
Panji dan Agnes, sudah berada di luar rumah kediaman Agnes, dan duduk di kursi tamu bagian teras rumah itu, di ikuti oleh Panji.
"Cepat katakan, apa yang ingin anda sampaikan, saya tidak punya banyak waktu" ucap Agnes ketus sambil menyilangkan tangan nya di depan dada dan menatap lurus kedepan, tanpa berniat untuk menatap Panji.
Panji sebenarnya sangat takut, dan tidak pernah merasa setakut ini sebelum nya,tapi dari pada memendam terlalu lama,dan terlalu lama juga akan rasa bersalah yang Panji rasakan terhadap Agnes.
"Agnes..!!!mungkin, setelah aku menceritakan semua pada mu,kamu akan membenci ku seumur hidup,tapi ini sudah resiko ku, aku menerima semua konsekwensi nya, apapun yang kamu lakukan pada ku, setelah mendengar semua fakta ini." ucap Panji sebelum membuka semua fakta yang dia lakukan terhadap keluarga yang tidak melakukan kesalahan apa-apa terhadap Panji tersebut.
"Sebelum aku menjadi bodyguard kamu, aku ingin menceritakan tentang kebenaran hidup ku, terhadap mu..!! Ucap Panji,dan membuat Agnes sedikit menoleh kepada Panji.
Agnes sedikit penasaran akan maksud Panji, ingin menceritakan kebenaran hidup nya.
" Bukan kah di profil mu, sudah jelas semua..?"ucap Agnes masih dengan muka ketus.
"Maksud ku profil kehidupan sebelum menjadi Bodyguard mu, Agnes," ucap Panji menatap yakin ke pada Agnes.
"Sebenar nya aku hidup sebatang kara, karena keluarga ku di bunuh, setelah kejadian itu, aku harus tinggal di jalanan, dan akhir nya di adopsi ke Panti asuhan," ucap Panji masih menatap Agnes.
" Di bunuh..??" tanya Agnes, mengernyitkan dahi nya dan sedikit mendekat ke arah Panji.
"Iya...di bunuh..!! dan mereka meninggalkan jejak dan membuat aku sampai sekarang menyimpan video dan kertas peninggalan mereka," ucap Panji mulai perlahan dan segenap keberanian nya,mencoba menceritakan semua nya.
"Jadi hubungan nya dengan keluarga ku,sampai kamu harus menghancurkan perusahaan dan usaha-usaha keluarga ku,apa ??" Dan Agnes langsung bertanya ke inti.
__ADS_1
Karena di video dan kertas itu,terdapat nama Ayah mu yang mengutus orang-orang untuk membunuh semua keluarga ku." Ucap Panji sambil menelan slavina nya kasar.
"Apa..??!!,Tidak mungkin, Papa ku gak sejahat itu panji," jawab Agnes sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Agnes tenang dulu,ku mohon....!!! biar ku jelas kan semua dulu," ucap Panji sedikit meraih tangan Agnes untuk duduk kembali,"
"Tapi papa gak mungkin lakuin itu, Panji."
"Iya...aku tau..!!!Tapi semua terdapat di barang bukti yang ku bawa, dan sa'at itu aku masih sangat kecil, belum bisa memahami semua itu,dan aku simpan sampai sekarang, memang di video itu tidak ada papa mu yang turun langsung,tapi karena orang tua ku di bunuh secara sadis, aku bahkan tidak mencari bukti lain,selain mempercayai itu, da..dan..!!!!" Ucap Panji gugup, susah untuk mengungkap kan yang terakhir ini, karena sudah Pasti Agnes akan membenci Panji sangat dalam.
Panji menghentikan ucapan nya, lalu membuang napas kasar, dan sedikit menggigit bibir bawah nya, sangat susah rasanya mengungkap kan semua ini.
" Dan..!!!" ucap Agnes sambil ikut menahan kata-kata itu.
Agnes menutup mulut nya dengan sebelah tangan,dan air matanya menetes tanpa henti,dan kilatan Benci begitu jelas di mata Agnes.
" Jangan bilang, kalau kamu yang merencanakan pembunuhan Orang tua ku, dan kecelakaan mobil ku waktu itu..??" ucap Agnes dengan suara gementar dan sedikit takut akan Panji.
