
Bunyi alarm yang nyaring dan memekakkan telinga membuat Zea terbangun dari tidurnya. Dengan nyawa yang belum Pulih seluruhnya, ia menatap jam yang menunjukkan Pukul 04.00 WIB. tiba-tiba seseorang bocah berumur sepuluh tahun masuk ke kamarnya dengan wajah suntuk
" Kakak, itu ada tamu dateng, " ucap Rendi, adiknya sambil menguap
" Siapa ? balas Zea dengan suara serak
" katanya si Pacar Kakak, " Zea langsung bangun seketika
Pangeran ? Padahal Zea meminta Cowok itu untuk menjemputnya pukul setengah enam pagi, Tapi Pangeran sudah datang sepagi ini ?
Dan benar saja, ketika Zea masuk ke ruang tamu sambil mengikat rambutnya, ia menemukan Pangeran sudah menunggunya di sana
" Aku kan Ngomongnya jam setengah enam, kenapa kamu Udah dateng jam segini,"
" Pengen, "
" Pasti lama Lo, aku belum apa-apa "
" kamu gini aja cantik kok, "
Zea mendengus, " Maksud aku, kamu nunggunya Pasti lama karena aku belum ngapa-ngapain, "
" Nggak apa-apa, Orang tua kamu ada, "
" Enggak, "
" terus adik kamu kenapa ada ? Dia kan masih kecil,"
" Dia kan Sekolah, Pangeran, "
" Kemarin kok enggak ada,"
" kemarin ikut Mama ke Surabaya ada urusan keluarga, "
" kalo orang tua kamu sekarang ada di mana,"
" Lagi Pergi jenguk Oma, Udah ya aku mau siap-siap,"
Pangeran hanya tersenyum lalu mengangguk
Setelah Zea Pergi bocah laki-laki yang tadi muncul sambil menatap Pangeran dengan Pandangan tertarik
" Kakak namanya Siapa ? Kakak Pacarnya Kak Zea,"
Pangeran menatap adiknya Zea dengan alis terangkat
" Namanya Kakak Pangeran iya Pacarnya Kak Zea Nama kamu siapa, "
" aku Rendi, "
" umur kamu berapa "
" Sepuluh tahun, "
Bocah laki-laki itu berbalik mengucapkan sebuah kalimat , " kamar Kak Zea di lantai dua deket balkon,"
Pangeran hanya mengernyitkan dahinya melihat kepergian Rendi
" Gitu doang,"
Pangeran bangkit dan segera naik ke lantai dua, menemukan kamar Zea yang berpintu Putih tetapi tidak berniat masuk. ia malah duduk di balkon mengeluarkan sepotong roti dari jaketnya. ia belum sarapan
Zea yang baru selesai mandi segera memakai pakaiannya saat ini ia memakai Celana untuk Penampilan nanti, kaus putih dan sweater, lalu rok SMA-NYA
Zea yang baru keluar dari kamar celingak-celinguk mencari keberadaan Pangeran, siapa tahu Cowok itu naik ke lantai dua dan menunggunya di sana. Dengan lega, ditemukannya Pangeran yang sedang melamun sambil mengunyah sesuatu di Balkon
" Belum makan ? Ucap Zea melirik bungkusan roti yang tergeletak di meja. Pangeran menggeleng
" Makan, dulu yuk, "
Pangeran mengerjapkan kedua matanya " kamu tumben perhatian sama aku
Zea mendengus " Mau atau enggak, "
" iya deh iya,"
Pangeran duduk menatap sepiring nasi yang lengkap bersama lauknya. Di pikir-pikir, sudah lama sekali ia tidak makan nasi. Sifatnya yang tidak mau ribet membuatnya terus-terusan mengonsumsi roti ataupun sereal
Pangeran mendongak dan menatap Zea yang sedang makan dengan lahap. Saat Pandangan mereka bertemu Zea menaikkan sebelah alisnya
" Gimana ? Enak enggak, "
" Enak. kayaknya kamu udah siap buat nikah ya, masak aja udah enak kayak gini,"
Perkataan Pangeran itu sukses membuat Zea terbelalak
" Uhukkk, " Di pukul-pukulnya Dadanya sendiri untuk menghentikan batuk yang tidak segera berhenti. Zea lalu minum air dengan Pelan
