MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
BERTAMU..!!!!


__ADS_3


Langit sudah mulai menutup terang nya,namun di kediaman villa mewah di sebuah kampung di pinggiran kebun teh nan luas,masih ada seorang laki-laki tampan nan gaga sibuk dengan pikiran nya yang bertekat untuk datang menemui sang gadis,karena masih berhutang kesalahan besar dan berusaha kuat ingin menebus nya.


Panji dengan tekad nya,berniat mendatangi kediaman Agnes,malam ini,dengan membawa mobil sendiri tanpa penjaga dan asisten nya.


dalam perjalanan pun dia menyusun kata-kata yang tepat untuk berbicara kepada Agnes bila ketemu nanti.


Dulu, Agnes lah yang selalu mengejar dan berusaha mendekati nya.


Dulu Agnes tergila-gila dengan ketampanan nya dan semua yang ada pada diri nya.


Tapi semenjak Agnes mengetahui kesalahan yang di lakukan oleh Panji,dia sekarang kian menjauh,yang lebih parah nya Agnes membenci Panji,karena kesalahan yang dia perbuat.


beberapa menit berlalu,kini tibalah Panji di kediaman Agnes,Panji memarkirkan mobil nya,namun ada sesuatu yang membuat Panji mengernyit dan menyipitkan sedikit matanya.


"Mobil siapa ini..?? Apa bibik punya saudara yang baru datang dari jauh,??" gumam Panji sambil memarkirkan mobil nya di samping mobil tersebut.


Panji Pun turun dari mobil nya dan masih penasaran akan mobil mewah yang terparkir di depan rumah itu,kemudian Panji ingin mengetok Pintu kediaman Agnes tersebut.


Namun Pintu rumah bibik sari,dari kejauhan sudah terlihat terbuka,yang biasa nya tidak begitu.


Panji medekati Pintu dan memberi salam,agar mengetahui bahwa dia datang.


"Permisi" Ucap Panji dan membuat penghuni rumah,menoleh ke arah suara.


"Panji??!" ucap bibik yang sangat mengenali Panji,namaun respon Agnes sedikit kaget namun tidak jelas terlihat di mata Panji.


"Ayo..!! masuk lah!!" ucap bibik mempersilakan Panji untuk masuk dan duduk,bergabung bersama mereka.


Namun yang membuat Panji penasaran adalah,laki-laki tampan yang bertamu malam-malam ke kediaman bibik,dan telihat masih mudah,mungkin seumuran dengan nya.

__ADS_1


Membuat tatapan Panji dan laki-laki itu bertemu,laki-laki itu tersenyum namun tidak dengan Panji.


"Panji kenalin dulu,ini anak pak kades,baru pulang dari kota" ucap bibik memperkenalkan,Lalu laki-laki itu mengulurkan tangan nya,dan di sambut oleh Panji,dengan sedikit memicingkan mata nya.


"Aditya" ucap laki-laki itu memperkenalkan nama nya.


"Panji" dan Panji langsung melepas kan jabat tangan nya dan langsung duduk di kursi dekat Agnes,yang membuat Agnes menatap Panji sedikit sinis,namun tak terlihat oleh laki-laki itu.


"Agnes" pangil Panji dengan gaya sok akrab nya,membuat Agnes geram dan rasanya ingin mengeluarkan amarah nya,namun dia masih memikirkan tamu di depan nya.


Agnes hanya membalas dengan sedikit menyunggingkan bibir nya,dan itu terlihat samar.


"Kira-kira ada kepentingan apa anak pak kades datang malam-malam ke sini??" ucap Panji,seakan dia Tuan rumah di sana,dengan sedikit menampilkan sikap kurang senang,akan kedatangan anak pak kades itu.


"Tidak juga,hanya bertamu dan untuk mendatangi tetangga yang sudah lama tidak berjumpa" balas anak Pak kades itu dengan senyum ramah nya.


Kalau boleh tau Anda datang kerumah bu sari malam-malam ada keperluan apa,??" Tanya balik Aditya, tentang maksud kedatangan Panji kerumah itu.


