
Pangeran Tersenyum ketika Bi Surti membuka pintu untuknya
" Pacarnya Non Zea ,"
Pangeran mengganguk. " iya "
" Wah ganteng Pisan Den, masuk,"
Pangeran masuk dan segera naik ke lantai dua setelah menggaguk sopan kepada Bi Surti. ia sangat khawatir dengan keadaan Zea. Tetapi Perasaan kesal menyelimutinya
Tanpa mengetuk Pintu, Pangeran masuk dan mendapati Zea sedang berbaring dengan Ponsel di tangannya Melihat, itu kening Pangeran mengernyit
" kamu sakit, Tapi kok malah main Hp,"
Zea mendongak dengan muka sebal
" Ngapain kamu ke sini, "
" Pacarku kan sakit terus aku mau jagain salah,"
Zea menaikkan sebelah alisnya. " jagain,"
Pangeran tersenyum, mengangguk
" Cuma Pusing doang gak usah di jagain, jangan lebay ah lebih baik kamu Pulang sana, " usirnya sambil kembali berbaring dan memainkan Ponselnya
Pangeran yang melihat itu hanya menghela nafasnya, menatap Zea kesal lalu merebut Ponsel Cewek itu
" ih, Pangeran, kok direbut sih,"
" kamu lagi sakit gak usah main Hp istirahat,"
Zea agak terkejut mendengar Ucapan tegas Pangeran. ia kemudian menggeleng, "Enggak mau, "
" Zea," Pangeran melipat tangannya di dada,lalu menatap Zea intens, " Kamu itu kalo sakit ya istirahat, jangan malah main Hp. kalo makin Parah gimana,"
Pangeran duduk di tempat tidur dan menyimpan Ponsel Zea di nakas
" kamu kenapa bisa Sakit, hmmm ? Pasti kecapean kan , "
Zea terbelalak ketika Pangeran memegang bahunya, lalu membuat Cewek itu terbaring
" Mungkin dan jangan sentuh-sentuh gue,risi, " jawab Zea seadanya
Pangeran mendengus, " Sekarang lebih baik kamu tidur, "
" Enggak, mau, "
" Zea, kalo aku bilang tidur ya tidur. jangan ngeyel Kayak gitu, "
Zea mendengus kesal, " Ya udah kamu, Pulang, "
" Enggak mau, "
Zea bangun dan menatap Pangeran heran, "Maksudnya, "
" Ya, aku di sini, jagain kamu, "
Dahi Zea mengerutkan dahinya Tidak mengerti. Tapi ia tidak salah dengar,kan ?
" Apa kamu bilang, "
" Aku mau jagain kamu, " balas Pangeran sambil menggeser sofa yang berada di Pojok kamar, meletakkannya di samping tempat tidur dan duduk di sana
" Enggak, usah lebih baik kamu Pulang,"
Pangeran malah pura-pura sibuk dengan Ponselnya dan menggeleng
" Pangeran, mendingan Lo Pulang Lagian kan di sini ada Bi Surti, "
" Dia enggak bakalan stay di sini jagain kamu. Mending kamu istirahat jangan banyak ngomong, "
" Kalo ada yang tau kamu di sini malem-malem gimana Bisa jadi Fitnah tau, " sembur Zea kesal karena Pangeran tidak beranjak sedikit pun dari sana
" Enggak bakalan ada yang tau kalo kitanya Enggak berisik, "
" Tapi Pangeran, Lo mending Pulang Gue enggak nyaman ada Lo di sini,"
Pangeran menaikkan sebelah alisnya, " Ngomong apa Tadi kenapa Pake elo gue lagi, "
" Pangeran, Pulang, " bentak Zea
" Enggak mau,mendingan kamu tidur Jangan ngebantah Karena aku enggak suka Cewek yang ngebantah omongan, aku, " omel Pangeran dengan wajah dingin
Zea mendengus dan terpaksa menurut
ia menutupi wajahnya dengan selimut tetapi suara Pangeran terdengar kembali," Muka kamu jangan ditutupi, Zea kalo kamu sesak gimana,"
" Hihhhhhh, "
Zea menatap Pangeran kesal dan tidur dengan Posisi membelakangi Cowok yang menyebalkan itu. Pangeran sendiri hanya menggelengkan kepalanya maklum, tangannya sendiri mengambil ponsel Zea yang tadi ia letakkan di atas nakas
ia mengirimkan foto-foto Zea untuk jadikan wallpaper ponselnya. Pangeran juga mengirimkan Fotonya dan melakukan hal yang sama dengan Ponsel Zea
" Pangeran Ngapain Lo mainin Hp gue,"
Pangeran mendongak dan menatap Zea dengan Pandangan agak jengkel, " Zea aku bilang tidur ya tidur,"
Zea melempar bantal ke arah Pangeran tetapi Cowok itu bisa cepat menghindar, Pangeran mengambil kembali bantal itu dan meletakkannya di samping Zea yang sudah memunggunginya kembali
" Godd night Zea," bisiknya Pelan
...°°°...
