MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
MAKAN SEAFOOD


__ADS_3


Panji dan Agnes sudah cukup lama di pondok itu, menikmati hamparan luas kebun teh, perut Agnes pun mulai terasa lapar.


"Panji" Panggil Agnes, membuat Panji menoleh.


"Aku laper" dengan sedikit memonyongkan bibir.


"Ternyata aku hampir lupa memberikan makan untuk nona Agnes." ucap Panji dengan canda, hal itu membuat Agnes tersenyum.


"Ia bodyguard ku, lupa memberi nona Agnes makan, hingga nona yang cantik ini kelaparan" balas Agnes tak mau kalah dengan candaan.


"Ayok, kita cari tempat makan dulu nona," Panggil Panji masih dengan sebutan nona.


"Tapi nona mu ini, tidak mau turun dari sini, capek turun tangga, tangga nya tinggi" jawab Agnes dengan Manja,


Ntah la mungkin karena cinta, Panji begitu gemas melihat tingka Agnes, sampai-sampai rasa nya Panji ingin mengigit bibir Agnes.


"Apa perlu ku gendong Nona" jawab Panji.


"Emm tidak usah, ya sudah aku turun sendiri, Tapi mau makan seafood saus Padang Panji..!!!"(Sorry ya, seafood saus padang sebenarnya kesukaan author, he.. he..)


"Ya sudah kita cari sekarang ya" jawab Panji sambil menurun kan tangga terlebih dahulu, barulah Agnes menyusul.


Agnes dan Panji sudah menaiki mobil, untuk berkeliling mencari seafood saus Padang tersebut, Agak susah memang, Karena jarak laut cukup jauh, dari daerah pergunungan itu


Cukup lama mereka berkeliling, barulah menemukan tempat penjualan seafood, Agnes kegirangan karena perutnya akan segera terisi dengan makanan laut itu.


Mereka pun masuk ke tempat itu, lalu Panji mencari tempat yang cukup sepi, karena Agnes kurang suka keramian, sejak Agnes masuk ke kampung itu.

__ADS_1


Panji sudah mendapatkan tempat duduk yang cukup sepi dan mulai memesan tempat, mereka duduk di lantai yang mengunakan meja pendek, dengan duduk beralas kan tikar, khusus pembeli yang makan di sana.


beberapa menit kemudian, sampailah pesanan mereka, dengan girang Agnes melihat makanan yang sudah tersediah di meja mereka, makanan itu cukup banyak, karena Agnes mengatakan kepada Panji di sangat lapar.


"Ayo kita mulai ma.." ucap Panji terputus, karena melihat mulut Agnes sudah penuh dengan makanan, Panji tertawa pelan, karena menjaga image di depan orang lain, mungkin kalau cuma dia dan Agnes saja di sana, Panji sudah tertawa lepas, karena melihat tingka Agnes yang sudah tidak bisa menahan laparnya lagi.


Agnes bahkan tidak peduli dengan Panji di depannya.


Merasa perutnya mulai kenyang, barulah Agnes sadar akan Panji, dia mengangkat kepala untuk melihat Panji, dengan belepotan saus di mana-mana.


"he..he..he.." Agnes tersenyum garing melihat Panji menatapnya dan belum makan apa pun.


"Kenapa kamu tidak makan..?? seafood ini sangat enak, aku yakin kamu akan suka saat mencicipi lobster ini," ucap Agnes sambil menunjukkan lobster dengan capit kepiting di tangannya, tangan Agnes juga belepotan dengan saos.


Melihat Panji tak berkutik, hanya melihat dia makan, Agnes pun meletakkan capit kepiting dari tangannya, lalu mengambil lobster berukuran kecil, lalu menyodorkan lobster itu kepada Panji.


"Ni..!!!" ucap Agnes dengan senyum sumringa kepada Panji, melihat itu Panji mulai mencondong kan tubuh kekarnya kepada Agnes, dengan pelan Panji sedikit menarik tangan Agnes, lalu memasukkan salah satu jari Agnes ke mulut Panji, lalu memakan saos yang belepotan di Tangan Agnes itu.


"Kamu bisa ambil di piring saos itu, kenapa harus memakan saos di tangan ku."


"Karena rasanya beda Agnes, saos-saos itu sudah masuk ke mulut mu tadi, dan aku membersikan sisanya saja" jawab Panji masih menatap Agnes, yang tidak mau menatap mata Panji langsung.