"Saya tidak punya keperluan apa-apa,saya memang sering kesini,dan saya kenal Baik dengan Agnes dan bibik" Jawab Panji,ingin anak pak kade mengetahui bahwa dia dekat dengan Agnes dan bibik.


" Tidak usah bik,tasi sudah minum di rumah ucap Panji.


Namun Panji menatap Agnes yang sedikt melamun.


Kejadian tentang teror yang menimpah Agnes tadi,dia tidak menceritaKan nya kepada siapa-siapa,dan membuat Agnes sedikit melamun sambil menatap layar Hp nya.


"Agnes" Tegus Panji membuyarkan lamunan Agnes,Lalu Agnes sedikit melirik dengan ekor matanya ke arah Panji,karena sedikit kaget akan suara Panji.


"Emmm..!! Sebaiknya kalian lanjut kan obrolan kalian,saya mau istrhat duluan," ucap Agnes,langsung berdiri dari sopa menuju kamar nya tanpa menoleh kepada Panji maupun Aditya,hanya kepada bibik saja Agnes menoleh.


Belum jauh Agnes beranjak.

__ADS_1


"Agnes..!!!" Panggil Aditya dan Panji bersamaan,membuat mereka saling bertatapan sekilas,Lalu berfokus pada Agnes yang menghentikan langkah nya.


" Ma'af, saya sesikit kurang enak badan,mungkin lebih baik saya istrahat," jawab Agnes melanjutkan langkah nya menuju kamar nya.


Dan mereka hanya Pasra akan jawaban Agnes,dan membuat bibik tersenyum melihat tingkah Panji dan Aditya,seperti sedang saingan merebut wanita yang sama-sama mereka taksir.


Karena Agnes sudah masuk ke dalam kamar nya,Aditya pun berniat untuk pulang,dengan alasan sudah mulai larut,namun tidak dengan Panji dia masih duduk sambil mengotak-atik Hp nya,Tanpa memperdulikan sang tamu yang berniat untuk pulang,atau juga sekedar menyindir Panji.


Setelah Aditya Pulang,bibik pun bertanya akan alasan Panji bertemu,namun jawaban Panji,sesuai perkiraan bibik.


" Panji mau ketemu Agnes Bik"


" Ya sudah kamu ketok aja Pintunya ya,bibik mau ke kamar dulu,nanti suruh Agnes yang tutup Pintu kalau pulang," ucap bibik mengizin kan Panji.


"Baik bik" jawab Panji.


"Sa'at bibik sudah masuk ke kamar,Panji beranjak dari tempat duduk nya dan langsung menuju arah kamar Agnes.


" Tok.. tok.. tok..!!! Agnes,


Aku tau kamu belum tidur,biarkan aku bicara sebentar dengan mu, ku mohon Agnes," ucap Panji cukup keras,


Membuat Agnes risih akan suara Panji dan takut membangun kan orang rumah itu.


Agnes pun mau tidak mau,harus membuka pintu kamar nya.


"Mau Apa lagi anda kesini," ucap Agnes membuka sedikit Pintu kamar nya dan menampakkan sedikit muka nya.


Tolong... berikan akku kesempatan untuk bicara Agnes,aku ingin mengakui semua kesalahan yang aku lakukan selama ini pada keluarga mu" ucap Panji sedikit keras.


"suuuuttt...!! pelan kan suara mu Panji" ucap Agnes dengan menempel kan jari telunjuk ke bibir, dan kembali dengan panggilan lama nya ke pada Panji,dan,agar Panji tidak terlalu keras bersuara,namun Panji tak ingin memelan kan suara nya,Agar Agnes memberikan kesempatan untuk dia bicara, empat mata saja.

__ADS_1


Dengan rasa kesal nya,Agnes menarik tangan Panji keluar dari rumah itu,dan memberi Panji kesempatan bicara,Panji yang melihat Agnes memegang tangan tersenyum dan mengikuti jalan Agnes.


Sampai di luar,Agnes menutup Pintu lalu melepas tangan Panji.


__ADS_2