Zea mengerang. ia merasa sangat kedinginan Bahkan bibirnya sampai gemetar dan telinganya masih terasa berdengung. Padahal ia sudah memakai selimut yang tebal
Diliriknya Pangeran yang tidur di sofa dengan tenang jarak antara tempat tidurnya sebenarnya tidak terlalu jauh tetapi tangan Zea rasanya tidak akan sampai untuk menyentuh Pangeran
" Pangeran, "
__ADS_1
Pangeran membuka matanya Perlahan setelah merasa mendengar bisikkan pelan suara perempuan. ia mengusap wajahnya sebentar lalu terbangun dan mendekati Zea
" Apa Zea ? kamu mau minum, "
Zea menggeleng lemah, " Ambiliin selimut di lemari,"
Pangeran memiringkan kepalanya, lalu bangkit dan menuruti permintaan Zea
Di bukanya lemari itu dan ia segera mengambil selimut berwarna biru yang berada di tumpakan Paling bawah.
ia segera berbalik dan menyelimuti Zea dengan selimut itu, tetapi Zea mengerang dan meracau tidak jelas
" Masih dingin, Pangeran ambiliin satu lagi,"
Dengan Patuh Pangeran berbalik dan membawa selimut terakhir yang ada di lemari
Pangeran menjadi kebingungan Ketika Zea masih menggigil setelah ia memberi selimut yang terakhir
" kamu Kayak demam Zea, " Ucap Pangeran ketika meletakkan telapak tangannya di dahi Zea
" Masih, Dingin Zea, " tanya Pangeran dengan wajah yang jelas khawatir, Zea mengangguk mengiyakan
Pangeran kemudian melepaskan jaket yang membalut tubuhnya memakaikan kepada Zea yang terlihat sangat lemah dengan hati-hati.
" kamu diem dulu ya, aku mau ke bawah sebentar, "
Zea menggaguk
Pangeran keluar dengan cepat dari kamar. ia segera bergegas menuju dapur menuangkan air hangat kedalam mangkuk tak lupa handuk kecil Juga ia bawah untuk mengompres dahi Zea agar Panas Cewek itu menurun
" Lo, Aden belum Pulang, "
Pangeran menoleh dan mendapati Bi Surti yang tampak kebingungan
" Belum Bi, Zea masih sakit, "
Bi Surti melirik mangkuk yang di bawah Pangeran, " Biar Bibi aja sini yang ngompres,"
Pangeran menolak dengan halus, " Enggak usah Bi, Bibi istirahat aja. Biar saya ngerawat Zea,"
Bi Surti tersenyum kecil ketika Pangeran sudah naik kembali ke lantai dua.
Pangeran meletakkan mangkuk yang berisi air hangat itu di atas nakas mata tajamnya menatap Zea yang menggeliat tidak nyaman sambil memeluk guling dengan erat
Pangeran dengan cepat mengompres dahi Zea dengan sabar Cewek itu hanya membuka matanya sebentar dan tersenyum lemah sebagai ungkapan terima kasih
Sudah hampir satu jam ia melakukan itu. Untungnya Panas Zea sudah menurun dan tidak separah tadi
Pangeran bersandar sebentar di sofa, mencoba merengangkan ototnya terasa kaku dan menguap sebentar. Matanya menutup Sebentar. jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas dini hari
" Pangeran haus, "
ia bangkit mengambil segelas air di nakas. kemudian mencoba mendudukkan Zea agar Cewek itu lebih mudah meminum air
Dengan hati-hati Pangeran menahan tubuh Zea dan memberi minuman dengan sedikit-sedikit
Apakah ia mulai menyukai Pangeran ? Si Cowok keras kepala, Cemburuan, posesif
dan Tukang ngatur ? Masa sih ? Sikap Pangeran sekarang menurutnya sangatlah manis
" Udah tidur jangan malah ngelamun,"
" I- iya "
Zea mencoba memejamkan matanya waluapun itu terasa sulit.
...°°°°...
Zea menguap lebar ketika ia terbangun karena sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya. Diliriknya jam kecil di nakas yang menunjukkan Pukul 09.18 WIB.