Hemm..!! terserah kamu saja, aku mau lanjut makan yang ini, kalau kamu tidak mau aku bisa menghabis kan semua, dan tidak menyisakan untuk mu." ucap Agnes berbicara layak anak kecil yang rebutan makanan favorit.


"Bukannya di mulut mu masih ada, aku bahkan bisa memakan itu," balas Panji tanpa malu, itu membuat Agnes tersedak, dan hidungnya terasa cukup pedas, karena saus itu sedikit masuk ke hidung Agnes, Agnes langsung membuang makanan di mulut nya, kemudian berkumur di depan Panji tanpa malu, mata Agnes mulai meneteskan air mata, akibat dari tersedak tadi


Sebenarnya Panji cukup kaget melihat muka Agnes, memerah karna tersedak saos, akibat ucapan Panji tadi, Panji berniat memberikan Agnes minum namun Agnes tenyata lebih cepat darinya menyambar air minum di depan Agnes sendiri.


Agnes lalu mengambil beberapa tisu untuk membersikan muka yang sudah berantakan itu.

__ADS_1


lalu menoleh kepada Panji dengan tatapan tajam.


"panj..emmmm....!!!" teriak Agnes terhenti karena Panji dengan cepat menutup mulut Agnes dengan tangannya, takut orang berpikir yang bukan-bukan karena teriakan Agnes itu.


"Sutttt.." ucap Panji dengan meletakkan telunjuk di depan bibirnya,


"Kamu boleh marah..Oke..!!!, tapi jangan teriak-teriak, nanti orang berpikir yang tidak-tidak tentang kita" ucap Panji menjelaskan.


Lalu Agnes melepas kasar tangan Panji dari mulutnya, lalu mendekat kepada Panji, Panji sebenarnya sedikit was-was, apa yang akan di lakukan Agnes padanya dengan Pandangan mata tajamnya.


Tiba tiba Agnes duduk mengangkang di pangkuan Panji, dengan seringai jahatnya, dan itu membuat Panji begitu sangat kaget dengan sikap dan senyum mengerikan kan Agnes, Lalu....


" Bugh.. bugh.. bugh" Agnes memukul Panji dengan tangan kecil nya, lalu menjambak-jambak rambut Panji, seperti wanita-wanita yang sering berantem pada umum nya, Panji hanya bisa mengelak dengan menyilang tangan di atas kepalanya, Namun Agnes tetap memukul dan menjambak rambut Panji.


Terpaksa Panji menangkap tangan Agnes, agar tidak berkelanjutan memukul dirinya.


Melihat Panji menghentikan pukulan itu, Agnes berniat untuk kembali berteriak, namun hal tak terduga terjadi, yang di lakkuakan Panji, agar bisa menghentikan teriakan itu.


Agnes baru ingin membuka mulutnya.


"Cuppp.." kecupan tiba-tiba yang di lakukan Panji, membuat Agnes langsung bungkam dan tidak mengedipkan matanya sama sekali.


"Kalau kamu memukul ku lagi, aku akan menikahi mu sa'at ini juga" ucap Panji dan itu membuat Agnes membeku, muka Agnes langsung memerah sampai ke telinga hingga lehernya, itu menandakan detak jantung Agnes berdetak lebih kencang dari biasanya.


Lalu Panji sedikit menarik pinggang Agnes, medekat kan kembali mukanya ke muka Agnes, seakan dia mau mencium Agnes, Agnes tetap belum bergerak dari tadi, Agnes spontan menutup mata, melihat Panji yang sudah dekat dengan wajahnya.


"Nona Agnes, apa kamu akan bertahan duduk di pangkuan ku seperti ini" ucap Panji tersenyum jahil, Agnes langsung membuka matanya cepat, dan mengambil tangan Panji pelan. Lalu...!!!


"Ahhhhh..!!!" teriak Panji, karena Agnes menggigit tangan Panji cukup keras, Agnes langsung berdiri dari pangkuan Panji, duduk kembali di tempat Agnes tadi. teriakan itu membuat orang-orang yang makan di sana menoleh ke arah meja tempat Agnes dan Panji.

__ADS_1


Seperti tidak melakukan apa-apa Agnes kembali melahap makanan itu, dan Panji meniup-niup bekas gigitan Agnes, di tangannya yang membekas.


__ADS_2