" jangan ngomong yang aneh-aneh deh," Zea menatap kesal Pangeran
" Maaf "
Dalam beberapa menit berikutnya tidak ada yang membuka suaranya
Dalam beberapa menit berikutnya tidak ada yang membuka suaranya. Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar
Zea yang Pertama Habis makanannya segera membereskan alat makanannya dan pergi ke lantai dua, memasuki kamar adiknya untuk Pamit
" Dek, Kakak berangkat sekolah sekarang, Enggak apa-apa kan ? Habis ini Bi Surti dateng, "
" iya Kak nggak apa-apa, " gumam Rendi
Zea menutup pintu dan kembali ke ruang makan di lantai bawah. Pangeran sudah tidak ada di sana ia yakin Pangeran ada di luar karena ia mendengar suara samar-samar mesin mobil yang sedang dihidupkan
Dan benar saja Di luar, Pangeran sudah berada di dalam mobil. Zea masuk ke dalam mobil setelah berpapasan dengan Bi Surti yang baru dateng
" Enggak apa-apa Adek kamu Cuma berdua sama Pembantu, "
" Enggak di sini kan ada satpam kompleks yang Rajin keliling,"
Di tengah perjalanan menuju sekolah Zea hanya diam memperhatikan apa pun yang ada di sebelah kirinya. ia jadi gugup tentang penampilan hari ini
Pangeran yang memperhatikan gelagat Zea Pun hanya tersenyum tipis, lalu mengusap puncak kepala Cewek itu dengan tangan kirinya
" Gugup, ya, "
__ADS_1
Zea hanya mengangguk mengiyakan. Pangeran menggenggam tangan Zea, seolah menyalurkan kekuatannya di sana agar Zea tidak gugup dan menjadi lebih percaya diri
sepuluh menit kemudian mereka sampai di halaman Parkir SMA Sangjaya. Ternyata sudah lumayan banyak murid yang datang karena jumlah kendaraan yang di Parkiran cukup banyak
Zea yang baru turun dari mobil Pangeran langsung mendapatkan sambutan dari toa masjid alias sahabatnya, Rani
" Hai kerak nasi udah di Pake kan celananya, "
" Udah dong. kamu sepatu uler udah dipake belum celananya, "
Dahi Rani mengernyit " Emang ada sepatu uler pake sepatu Aneh banget, "
" Elo juga aneh,"
" Anjir, " Rani mengibaskan tangannya,lalu memperhatikan wajah Zea
" Elo belum make-up,"
Zea menggeleng , " Belum si Sheila ada enggak ? Atau dia belum dateng ?
" Udah, kok dia lagi ngeladenin adik kelas. ayo buruan ke ruang dance,"
Rani menarik tangan Zea, tetapi sebelum itu Zea memberikan tas kecil Pada Pangeran
" Nanti Fotoin ya, "
Pangeran menerima tas kecil berisi kamera itu dengan pasrah
Zea dan Rani meninggalkan Pangeran yang agak kebingungan. Kakinya yang Panjang kemudian membawa Pangeran menuju kantin sekolah yang masih sepi. Ternyata ada Daniel yang sedang mengetik sesuatu di laptop Entah apa yang di ketik nya
" He Pangeran, baru dateng Lo "
Pangeran hanya mengangguk, lalu mengambil novel karangan Michael Crichton yang berjudul Prey
" Ngapain Lo ? Tanya Pangeran singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku yang ia baca
" Ngetik buat name tag, biar bagus lah penampilan anak-anak kelas gue, " jawab Daniel, " Lo sendiri gimana, ? enggak bantuin kelas
Pangeran menggeleng, " Males, "
" Kenapa males, " Daniel meminum air Putihnya sebentar , " Males kenapa, " ulangnya
" Acara kayak gini banyak yang enggak kerja, sibuk Selfi-selfi enggak jelas, " ucap Pangeran Pedas
Daniel malah tertawa menutup layar laptopnya
" Ya udah gue duluan ya. mau gue Cetak dulu, "
Pangeran hanya mengangguk menanggapi ucapan Daniel
...°°°...