Diedarkannya pandangan ke sekitar kamarnya sambil memegangi kepalanya yang masih Pusing
Pangeran tidak ada di sana. ia kemudian menyadari sesuatu ini hari Jumat dan Pangeran Pasti sudah ada di sekolah
Tapi dugaannya salah. Cowok itu tiba-tiba masuk ke kamar sambil membawa nampan yang di atasnya terdapat semangkuk bubur, segelas air dan obat
" kamu ... kok masih di sini,"
Pangeran duduk di kursi yang didekatnya ke tempat tidur ," kamu, kan belum sembuh,"
Zea terbatuk sebentar, lalu menatap Pangeran dengan Pandangan bertanya
" kenapa kamu nggak sekolah, "
Pangeran tersenyum kecil, " Aku kan udah sering bolos Nambah satu lagi nggak apa-apa lah,"
" Tapi kan nanti alpa kamu makin banyak,"
" Udah lebih baik kamu diem dulu, " katanya, " kamu makan ya, terus nanti minum obat, "
Zea hendak mengambil sendok
Zea hendak mengambil sendok tetapi Pangeran menggeleng dan mencegah tangan Zea
" Tangan kamu gemetaran, aku suapin,"
" aku haus, "
Pangeran kemudian mengambil sesuatu di saku jaketnya ternyata itu sebuah sedotan. ia menaruh sedotan itu di gelas dan mendekatkan gelas itu di mulut Zea
Saat Pangeran sibuk menyuapi Zea yang memerah Pipinya terdengar suara pintu diketuk
" Siapa,"
kening Pangeran mengernyit tidak senang
" ini hmmm ... Marissa,"
Pintu terbuka dan tampak ketiga sahabat Zea dengan wajah yang sama-sama terkejut melihat Pangeran
__ADS_1
" Ki ...kita ganggu ya ? tanya Sheila
" Iya, " balas Pangeran cepat, yang langsung di sambut Pukulan Pelan dari Zea
" kalian enggak sekolah ? Tanya Zea tanpa memerdulikan Wajah kesal Pangeran
" jam kosong. Guru-guru pada rapat jadi belajar enggak efektif, " ujar Sheila
" kalo gitu kita di luar dulu ya, " Marissa Cepat-cepat membawa kedua temannya itu keluar
" kamu sih, " sungut Zea kepada Pangeran. sedangkan Pangeran acuh tak acuh
" kalo mereka ada makanan Kamu gak bakalan habis
Zea mendengus
" Abis ini aku Pulang, jangan lupa istirahat, " Ucap Pangeran
ia mengulurkan tangannya dan membelai rambut perempuan yang ada dihadapannya Pelan, " Get well soon, "
Perlakuan Pangeran itu berhasil membuat jantung Zea kembali berdebar dengan keras
" Aku Pulang dulu ya jangan lupa istirahat terus mimpiin aku, kamu pasti Cepet sembuh, "
Zea berdecih. Ucapan Pangeran itu sangat garing menurutnya
Cowok bertubuh jangkung itu tersenyum untuk terakhir kalinya. lalu keluar dari kamar dengan nampan yang tadi ia bawa. Teman-teman Zea segera menyerbu masuk " Ciee-Cie di rawat Pacar ini, "
" Apa-apaan sih "
" Dia nginep, "
Zea mengganguk
" Aduh manis banget Pacar, Lo Zea , " Cicit Sheila gemas
" Oh, iya Zea, tadi si Vino sempet nyariin elo ke kelas, " Ucapan Marissa segera membuat Zea mengernyitkan dahinya
" Buat apa "
" Enggak tau deh gue, tapi dia nitip ini," Marissa menyerahkan sepucuk surat kepada Zea
Zea memandang ketiga temannya dengan bingung, " Gue harus gimana, "
" Gimana apanya, " tanya Rani yang otaknya terasa lemot
" Gue ngerasa kalo .... bukannya gue ger-er, ya gue ngerasa kalo Vino itu suka sama gue, " balas Zea dengan matanya yang kembali menatap surat itu
" Itu enggak usah ditanya lagi. Udah keliatan jelas kalo dia ngebet sama, Elo Zea, " Sheila berujar sambil mengeluarkan Ponselnya yang berbunyi dari dalam tas
" Terus gue harus gimana ? Eh, Tapi masa sih Vino suka sama gue, "
" Mendingan Lo bersikap kayak biasa aja, Zea Tapi kalo bisa sih Lo Coba rada jaga jarak deh Takutnya kan kalo Pangeran tau Vino bakal dihajar lagi, "
" Yaudah kalo gitu, gue harus jaga jarak sama Vino mulai sekarang, "
♥️ 121,456 Likes
Pangeran Alvero : Get Well soon, I love you @ ZeaCarista56
Pangeran menatap Foto Zea dari Ponselnya dan langsung menghela nafas
" I hope you get well soon honey, "
Sabtu Pagi, Pangeran sudah berada di dalam mobilnya bersiap-siap berangkat dari rumahnya. tetapi Entah ia akan sampai sekolah atau tidak, atau hanya diam di restoran milik almarhumah ibunya, Entahlah, yang penting ia pergi dari rumah yang menyebalkan ini, Tetapi ia mengurungkan niatnya itu karena sesuatu
Pangeran mengernyitkan dahinya ketika Ponselnya berbunyi ia semakin heran ketika Ponselnya berbunyi karena chat dari Zea
...Pangeran...
...P...
...Pangeran...
...Zea kok kamu udah pegang hp ? istirahat...
...Zea...
...jemput, ya Pangeran...
...Balasan Singkat dari Zea itu malah membuatnya semakin heran...
...Pangeran...
...Maksudnya ?...
...Zea...
...jemput aku Pangeran hari ini kan Sabtu. sekolah...
Pangeran menaikkan sebelah alisnya
...Pangeran...
...kamu masih sakit Zea Kok kamu sekolah...
...Zea...
...aku udah mendingan, Pangeran gak mau tau kamu harus jemput aku...
...Pangeran...
...Tapi Zea...
Pangeran menghela nafasnya dalam, lalu melajukan mobilnya ke rumah Zea
__ADS_1