MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 36


__ADS_3

" Gimana Zea," Suara beberapa orang sekaligus sempat membuat Zea kaget Baru saja ia keluar dari kamar Pangeran. teman-temannya sudah mengerubunginya ia tersenyum ketika menyadari teman-temannya mengharapkan jawaban dengan wajah yang terlihat suram. ia bersyukur ada yang Peduli Pada Pangeran, Padahal Cowok itu selalu Cuek luar biasa kepada siapa pun


Selain bersyukur, ia juga terharu


" Tadi dia, Udah sadar, tapi tidur lagi soalnya harus banyak istirahat," jelas Zea


Yang lain mengangguk dan mengembuskan napasnya lega


" Terus kenapa elo keluar, Zea ? kalo Pangeran nanya gimana, " tanya jenny sambil memukul lengan Fito kesal Cowok itu tertangkap basah sedang melirik salah satu suster cantik yang lewat Dasar Cowok !


" Gue mau ke kantin dulu. Laper, " Zea mengalihkan Pandangannya Pada Fito Dan sebelumnya, gue mau bilang makasih banget sama kalian mau ikut dateng ke sini,"


" Selow aja, Zea Temen Jenny ya temen gue juga, " balas Fito


" Diem Lo item, " tukas jenny yang masih kesal


Fito sendiri merengut tidak senang," Aku enggak item,cuma kurang brightness aja,"


Mendengar itu yang lain sontak tertawa, meskipun sedikit kemudian saling menutup mulutnya masing-masing karena sadar mereka masih berada di rumah sakit


" Lo Tenang aja, Zea. Yang namanya temen harus kayak gini kan ? Ucap Sheila dengan senyuman hangat mengembang di wajahnya


" Thanks, " ulang Zea dengan mata yang mulai kabur karena air mata yang menggenang lagi


" Aduh, Zea, kok Lo mau mewek kayak gitu Akhir-akhir ini kok Lo mellow banget," Rani mengoceh dengan kotak berisi donat di tangannya


" Udah, udah, mending sekarang kita ke kantin terus makan bareng, " Marissa menarik tangan Zea, diikuti yang lain yang beriringan mengikuti


Tetapi sebelum sampai di kantin mereka berpapasan dengan ayah Pangeran, Pria hampir setengah abad itu tersenyum seketika


" Kalian mau ke mana"


Zea yang merasa Paling dekat dengan Ayah Pangeran segera menjawab, " Ke kantin,Om "


" Temen Pangeran sebanyak ini, ya ? Om enggak nyangka Pangeran orangnya terlalu Penyendiri, "


Anak-anak itu tidak tahu harus menjawab apa


" Oh ya, Kalian Pesen aja. Nanti Om bayarin hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena kalian udah mau bantuin anak nya, " lanjutnya


" Beneran Om, Asyik, " seru Dea


" Dea inget Lo harus diet,"


" Alah diet bisa kapan aja,"


" ini Beneran Om ,"


" Iya, Beneran "


" Enggak usah deh, Om, " Ucap Zea yang langsung di sambut gelengan kepala dari orang yang bersangkutan


" Enggak Usah sungkan kayak gitu, saya ikhlas kok,"


" Makasih ya, Om "


" sama-sama Bilang saja Pak Hardi yang bayar, " balasnya sambil berlalu Pergi


Semua di antara mereka memekik senang kecuali Sheila yang tampak mengerutkan dahinya. ia sedang memperhatikan papan pengumuman di dinding yang mereka melewati


" Eh, Lo kenapa Sheila, "


" kenapa sih , Sheila ? kok gitu respons Lo ? tanya yang lainnya bingung


" Kalian nyadar enggak, sih ? Rumah sakit ini namanya RS Sangjaya, " bisik Sheila


" Ya terus Hubungannya apa ,"


" Nama sekolah kita kan SMA Sangjaya, " sambungnya

__ADS_1


anak-anak mengernyit berpikir


Sheila menjentikkan jemarinya tak sabar,"RS Sangjaya ... SMA Sangjaya,"


" Berarti Ayah Pangeran yang punya rumah sakit ini juga, " tanya Rani di sambut anggukan oleh Sheila


Sontak yang lain heboh


" Anjir, Zea warisan buat Pangeran melimpah banget gila, "


" Lo kurang beruntung apalagi coba,"


" Anjayyy,"


" Pantes rumah Pangeran mewah banget,"


" Dek di mohon untuk tidak berisik ini rumah sakit bukan tokoh mal yang sedang mengadakan diskon,"


semuanya menoleh dan menatap suster yang kini memasang wajah memperingatkan


Ternyata suster yang kemarin. Pantas saja ucapannya mirip-mirip


...°°°°...