Zea menatap jam dinding menunjukkan Pukul 08.15 WIB. ia sangat bersyukur karena anggotanya sudah siap
Di Pakainya kembali rok SMA yang tadi sempat ia lepaskan,lalu di Pakaianya sweater berwarna Pink yang ia bawa tadi dari rumah untuk menutupi kostumnya. Zea agak khawatir karena kostum yang dipakainya itu sedikit terbuka.
Celana hitam Pendek, lalu atasan berlengan yang nggak longgar. ia khawatir Pangeran akan misah-misuh tidak jelas mengenai apa yang ia kenakan. Bodoh amat lah, Toh Bu Dewi yang memilihnya Bukan Zea
Anak-anak klub dance kebanyakan sudah Pergi ke lapangan untuk menyaksikan berlangsungnya acara. Zea sendirian di tinggalkan di ruang klub ia masih mengirim Chat kepada Pangeran
...Zea...
...Pangeran...
...Siap Cantik...
...Zea...
...Idih...
Di masukkan Ponsel berwarna rose gold di sakunya Saat mendongak ia mendapati Vino yang mengintip di Pintu.
" Kirain ruangan udah kosong, " Vino masuk dengan kamera di genggamannya. ia anak geografi
" Lagi, keliling Vino ? tanya Zea sambil merapikan rambutnya
" Iya nih mana Pangeran ? Biasanya kalian nempel mulu,"
" Enggak tahu,"
Panjang umur, Pangeran masuk sambil memegang Kamera mendapati Zea dan Vino yang hanya berdua saja di ruangan itu. Emosinya tiba-tiba naik Tangan kirinya mengepal dan akhirnya Pangeran mengeluarkan suaranya dengan nada jengkel yang tidak ia sembunyikan. Melihat Zea hanya berduaan dengan Cowok lain dalam satu ruangan membuat darahnya terasa mendidih seketika.
" Ngapain kalian berduaan di sini ? tanya Pangeran dengan Penekan di Setiap kata yang diucapkannya. Bahkan urat di Pelipis dan lehernya terlihat jelas
" JAWAB, "
Zea mencengkram ujung roknya,lalu menatap Pangeran Vino saat itu hanya diam. Pangeran sudah mengangkat tangannya hendak memukul Vino Tetapi ucapan Zea membuatnya menarik kembali tangannya itu
" Kita enggak ngapa-ngapain,"
Ucapan Zea itu diikuti anggukan Vino
" Kok, aku nggak Percaya ? balas Pangeran sarkastis
" Emang kenyataannya begitu,"
jawaban Zea itu diacuhkan Pangeran yang malah mencengkram kerah baju Vino dan menyudutkan Cowok itu ke tembok. Zea sontak terbelalak
" Ngapain elo berduaan sama Cewek gue di sini, hah ? mata Pangeran menyala-nyalang menatap Vino
Vino menelan ludahnya kasar
" Pangeran, Udah ! Lepasin Vino,"
Pangeran tetap tidak bergeming. Cengkeramannya semakin kuat. Akibatnya Vino merasa sesak
" Bukannya Udah gue bilang kalo elo deket-deket sama Cewek gue lagi gue bakal ngabisin elo ? Elo, itu Budeg atau Bodoh hah,"
Zea mencoba melepaskan cengkeraman Pangeran itu tetapi tidak berhasil Pangeran terlalu Kuat
" Gue nggak ada niatan buat berduaan sama Cewek Lo, " balas Vino susah payah karena ia sulit bernafas, apalagi berbicara
" Terus elo ngapain di sini, nyet, "
" Pangeran dia Cuma lewat doang ! teriak Zea
__ADS_1
Pangeran Tampak tidak mendengarkannya
" PANGERAN, LEPASIN, "
Pangeran menoleh ke arah Zea yang tampak kesal
" kamu ngebelain dia ,"
Zea menggeleng
" Terus apa , "
