MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 20


__ADS_3

Pangeran dan Zea duduk di kantin. Setelah Zea sudah lebih baik Pangeran segera mengajak Cewek itu ke kantin sekolah. Tetapi ketika mengetahui bahwa Zea mendapatkan tugas dari gurunya dan ia tahu Zea belum mengerjakannya Pangeran terpaksa berbuat tegas


Zea menghela nafas entah untuk keberapa Kalinya. Dengan takut-takut ia menatap Pangeran yang memandang ke arahnya dengan Pandangan tajam


" Kok malah ngeliatin aku ? Kerjain tugas kamu, Zea, " Ucap Pangeran, ia kemudian menunduk untuk Fokus kembali ke tugas matematika


Zea melupakan sesuatu. melupakan bahwa Pangeran itu Orang Pintar. Cowok itu memang sangat sering membolos, berkelahi bahkan membantah Perintah guru Karena egonya yang tinggi tetapi Pangeran tetap mengejarkan tugas yang diberikan dengan Patuh. Zea bisa membayangkan Pangeran yang tegas ketika sudah menikah nanti, Eh ?


" Pangeran, "


Pangeran mendongak dan menaikkan sebelah alisnya


" Apa, "


" Boleh aku ... makan sesuatu enggak" Laper ... jadi aku enggak bisa konsentrasi ," ujar Zea sambil menunduk


Pangeran terkejut sebentar,lalu mengulurkan tangannya menyentuh dahi Zea


" kamu kenapa ? Maaf, aku galak tadi. itu juga buat kebaikan kamu, Zea, " Pangeran tersenyum, lalu bertanya dengan suara dengan lebih lembut


" Mau Makan apa Hmm ? mie atau nasi aku beliin. Senyum lagi, ya. Aku enggak suka liat kamu keliatan murung kayak gini,"


Zea mendongak dan tersenyum tipis


" I - iya ,aku mau nasi, "


Pangeran berdiri dan memeriksa sakunya


" Tunggu di sini ya,aku bakal beliin makanan itu buat kamu, " Pangeran kemudian berjalan ke arah Penjual nasi goreng di Pojok kantin


Zea mengusap dada kirinya Pelan.Tidak sepantasnya ia merasa kesal dam marah karena sikap kasar Pangeran. Cowok itu berlaku tegas untuk kebaikannya juga,kan ?


Beberapa saat kemudian, Pangeran kembali dengan makanan yang ada di tangannya. Zea tersenyum berterima kasih,lalu memakannya sedikit demi sedikit


Zea membaca buku Paket ekonominya. dengan tekun Tugas dari gurunya cukup banyak. ia di suruh merangkum mengenai suatu materi


Di liriknya Pangeran yang sedang mengerutkan dahinya Tanpa sadar Zea tersenyum. Pangeran terlihat sangat lucu dan berkali-kali lipat lebih tampan ketika sedang mengerjakan tugasnya itu.


Cowok itu sedang memikirkan suatu rumus yang cukup sulit. ia lupa, tetapi Pangeran Pantang membuka buku referensi


jika ia sudah benar-benar tidak mengingatnya maka ia baru akan mencari rumus yang ia maksud


Karena tidak kunjung ingat Pangeran menghela nafas Pelan. ia merasa gagal


sungguh


Dengan wajah yang di tekuk, ia membuka bukannya dan mulai mencari rumus. ketika sudah di temukan Pangeran mengerjakannya dengan agak cepat. ia kesal pada dirinya sendiri


" Pangeran, kok Cemberut kayak gitu,"


Pangeran mengalihkan perhatiannya Pada Zea, lalu ia tersenyum tipis


" Enggak apa-apa kamu udah ngerjain tugasnya , "


Zea mengganguk


" Enggak yakin kamu enggak apa-apa kenapa kesel, "


Pangeran meletakkan Pensilnya, lalu menghela nafasnya dalam


" kalau aku ngomong kenapa aku kesel Pasti kamu nganggap aku ini lebay, "


Zea mengernyitkan dahinya, " Lo emangnya kenapa Ceritain aja,"


" Aku kesel karena aku enggak bisa nginget sesuatu, menurut ku uji teledor banget, "

__ADS_1


Zea meringis. Pangeran Orangnya Perfeksionis Berbanding terbalik Dengannya yang sering sekali berbuat Ceroboh


" Wajar aja Pangeran, kamu kan bukan Tuhan. Manusia Pasti ada salahnya jangan Salahin diri kamu sendiri. Karena kalo enggak lupa, bukan manusia namanya, "


Pangeran tertegun ia jadi sadar jika dirinya terlalu berlebihan


" Setelah ini kamu mau ke mana ? Tanya Pangeran sambil minum


" Ke kelas ngumpulin tugas. Nanti sama temen-temen di kumpulin di meja Bu Ani,"


Pangeran menggaguk Paham


" kalo gitu tungguin aku ngerjain satu soal lagi, ya ,"


Zea menggaguk dan tersenyum


Pangeran mengejarkan sisa tugasnya itu dengan senang. Senyuman yang tadi Zea berikan membuat efek buat Pangeran


Tugas Pangeran ? Cowok itu sudah memberikannya Kepada teman sekelasnya yang sedang di kantin, yaitu Bendahara kelasnya yang Cerewet itu


