MY BODYGUARD PANJI

MY BODYGUARD PANJI
AGNES HAMIL


__ADS_3

Art Agnes pun sudah mendatang kan dokter pribadi orang tua Agnes ke rumah nya,dan mulai memeriksa kondisi Agnes.


"Bagaimana kondisi Nona dokter"tanya Art Agnes.


"Ma'af kalau saya lancang bik,Nona Agnes sa'at ini sedang hamil"ucap sang dokter pribadi mereka.


"APA...!!!!,ti-tidak mung-kin dokter,mungkin dokter salah mengecek nya,apakah bisa di cek ulang dokter"ucap Art Agnes karena sangat kaget dengan kabar itu.


"Saya sudah mengecek dengan sangat benar bik,dan memang nona Agnes sekarang sedang mengandung,bibik boleh membeli kan testpack untuk lebih memastikan kandungan nona Agnes"jawab sang dokter meyakin kan.


"Ya tuhan Nona,siapa yang sudah melakukan semua ini"ucap Art menangis melihat kondisi Agnes yang sangat hancur.


"Bik apakah nona agnes punya kekasih atau laki-laki yang dekat dengan nya mungkin??!"


"Saya juga kurang tau dok,Setau saya selama ini nona hanya dekat dengan Bodyguard nya,tapi dalam sebulan ini,bodyguard nya jarang menampakkan diri di rumah ini,sejak nona mulai bangkrut dokter"ucap Art menceritkan sesuatu yang dia ketahui.


"Maksud Bibik,laki-laki yang selama ini hampir 24 jam mengawal nya begitu,Apa mungkin dia yang melakukan nya"ucap dokter dengan sedikit rasa curiga nya.


"Dokter usahakan jangan sampai publik tau kalau nona hamil dok,aku tidak akan tega melihat nya jadi bahan hinaan orang banyak,sudah cukup penderitaan nya selama ini dokter,"ucap nya kepada dokter pribadi Agnes,agar bisa menjaga aib itu.


"Tenang saja bik saya akan tetap menjaga rahasia ini,dan saya akan membantu untuk mencari pelaku nya,jika seandai nya nona Agnes tidak mengungkap kan kepada bibik."


"Iya dokter trimakasih,jadi bibik harus gimna dengan kondisi nona Agnes dok?"


"Sa'at ini dia tidak boleh banyak pikiran dan kecapean,perbanyak istrhat ya bik,saya sudah memberikan beberapa vitamin untuk penguat janin dan ibu nya,tolong di berikan secara teratur bik. dan biar nona agnes istirahat,sebentar lagi akan sadar,"ucap sang dokter yang membuat Art nya sedikit lega.


"Iya dokter akan bibik lakukan,mari saya antar ke depan dokter"ucap Art sambil mengantar kan sang dokter keluar dari rumah itu.


beberapa jam Agnes pun mulai sadar dan merasa badan nya mulai sedikit membaik.


Art yang masih setia menunggu Agnes pun bangkit dari kursinya dan mendatangi Agnes ke arah ranjang nya.

__ADS_1


"Non.."ucap Art sambil menampakkan wajah sedih nya melihat Agnes.


"Bik Agnes kenapa??"


"Tadi non pingsan,jadi bibik yang bawah non ke kamar,dan memanggilkan dokter pribadi non untuk datang kemari"ucap Art nya.


"Tiba-giba Agnes memelik Artnya dan menangis di pelukan nya.


"Bik..Agnes sudah hancur,Agnes gak punya siapa-siapa dan apa-apa lagi,rumah ini juga akan di sita bik,Agnes gak tau lagi mau tinggal dimana dan membayar gaji bibik gimana." ucap Agnes dengan tangis senduh nya,yang membuat Art nya oun ikut menangis melihat kondisi nona nya.


Agnes memang anak yang manja dan di oenuhi harta apapun yang dia mau sewaktu orang tua nya meninggal,tapi Agnes tidak pernah jahat atau memperlakukan Art nya semena-mena,Agnes sangat baik dan perhatian kepada setiap orang yang bekerja dengan nya.


begitu pula dengan orang tua Agnes yang sangat menghargai orang-orang yang bekerja dengan nya,sehingga banyak Art atau pun pekerja lain nya di rumah itu betah bekerja sampai bertahun-tahun.