" kamu enggak inget janji kamu dulu ? Dulu kamu bilang enggak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh selama di Pameran sekolah Tapi sekarang, "
Pangeran menatap Vino kembali, lalu melepaskan cengkraman tangannya pada kerah Vino
" Awas aja kalo ketiga kalinya gue ngeliat elo Deket-deket sama Pacar gue, " ancam Pangeran sambil menunjuk nunjuk wajah Vino
Vino hanya bisa menatap Pangeran dengan Pandangan yang Sulit diartikan,lalu pergi dari ruangan itu secepatnya
" Kamu tuh apa-apan sih Pangeran,"
Pangeran menoleh dan menatap Zea tajam, " Bukannya aku udah Pernah bilang sama kamu kalo aku enggak suka ada Cowok lain yang Deket-deket sama kamu ? Pangeran melipat kedua tangan di dadanya " Dan aku nggak bakalan tinggal diem dan Pasti ngelakuin sesuatu ke cowok itu, "
" Tapi kamu ngelanggar janji kamu, Pangeran. Dulu kamu bilang enggak akan ngelakuin hal yang aneh-aneh pas Pameran di sekolah tapi nyatanya apa ? Dada Zea naik-turun dan napasnya memburu, " kamu kenapa sih enggak bisa berpikir logis ? Enggak semua Cowok yang berinteraksi sama aku Punya niat kayak kamu takutin. kamu itu lebay, tau enggak, ? sambung Zea dengan nada jengkel yang sama sekali tidak ia sembunyikan
" kamu Pikir aku ngelakuin itu semua Cuma karena Cemburu ? Enggak Zea itu semua buat kamu, "
Zea tersenyum sinis mendengar jawaban Pangeran
" Apa sih manfaatnya Buat aku ? Bukannya kamu malah bikin aku jauh dari aku teman-teman aku ya ? Kalo kayak gini terus mendingan kita Putus ajalah. lagian dari awal cuma kamu yang maksa aku buat jadian, "
" Jangan ngomong kayak gitu Zea, aku enggak suka,"
" Emang Udah seharusnya Kita Putus,"
Zea berbalik hendak Pergi tetapi tangannya di Cengkeram oleh Pangeran, Kamu Pikir kamu bisa putus dari aku ? Enggak, Zea Jangan ngimpi kamu bakalan bebas dari aku ? kamu itu milik aku ,"
" Terserah kamu deh Capek tau ngeliat kelakuan kamu yang kayak gini,"
Zea menarik tangannya dan segera pergi dari ruangan itu
Marissa menatap Zea yang baru datang dengan kening berkerut
" Kok, lama banget sih Zea ? Ngapain aja Lo ? Tanya Marissa bingung
" Gue baru debat sama Pangeran, " balas Zea the Point
" kok bisa , " Potong Sheila yang baru saja datang dan menyerahkan tiga botol minuman yang dibawanya
" Tadi dia nemu gue sama Vino cuma berdua, di ruangan dance, Padahal Vino baru saja masuk, " Zea mencoba menahan air matanya
" Terus, ? Terus, " Sheila mendekatkan wajahnya agar lebih jelas mendengar Ucapan Zea. karena suara sound system cukup keras
" Ya tadi Pangeran sempet mojoki Vino ke tembok, mau nonjok Vino lagi Tapi untungnya enggak jadi karena gue ngingetin janji dia dulu, "
" CK,ck, CK, ck, " Rani menggelengkan kepalanya
" Pangeran nekat, banget, ya, " gumam Sheila diikuti anggukan lain
" Dia kayaknya sayang banget sama Lo deh Zea, sampe nekat mukulin Vino yang Cuma mau ngobrol sama Lo, "
" Tapi kan enggak gitu Juga Marrisa, Posesif banget tau enggak Lagian sikap dia yang primitif banget. Dulu aja Dino mau ngasih tau tentang kardus minuman yang harus di pindahin Pangeran malah bentak dia. Enggak enak gue."