" Di Kumpulin di mana nih, " seru Zea sambil mengacungkan bukunya ketika masuk kelas. Seorang siswa laki-laki menyahut


" Di bangku Jaka. Tinggal elo aja yang belum, "


Zea langsung melangkah ke arah jaka yang sedang duduk di kursinya


" Nih, " Zea menyodorkan bukunya


Jaka mendongak dan menaikkan alisnya," Bantuin gue bawa buku ke kantor, "


Ucapan Jaka di sambut geraman tak senang dari seorang laki-laki


" Lo bilang apa Tadi, "


" Eh ... eh eng ... enggak, Kak Cuma minta tolong sama Zea, " gagapnya


" Nyari, ribut Lo ,"


Zea yang melihat itu segera menarik tangan Pangeran


" kalo gitu kamu aja yang bawah bukunya Pangeran jangan ribut Please," Bujuk Zea yang langsung di sambut helaan nafas dari Pangeran


" Jangan deketin Cewek gue, Paham,"


Ancaman dari Pangeran membuat Jaka menelan ludahnya kasar


" I- iya kak, "


" Ayo Zea, " Pangeran Berjalan dengan tumpukan buku di tangannya


Zea berbalik sebentar dan mengucapkan "maaf " Tanpa bersuara ke arah Jaka Bagaimana Pun sikap Pangeran tadi berlebihan


Saat berjalan ke arah kantor mereka tidak sengaja bertemu dengan Adit dan teman-temannya. Pangeran berdiri hanya memasang wajah datar dan Fokus membawa buku-buku siswa kelas Zea


" Eh, sekarang anak punya sekolah jadi babu, ya "


Ucapan Adit disambut gelak tawa dari keempat temannya Zea melihat mereka dengan Pandangan kesal. Pangeran ? ia hanya menatap lurus ke depan


" Lah kok sih Anjing kok malah diem ? Enggak Punya mulut Lo ,"


" Anjing kok teriak anjing ? Pangeran akhirnya mengeluarkan suara


Adit yang notabene memang emosian langsung tersulut emosinya


" Anjing Lo , "

__ADS_1


Tetapi teman-teman Adit sendiri yang menahan Cowok itu


" Tenang, Adit kalau Lo mau ngehajar si Pangeran mah nanti aja. Puas-Puasin


Adit mendengus, Tetapi ia lalu tersenyum puas, " Bakalan gue abisin dia nanti,"


" Pangeran kita mau ke mana ? Tanya Zea bingung ketika mobil Pangeran tidak mengarah ke arah rumahnya


" Temenin aku sebentar ya, "


Zea menggaguk mengiyakan, lalu kembali menikmati Pir hijau kesukaannya


tak lama laju mobil melambat. Zea menatap ke luar jendela dengan tidak Percaya. Mobil Pangeran memasuki area Pemakaman


" Pangeran kita mau ngapain ke sini,"


" Mau konser, "


Zea mengerutkan dahinya " Hah, "


" Liat aja nanti, Zea,"


Pangeran menggenggam tangan Zea dan menuntunnya Mereka berjalan ke arah Utara. Zea hanya ikut dengan wajah bingung. Mereka kemudian berhenti di dua buah makam


" ini Siapa, Pangeran, "


Pangeran tersenyum getir. ia meletakkan bunga yang sudah dibelinya Tadi Pagi


" ini Makam Mama ku, "


Zea terbelalak kaget


" Dia meninggal Pas, ngelahirin aku, Zea," Ucap Pangeran lirih


Zea ikut berjongkok dan mengusap-usap Punggung Pangeran.Cowok itu Pasti sedih


" Dulu aku enggak berani datang ke sini karena aku sering ngerasa bersalah. Cuma karena aku Mama harus meninggal Hidup aku enggak guna, banget, ya,"


" Jangan ngomong gitu, Pangeran Aku yakin mama kamu bahagia kok bisa ngelahirin kamu. Lagian kalo kamu terus-terusan sedih Juga enggak akan bikin Mama kamu hidup lagi, kan,"


Pangeran tidak berkata apa-apa


" Dan .. kamu berguna buat aku Kok, Pangeran masih ada Orang yang sangat sayang sama kamu, " Ucap Zea


" Thanks, " Pangeran tersenyum sekilas


" Ma, akhirnya ada yang sayang sama aku," bisik Pangeran untuk kesekian kalinya. Matanya yang tajam menatap makam ibunya dengan sendu, " Akhirnya Pangeran enggak sendirian, "


karena tidak ingin lama bersedih, Pangeran beralih ke makam sebelahnya


" Yang ini Makam siapa, Pangeran, "


Pangeran menghela nafas dalam-dalam


" ini Makam Kakaku, alvano , "


Zea tertegun. ia tidak tahu kalau Pangeran mempunyai Kakak


Pangeran menatap makam kakaknya dengan Pandangan berbeda, Pandangan itu tidak bisa diartikan


Sekarang,aku memiliki sesuatu yang berharga dan kau tidak akan bisa merebutnya dariku, alvano, seperti yang kau lakukan selama hidupmu, " batin Pangeran ia kemudian bangkit dan mengulurkan tangannya


" Ayo, Pulang, "


Zea mengangguk dan ikut berdiri

__ADS_1


__ADS_2