MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
AGNES HANCUR


__ADS_3

Panji bersama Agnes terus menerobos deras nya hujan,dan berlari menuju gubuk tersebut.


kini tibalah mereka di depan pintu gubuk itu,dengan keadaan baju Panji dan dres bagian bawah Agnes basah kuyup.


Panji membuka Pintu gubuk yang sudah cukup kotor itu,dan dinding-dinding sudah penuh dengan debuh.


"kriiitttt...." Panji mendorong Pelan pintu yang sudah hampir copot bagian besi penahan nya,dan perlahan masuk kesana, memperhatikan lantai tanah yang sudah tertutup oleh kayu-kayu yang sudah lapuk.


Lalu Panji menyingkirkan kayu-kayu tersebut dengan sepatu nya,untuk memberi jalan agar Agnes bisa lewat dengan tenang.


"Panji.."panggil Agnes, yang belum berani memasuki gubuk itu.


"Ayo masuk"ucap Panji sambil mengulur kan tangan nya untuk mengajak Agnes yang sudah menggigil,karena langit masih menguyur kan air nya dan semakin deras.


Agnes perlahan menyambut uluran tangan Panji,dan tiba-tiba.


"DUARRRRRR....!!!!!"suara petir yang memekik kan telinga mereka dan membuat Agnes spontan memeluk Panji karena kaget dan ketakutan.


"Ahhhhkkk.....!!!"ucap Agnes karena kaget akan suara petir itu.Agnes memeluk erat panji dengan semua tubuh nya basah kuyup.


"Agnes, tenang lah itu hanya petir......lepaskan dulu,biar aku bisa menghidup kan api"ucap Panji yang sudah merasa cukup kedinginan dengan keadaan yang basah.


Agnes pun perlahan melepas kan Pelukan nya tapi masih memegang baju Panji sambil mengekor dari belakang.


Ada sebuah kursi kayu yang cukup kuat untuk di duduki,Panji membersikan nya lalau menyuruh Agnes untuk duduk di sana.


"duduk di sini,kamu akan aman"sambil menarik sedikit tangan Agnes dari baju dan menyuruh Agnes untuk duduk di sana.


"Tetap lah di sini aku akan menghidup kan api"


Sambil mengambilkan korek di saku celana nya yang cukup kering dan mengumpul kan kayu-kayu yang ada di gubuk itu.


"Dengan usaha yang cukup, Panji akhir nya bisa menghidup kan Api di dalam gubuk itu,lalu membersikan sekeliling mereka agar aman dari binatang-binatang kecil berbisa di gubuk itu.


Panji juga mengambil kayu yang cukup panjang untuk di jadi kan tempat jemuran baju nya di samping api tu.


Panji mulai membuka baju nya di depan Agnes tanpa canggung sedikit pun, dan nampak lah tubuh kekar Panji yang membuat Agnes tersipu karena hanya berdua di dalam gubuk di tengah hutan itu.


setelah itu Panji menoleh kepada Agnes,tapi agnes menoleh ke arah lain

__ADS_1


"Agnes keringkan dulu jaket yang kamu pake"ucap panji sambil menatap Agnes dengan lekat nya.


"Agnes pun melepas kan jaket yang dia pakai karena sudah sangat basah,lalu memberikan nya kepada panji dan masih tetap tidak menatap Panji.


Panji yang masih fokus ke arah Agnes tak sengaja melihat ke arah dres Agnes yang menampakkan dalaman Agnes,karena baju nya ikut basah, Panji sesikit susah menelan saliva nya karena gagal fokus.


"Panji"tegur Agnes karena Panji dari tadi tidak bergerak dari tempat nya untuk mengeringkan jaket yang di berikan Agnes.


Panji sedikit kaget akan suara Agnes lalu langsung berbalik untuk menjemur jaket itu.


Panji juga menyusun beberapa kayu untuk tempat duduk mereka di dekat api tersebut.


"Panji,Aku kedinginan"ucap Agnes dengan menggigil.


""Kemarilah..!!"sambil menepuk-nepuk kayu yang di susun nya,agar Agnes duduk di kayu itu.


Agnes pun mendekat dan duduk di dekat Panji sambil menghangat kan tubuh nya.hujan pun tak kunjung redah.


"Mendekat lah"ucap Panji agar agnes lebih dekat dengan nya.


Agnes pun medekat ke arah Panji tapi masih tetap mengigil karena baju yang ia pakai masih sangat basah.Melihat kondisi Agnes yang sangat kedinginan dan menggigil,Panji pun menggenggam tangan agnes dan sedikit mengosok-gosok nya untuk memberikan kehangantan.