" Tadi gue ngomong terlalu jujur kayaknya. ngebentak-bentak dia Bodoh amatlah mau marah ke gue atau enggak,"
" Ya, Udah Lo minum dulu deh tenangin hati Lo ya "
" Iya Zea jangan sampe kejadian tadi ngaruh ke Penampilan kita nanti, " Ucapan Rani ini di sambut anggukan Marrisa dan Rani
Zea minum dan menghela nafas dalam. ia kemudian mendongak, lalu tersenyum tipis menenangkan dirinya
Setelah menunggu selama beberapa waktu seluruh anggota klub dance bangkit ketika Penampilan grup vokal sudah sampai di bagian akhir. Mereka bergegas ke dekat Panggung mempersiapkan diri, dan menunggu giliran tampil
Zea mengajak seluruh anggotanya itu untuk berdoa bersama berharap tidak ada gangguan dan Penampilan mereka lancar
Penampilan itu akhirnya di mulai, Tim A yang mengcover dance I Got a Boy-nya SNSD sudah maju ke depan dan melakukan koreografi dengan baik
Seperti biasanya Penampilan dari klub dance selalu di tunggu-tunggu karena selain memang klub dance SMA Sangjaya di kenal memiliki kemampuan yang bagus dalam menari, para penonton juga bisa cuci mata
" Eh, Zea yang moto-moto di depan bukan Pangeran bukan sih ? Rani mencolek tangan Zea dan menunjuk Cowok yang tampak sibuk memotret. Zea memicingkan matanya lalu mengangguk
" kayaknya dia enggak marah sama elo deh masih ngelaksanain tugas dari elo,"
Zea menghela nafasnya, " Udah enggak usah di Pikirin dia Fokus aja buat nanti,"
Suara Penonton semakin keras ketika Tim Zea, Rani, Marissa, Sheila masuk. Siapa sih yang akan melewatkan Penampilan dari ketua dan senior grup dance ?
Penonton laki-laki semakin bersemangat karena melihat Pakaian yang dipakai mereka berempat bisa di katakan agak sedikit terbuka
Musik dimulai dan Zea beserta ketiga temannya berhasil menghipnotis penonton dari awal Penampilan mereka
Pangeran hanya diam membeku, sama seperti yang lainnya ia juga terbius pesona dari keempat Cewek tersebut. Tapi ia terperangkap Pada Pesona Zea
Zea mendapat bagian Rapp, ia seolah benar-benar menjadi anggota girl group K-Pop. Ada gerakan yang membuat semua Cowok berteriak kesenangan yaitu ketika Zea mengangkat kakinya, menempatkan tangan menyilang dibibir dan mengedipkan matanya
Pangeran yang fokus tiba-tiba menoleh dengan Penuh kesal ketika sekumpulan laki-laki meneriaki nama Zea
" Zea, "
" Badannya juga bagus, njir, "
" Zea I Love you, "
" Gue Pacari bisa kali, ya ,"
" Sial, " umpat Pangeran merasa tidak tahan dengan Celotehan mereka.ia hanya bisa mengepalkan tangannya kesal karena ia ingat janjinya, Pada Zea,yaitu tidak melakukan apa pun yang bisa menjadi masalah Pada hari itu
Pangeran mengalihkan perhatiannya kembali Pada Zea Penampilannya baru saja selesai. Pangeran tersenyum tipis dan membuat tanda hati dengan tangannya. kemudian ia berteriak
" I LOVE YOU, ZEA, "
Sontak teriakan Pangeran itu membuat Perhatian terarah Padanya. Pangeran sendiri Tersenyum, itu akan menegaskan bahwa Zea itu Pacarnya dan hanya miliknya
__ADS_1
♥️ 16,7000 likes
Black pink - Playing with fire Dance Cover @ Marissa 33 @ Sheila 56 @ Rani 78