" Eh, Zea, kok Lo enggak duduk, " Pertanyaan yang terucap dari mulut Rani itu sontak membuat yang lain menoleh


" Mau ke mana Lo ? makan sambil berdiri enggak, boleh Lo, " timpal Jenny


" Gue mau makan di kamar Pangeran aja. kalo di sini Pasti dia misah-misuh kalo Lo tau gue makan bareng Cowok, " jawab Zea tidak enak


" Posesif amat Pacar, lu Zea, " Celetuk jenny


" Ya berarti dia beneran Sayang sama Zea ," sahut Marissa


" Enggak pa-pa kan gue enggak bareng makan di sini, "


" jangan khawatirin kita,"


" Woles aja Zea,"


" kita nanti Maghrib kita balik kok,"


" Lo Pulangnya Kapan, "


Zea mengernyitkan dahinya sebentar, " Agak maleman mungkin, "


" Mau kita Tungguin, "


" Enggak usah nanti Mama jemput kok. Eh gue balik ke kamar Pangeran sekarang, ya," Pamit Zea sambil tersenyum berterima kasih


Zea berjalan menelusuri Lorong rumah sakit dengan semangkuk salad buah di tangannya. sebenarnya ia agak kerepotan karena kamar Pangeran berada di lantai tiga. sedangkan kantin rumah sakit ada di lantai satu. Untung saja saat itu lift terbuka tepat waktu, sehingga ia tidak Perlu menunggu lama


Zea mengintip Sebentar sebelum benar-benar masuk ke kamar Pangeran. Alisnya naik sebelah ketika ada seorang anak laki-laki sebaya Pangeran sedang berdiri di samping tempat tidur


Zea ragu apakah ia harus masuk atau tidak. siapa sebenarnya anak laki-laki itu ? Vino ? tidak mungkin. Adit apalagi


" Zea kok enggak masuk, "


Zea menoleh dan mendapati ayah Pangeran sedang menatapnya bingung


" Hmmm .. maaf Om, yang di dalem Itu siapa ya "


" Oh itu Bara temannya Pangeran dulu,"


" Oh Gitu, "


" Masuk aja, Tapi Om enggak bisa ikut Soalnya Om harus kembali ke kantor,"


Zea menggaguk. Hardi Pergi dengan langkah tegas dan terlihat wibawa

__ADS_1


Bara menoleh ketika mendengar suara Pintu terbuka. Matanya segera melihat siswi SMA membawa dengan mangkuk di tangannya


" Maaf mengganggu, " Cicit Zea sambil tersenyum kaku


" Kamu siapa, " Tanya Bara heran


" Saya Zea ," Jawabannya sambil melirik ke arah Pangeran Cowok itu sedang tertidur


" Lo Siapanya Pangeran,"


Zea mengernyitkan dahinya ketika mendengar Pertanyaan dari Bara


" Saya Pacarnya Pangeran,"


Bara Tersenyum mendengarnya


" Bagus kalo gitu. Pangeran suka sama Cewek juga ternyata,"


Zea mendengar nada jenaka dalam ucapan Cowok itu


" Eh kenalin gue Bara, "


Zea mengulurkan tangan itu dengan ragu. Apa ia harus menyambutnya ?


" Gue Zea, " katanya sambil menerima uluran tangan Bara


" Ngapain Lo nyentuh-nyentuh Cewek gue,"


Pertanyaan super Dingin itu membuat keduanya menoleh bersamaan


Zea melongo sebentar. Bukankan tadi Pangeran menutup matanya tapi sekarang Cowok itu sedang menatap ke arah mereka dengan pandangan tajam. Melihat itu Zea sontak menarik tangannya


mereka dengan Pandangan tajam. Melihat itu Sontak Zea menarik tangannya


" Gue cuma mau kenalan sama Cewek Lo,"


" Lo enggak Perlu kenalan sama dia. Keluar, " titah Pangeran tegas. Terlihat jelas dan sorot matanya kalo Cowok itu marah


" Oke, " balas Bara dengan senyuman geli di wajahnya ia kemudian keluar dengan langkah lambat


" Ngapain kamu tadi ngomong sama dia,"


Zea meringis, " Tadi dia nanya, ya aku jawab,"


" Tapi bukan berarti kamu bisa berinteraksi sama Cowok lain tanpa seizin aku, " tuntutnya


Pangeran merasa kepalanya Pusing setelah mengatakan itu.


" Aku minta maaf," Cicit Zea sambil menunduk


Pangeran menghela nafas setelah meringis


" Aku Udah Cerita kan kenapa aku Posesif ? aku ngerasa enggak suka kalau milik aku di ganggu sama Orang lain


Zea memilih Duduk di kursi di samping tempat tidur dengan mangkuk yang tetap berada di tangannya


" Aku ngerasa takut Kamu bakalan pergi,"


" iya aku ngerti Pangeran. kamu pikir selama kamu enggak sadar kemarin aku tenang-tenang aja ? aku Panik aku juga Kamu bakalan Pergi, " balas Zea dengan tangan mencengkram mangkuk erat


" Aku sayang kamu Zea, " Pangeran hendak duduk tetapi ia segera meringis ketika dadanya sakit


" jangan maksain tubuh kamu Pangeran, kamu mending istirahat aja. Aku enggak bakalan ke mana-mana kok, "


Pangeran tersenyum mendengar itu dan hendak meraih tangan Zea yang sulit tergapai olehnya. Zea yang menyadari itu segera menggenggam tangan Pangeran


" I Love you Pangeran ,"


" I also love you Zea" Pangeran Tersenyum

__ADS_1


__ADS_2