"Non....tidak boleh bicara seperti itu,bukan nya bibik juga keluarga non,kemana bibik pergi non akan ikut bibik ya" ucap Art Agnes sambil memeluk erat dan mencium pucuk kepala agnes untuk menenangkan nya.


"Iya bik,makasih sudah peduli sama Agnes dan menganggap Agnes keluarga bibik,"


Art Agnes belum mau menceritakan tentang kehamilan Agnes,karena takut kondisi Agnes tambah drob,dia ingi nona nya kembali sehat dan menceritakan saat waktu nya pas.


Di kediaman Panji,dia sedang bersantai menikmati hasil dari rencana nya dan ingin menonton penderitaan Agnes.dia menunggu hari sa'at Agnes Pergi dari rumah nya sendiri,dan tanpa satupun orang yang akan perduli dengan nya.


Tiba-tiba Panji berpikir tentang kondisi Agnes,Sa'at dia meninggalkan nya,Agnes dalam kondisi tidak baik-baik saja,dan Agnes juga muntah.


"Apa dia sedang sakit,sampai harus muntah seperti itu"gumam Panji sambil memikir kan kondisi Agnes.


"Apa aku harus kerumah nya untuk memastikan nya,iya...lebih baik aku kerumah nya saja dan sekalian mengambil barang ku yang masih tertinggal di rumah itu" ucap Panji lalu bergegas menuju rumah Agnes.


"setelah Agnes selesai dengan makan nya agnes kembali beristirahat.bibik pun pamit keluar,Art Agnes keluar dari rumah untuk ke apotek membeli alat test kehamilan.


Saat Art Agnes sudah di luar rumah,tiba lah Panji kerumah itu dan lansung masuk,mencari keberadaan Agnes,Panji pun membuka pintu kamar Agnes dan lansung masuk kesana,mendekat dan melihat Agnes yang sedang beristirahat.

__ADS_1


Panji lalu duduk perlahan di ranjang agnes agar tidak membangunkan nya,Panji menyibak sedikit rambut Agnes yang menutup muka nya,karena sentuhan tersebut membuat Agnes terganggu dan membuka mata nya.


dan dia melihat Panji yang juga menatap nya sedikit kaget,karena Agnes terbangun.


"Panji...!!ucap Agnes dan langsung bangun.


Panji pun langsung berdiri dan keluar dari kamar itu.


dengan kondisi lemah nya Agnes ikut keluar untuk mengejar Panji.


"Panji..!!!apa yang kamu lakukan di rumah ku dan maduk diam-diam"ucap Agnes yang membuat langka Panji terhenti.


"huhh..apa kamu tidak sadar dengan ucapan mu"ucap panji sambil membalik kan tubuh nya ke arah Agnes berada.


"Rumah ini bukan lagi milik mu,dan kamu sudah Tidak punya apa-apa"ucap Panji sambil menunjuk ke arah muka Agnes yang masih pucat.


Lalu Agnes mendekat dan meninju-ninju ddada bidang Panji,sebenar nya pukulan itu tidak terasa apa-apa bagi Panji,dan Agnes dengan sisa tenaga nya tetap meninju Panji,lalu dia mencengkaram baju Panji cukup kuat lalu berkata.


"Kenapa kamu lakukan ini kepada ku Panji,??!


"KENAPA....!!!!Teriak Agnes di hadapan Panji,


"Bukan kah aku selalu baik pada mu dan begitu pula orang tua ku,yang menerimah mu dengan baik"


"mendengar Agnes mengatakan tentang Orang tua nya yang baik,membuat emosi Panji muncul dan menarik tangan Agnes dari baju nya yang di cengkram oleh Agnes,dan Panji hampir saja mendorong Agnes ke lantai,untung saja Art nya datang dan melihat nona nya akan di celakai oleh Panji.


Karena jarak Art yang cukup jauh untuk membantu Agnes,Art Agnes pun keceplosan tentang kehamilan Agnes.


"Panji..!!Jangan.!!! Nona Agnes Sedang hamil" ucap Art tanpa berpikir resiko nya kalau dia mengatakan hal itu.


"

__ADS_1


__ADS_2