"Agnes..??" ucap Panji mendekat ke arah Agnes dan membuat Agnes sedikit memundurkan kursi,Agnes melihat Panji seakan ingin membunuh nya, Sa'at ini.
"Ja.. ngan mende.. kat" ucap Agnes, menekuk lututnya dan memegang erat tubuh nya.
Bukan ini reaksi yang Panji ingin lihat, tapi kenapa ini lebih menyakitkan di banding dengan Agnes memukul dan membenci Panji dengan keras.
"Jangan mendekat..!!! " ucap Agnes semakin mengerat kan pelukan ketubuh nya, dan membuat Panji menjauh dan kembali duduk di kursinya kembali.
__ADS_1
"Agnes..!!! Kamu boleh melakukan apapun terhadap ku, tapi ku mohon...!!! Jangan seperti ini terhadap ku, aku memang melakukan itu semua Agnes... tapi tolong tumpahkan kebencian mu pada ku, Aku tidak akan melakukan hal yang membuat mu takut.. aku salah Agnes,dan sekarang ku sudah menemukan orang yang membunuh keluarga ku,... dan sekarang aku ingin menebus kesalahan ku terhadap mu dan keluarga mu..!!!" ucap Panji yang berusaha panjang lebar menjelaskan semua nya Pada Agnes, agar tidak bersikap takut pada nya.
"Bo.. bohong" jawab Agnes sedikit mengangkat kepala nya dengan muka penuh air mata.
"Ka.. kamu kan yang mengirim teror untuk ku kan. kamu berniat membunuh ku, karena aku keturunan Mahesa yang tertinggal" ucap Agnes mengungkap kan bahwa dia mendapatkan teror dengan nama lengkap nya.
"Apa..??!, teror..???" ucap Panji yang sama sekali tidak mengetahui hal itu dan sangat kaget.
"Jangan, seakan kamu tidak mengetahui semua itu Panji" Ucap Agnes sedikit meninggikan ucapan nya,karena dia merasa Panji hanya berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu.
"Sunggu..!!! aku datang untuk meminta ma'af atas semua nya Agnes, karena sebenarnya orang tua mu hanya di jadikan target, aku sungguh tidak tau, aku punya buktinya Agnes, bahwa semua itu akal-akalan pembunuh orang tua ku, dan menuduh papa mu pelaku nya, aku baru sadar sekarang." ucap Panji sambil mengeluarkan bukti-bukti yang dia maksud, agar Agnes bisa menyaksikan nya sendiri.
Aku ingin menebus kesalahan ku, pada mu, aku terima apapun yang kamu lakukan terhadap ku, termasuk penjara atau pun kamu ingin membunuh ku, sa'at ini juga," Ucap Panji berlutut kepada Agnes...
Agnes perlahan mengambil barang yang di berikan Panji dan tidak ingin bersikap gegabah terhadap Panji.
" Pulang lah...aku butuh waktu,untuk memikirkan hukuman apa yang Pantas untuk PEMBUNUH Seperti mu," ucap Agnes yang membuat Panji diam, akan ucapan Agnes yang mengatakan dia seorang Pembunuh,tapi memang itu kenyataan yang sebenarnya.
" Aku terima semua itu Agnes... Apapun. Asal aku bisa menebus kesalahan yang tak terma'af kan untuk ku, datang lah ke villa, atau telpon aku, untuk datang kesini, aku akan menyerahkan diri akan semua hukuman yang kamu berikan Agnes." ucap Panji sambil bangkit dan pergi dari kediaman Agnes.
Agnes pun langsung berdiri dan mengucapkan sesuatu sebelum Panji Mulai menjauh.
"Balas kan dendam mu telebih dahulu, kepada pembunuh itu,dan setelah itu,kamu harus menerima hukuman dari ku." ucap Agnes yang membuat langkah panji tehenti lalu menoleh kepada Agnes, dan sedikit tersenyum dan menetes kan air mata, Karena seorang Agnes masih bermurah hati untuk memberikan Panji kesempatan besar itu.
"Trimakasih Agnes." Agnes pun masuk ke rumah itu sambil membawa barang bukti yang Panji berikan pada dia
__ADS_1