mulai menata barang-barang yang di bawa oleh anak buah Panji peserta pelayan baru Agnes.


"Masukkan ke kamar ku saja langsung" ucap Agnes,lalu para pelayan mulai membawa barang-barang Agnes menuju kamar.


Kini Panji sudah berada di villa bersama pengawal-pengawal, untuk bersiap penyerangan berikut nya kepada penjahat yang sebenarnya.sambil menunggu malam tiba.


Langit mulai menutup sinarnya berganti dengan gelap,panji dan anak buahnya pun mulai beranjak dari tempatnya.


Kini Panji dalam pejalanan menuju markas sang bos penjahat itu.


dan mulai berbagi kelompok untuk berpencar,menyerang secara brutal di markas itu.


Merekapun mulai memasuki bangunan tua yang koko itu,dan mulai memanjat tembok tinggi,mencatmri cara untuk masuk,tanpa terlacak oleh beberapa Cctv dan penjagaan ketat bangunan tempat sang pembunuh sebenarnya berada.

__ADS_1


Panji mencari celah untuk masuk langsung ke ruangan bos dari penjahat itu,dan melawannya secara langsung.Tapi memang tidak semudah itu,menembus penjagaan-penjagaan ketat itu,Panji harus lebih dulu,melumpuhkan beberapa pengawal beserta menghancurkan Cctv tanpa di curigai.


Satu persatu penjagaan mulai bisa di lumpuhkan, dan Panji bisa masuk untuk mencari ruangan itu.


Sa'at Panji sudah menemukan ruangan tersebut, tanpa di duga serangan mereka di ketahui oleh penjaga di sana, dan terjadilah penyerangan secara tiba-tiba di tempat itu, hingga membuat para pengawal menyerang dengan brutal, terjadi penembakan cukup lama,dan banyak juga yang m*t* dalam serangan itu.


tujuan Panji, tetap bos besar mereka, dalang dari semua kenatian keluarga Panji dan Agnes.


Akhirnya Panji bisa memasuki ruangan itu,namun sang pembunuh di terlihat di tempat itu,membuat Panji lebih waspada di ruangan tersebut.


"dorrrr...!!


dorrr..!!! tembakan yang secara tak di ketahui Panji, tiba-tiba melesat dari belakang Panji, dan untung Panji bisa menghindar, dan berbalik menyerang,namun sang pembunuh yang sangat mengenal ruangan itu,dengan mudah bersembunyi.


Panji kembali sangat waspada,karena belum mengenal ruangan itu.dan penembakan terjadi beberapa kali,sehinga tembakan itu,mengenai kaki Panji, membuat Panji tersungkur ke lantai.


Melihat keadaan Panji yang mulai bisa di lumpukan,Penjahat itu keluar, dan sa'at itu Panji pertama kali melihat pembunuh sebenarnya, dia tertawa di depan Panji, dengan tiba-tiba menembak tangan Panji,hingga membuat pistol di tangannya terlepas.


"Hai Panji,..!! ahirnya kita berjumpa juga, ini pertama dan terakhir kita bertemu,dan kamu melihat wajah ku,yang telah membunuh keluaga mu" ucap sang penjahat dengan tertawa keras nya.


" ucapkan kata-kata terakhir untuk kekasih yang kamu tinggalkan Panji, sa'at kamu mati dan terkubur di sini, aku akan menjemput dan mengurung kekasih mu di tempat ku ini, untuk melayani ku di ranjang." ucap penjahat itu dengan senyum licik, membuat Panji sangat ingin membunuh penjahat itu sekarang juga, namun Panji sudah tertembah.


"Ma'af Agnes, kalau aku tidak bisa menjaga mu nanti, tapi aku di sini masih berusaha semampu ku" ucap Panji membatin,dan berusaha berdiri dari ketidak berdayaannya.


Melihat pergerakan Panji, penjahat itu,mengangkat kembali pistol dan mengarahkan kepada Panji.


Dann.


"Dorrrr..!!!


Dorrrr...!!!

__ADS_1


Dorrrr...!!!"


Suara tembakan,terdenngar di ruangan itu hingga sampai ke penjuruh rumah tua tersebut


__ADS_2