Tiba-tiba Panji sedikit beranjak dari duduk nya kemudian memeluk Agnes dari belakang.dan membuat Agnes sedikit kaget dengan sikap Panji terhadap nya.


"Panji apa yang kamu lakukan"tanya Agnes dengan suara lembut nya.


"Aku hanya memeluk mu agar tidak terlalu dingin"


ntah siapa yang berubah sikap sa'at ini.Agnes yang tidak lagi menampak kan sikap agresif nya atau Panji yang sudah mulai merubah sikap kaku dan dingin nya terhadap Agnes.


Agnes pun menyandarkan kepala nya ke dada bidang Panji dan ikut memeluk tangan Panji yang mendekap nya cukup erat.


Agnes tidak seperti biasa nya yang sangat agresif terhadap Panji,apa lagi kalau melihat tubuh Panji yang polos atas nya,Agnes tidak akan membiyarkan hal itu berlalu begitu saja.


Tapi di gubuk tengah hutan dan hanya mereka berdua saja,Agnes tidak banyak bicara dan sering tak menatap ke arah Panji,seperti sa'at ini,saat Agnes di peluk oleh Panji,Agnes hanya menyandarkan kepala nya dan diam saja.


Panji menatap ke arah Agnes yang menyandarkan tubuh nya ke dada bidang nya."Agnes.??!"ucapa panji sambil menunduk menatap Agnes yang tak membalas tatapan nya.


"ya..."jawab Agnes singkat dan tak menoleh ke arah Panji.

__ADS_1


"Kenapa tidak menatap orang yang berbicara pada mu??"jawab panji masih menatap lekat Agnes.


"Agnes pun mendongak menatap Panji yang menatap nya lekat,karena Agnes malu dengan kondisi mereka sa'at ini,Agnes pun berniat melihat ke arah lain.


Belum sempat Agnes memalingkan wajah nya,Panji menahan dagu Agnes dan Tiba-tiba saja Panji mencium bibir Agnes.


Agnes yang kaget pun sedikit melotot dan mendorong kepala nya untuk menghindari ciuman Panji.


Tapi Panji malah menarik tengkuk Agnes agar tidak bisa menghindar dari ******* bibir nya.Semakin lama ciuman Panji semakin dalam dan l**r.


Agnes sedikit melawan dan mendorong tubuh Panji,Panji pun semakin kuat menguasai tubuh Agnes dan membaringkan tubuh Agnes di tanah dan menindih nya.


Agnes masih tetap dengan perlawanan nya dan tidak berniat bersikap l**r seperti biasa nya.


tapi karena tubuh Panji yang besar dan kuat membuat Agnes kalah telak.


Bukan nya berhenti Panji malah melakukan hal yang lebih terhadap Agnes,Panji merobek dres tipis dan pendek Agnes dan membuang nya ke sembarang arah.


"Janga_nn Panji"ucap Agnes dengan tangis nya.


Namun tak di hirau kan Panji dia sibuk dengan cubuan nya ketubuh indah Agnes,dan kedua tangan agnes di pengang Panji kuat.hingga Agnes tidak punya tenaga untuk melawan.


Lalu Panji menatap mata Agnes yang penuh dengan air mata lalu menyeringai kepada Agnes.


"Tidak usah berpura-pura, tidak menyukai nya Agnes,bukan kah ini yang kamu tunggu selama ini,Ntah sudah berapa banyak laki-laki yang sudah berada di atas tubuh kot*r mu ini"ucap Panji lalu melanjutkan sikap bi*dap nya terrhadap Agnes.


Sampai hal itu terjadi dan membuat Agnes berteriak menahan sakit atas apa yang di lakukan Panji terhadap bagian sensitif bawah nya.


"Saki..itt.." Ucap Agnes dengan tangis nya dan sedikit gemetaran.


sesaat Panji memasuki Agnes, Panji sebenar nya sangat kaget.


Mengetahui bahwa Agnes masih p*r**n.karena hal itu sudah terlanjur,Panji pun melanjutkan berbuatan nya,sampai selesai.


Seminggu berlalu kejadian itu terjadi,Agnes sering mengurung diri di kamar dan jarang keluar dari rumah itu.


Agnes tidak mengatakan tentang hal itu kepada siapa pun,dan Panji masih sibuk berkeliran di rumah nya tanpa merasa bersalah.dan tidak telalu memperdulikan Agnes lagi.


AUTHOR UPDATE DUA EPISODE HARI INI YA!!!

__ADS_1


SEMOGA SEMAKIN SUKA DENGAN NOVEL KU!!


__ADS_2