
Zea menguap lebar dan menyipitkan matanya ketika Pintu kamar diketuk dan terbuka seorang wanita paruh baya kemudian berjalan ke arah jendela, menyingkapkan gorden sekaligus sehingga matahari berburu masuk ke kamar Putri sulungnya itu
" Zea, kok masih tidur sih itu Pacar kamu udah nungguin kamu di bawah, "
Zea yang belum sepenuhnya sadar mengernyitkan keningnya bingung Pacar ? Nungguin di bawah
" Hah ? Siapa Ma ," balas Zea dengan suara serak sambil mengucek-ngucek matanya
" Itu lo Pacar kamu Yang ganteng yang fotonya ada di hp kamu Kemarin,"
Zea masih mengernyitkan keningnya dan malah menguap
" Lo,kok malah mau tidur lagi ? Cepetan siap-siap ke bawah, " Pekik ibu Zea ketika melihat anaknya malah menarik kembali selimut dan hendak melanjutkan tidur
" Tapi kan masih ngantuk, Ma Lagian kan ini hari Minggu itu jadwal tidur Zea. Enggak bisa di ganggu gugat, " Zea mengusap-usap wajannya, sedangkan ibunya hanya menghela nafas
" Pokoknya gak mau tau kamu harus udah siap dalam sepuluh menit, atau uang jajan kamu Mama Potong, "
Lah ? Zea menatap ibunya horor. kok nyambungnya malah ke uang jajan Enggak nyambung sekaligus menakutkan. Bisa-bisa Zea kelaparan di sekolah
" Kok, di Potong sih Ma ? Enggak nyambung,ih !" Protesnya tidak senang
" Ya Lagian kamu kok malah mau tidur lagi ! Anak Perawan itu harusnya bangun Pagi. Lagian masa kamu tega bikin Pacar kamu nunggu,"
" Biarin aja lah, Ma toh dia bakal nunggu sampe Siang,"
" Zea Mama enggak pernah ngajarin kamu jadi enggak sopan gini, ya Cepat siap-siap sana !"
" Emang Pangeran mau apaan,sih ,? Zea masih setia memeluk boneka serigala pemberian Pangeran kemarin
" Kayaknya mau ngajak kamu olahraga deh. Dia Pake traning soalnya, "
" Dia juga bawain kamu hadiah buat kamu, " sambung ibu Zea Penuh antusias
Zea yang sedang merapikan tempat tidurnya bergumam tidak jelas,"Pangeran bawain hadiah buat aku kok Mama yang seneng, "
" Tadi kamu ngomong apa ? Coba diulang
Zea meringis, ia Pikir ibunya tidak akan mendengar itu, " Enggak Ma, "
" Ya udah ayo Cepet, "
" Yaudah, aku mau mandi dulu,"
Ibu Zea tersenyum Penuh arti dan berbisik dalam sebelum ia meninggalkan kamar anaknya, " Yang Cantik, ya, biar dia makin kepincut sama kamu terus jadi beneran menantu idaman Mama,"
Zea berdecak, " Ma, inget umur, "
" Hush ! Enggak sopan, "
Zea menggelengkan kepalanya heran ketika Pintu sudah tertutup sempurna.
Selama di kamar mandi ia merenungi sesuatu. Benarkah ia mulai menyukai Pangeran ? Hati kecilnya masih ragu. apa benar ia suka pada Cowok tipe pemaksa, emosian, Posesif seperti Pangeran ?
Awalnya kan ia membenci Cowok itu dengan segenap hatinya, Tetapi apa Perasaannya sekarang berubah ? ia kemudian menyadari sesuatu
jarak antara benci dan Cinta itu sangatlah tipis, sehingga ia tidak menutup kemungkinan perasaan dapat berubah dalam waktu sekejap
Zea membasuh mukanya. Sudah beberapa lama ya, ia di kamar mandi ? jarinya saja sudah mulai keriput karena terlalu basah
Setelah bersiap dengan segala kesiapan. Zea turun dari lantai dua dengan bibir mengerucut, kesal karena tidur Panjang hari minggunya di ganggu. ia mendapati ibunya dan Pangeran sedang membicarakan sesuatu sambil sesekali tertawa di ruang tamu. Pangeran yang menyadari kedatangan Zea Tersenyum
__ADS_1
" Udah selesai, Zea ? Liat coba di belakang kamu, "
Zea menaikkan alisnya sebentar, Lalu berbalik dan mendapati benda berukuran besar berada di dekat pintu menuju ruang keluarga. Seketika ia membuka mulutnya kaget
Itu sebuah boneka beruang berwarna lembut seperti madu dengan ukuran sangat besar untuk seukuran boneka, tingginya bahkan menyamai tinggi Zea. Pasti boneka itu nyaman di Peluk
" Gimana kamu suka, enggak , "
" Pasti dia suka lah, Pangeran, masa Cewek enggak di suka di kasih boneka,"
Zea mengalihkan perhatiannya dan memandang ibunya dengan tatapan ya-ditanya -aku-bukan- Mama
" Suka kok Pangeran, " Jawab Zea
" Pacar kamu baik banget, Zea, " bisik Ibunya Zea di telinga anaknya
Tetapi entah sengaja atau tidak, bisikan itu lebih tepat seruan saking kencangnya
" Ya Udah Saya Pinjem, anaknya ya Tante ,"
Ibu Zea tertawa kemudian ia menepuk lengan Pangeran dan mengatakan sesuatu yang membuat air muka Zea semakin keruh
" iya, bawa aja Zeanya, Tapi Pulangnya jangan lama-lama,ya "
Zea memutar bola matanya malas
inget umur, Ma, " gerutunya dalam hati
Zea yang mengikuti Pangeran yang sudah keluar dan hendak memajukan mobilnya
" Ngapain sih Pagi-Pagi gini kamu, ngajak aku Pergi, Pangeran ? Masih ngantuk tau," Zea melirik jam tangan Putihnya yang menujukkan Pukul 07.30 WIB
" aku mau ajak kamu Olahraga bareng, " balas Pangeran
ia melihat sekelilingnya dan mendapati bahwa keadaan taman kota yang cukup luas itu Cukup ramai.
Zea mengikat rambutnya lalu mengikuti Pangeran yang mulai melakukan pergerakan pemanasan. Lalu mereka berlari-lari Pelan. Pangeran tersenyum hangat ketika Zea menyejajarkan langkahnya dengan langkah Pangeran
Tak heran banyak remaja yang menatap mereka karena bisa berolahraga dengan Pacarnya. sepertinya di Minggu Pagi ini perasaan mereka menjadi Penuh dengan perasaan iri
kegiatan berlari keduanya berlangsung hampir dua puluh menit sampai Zea memilih untuk berhenti dan duduk di sebuah bangku panjang, meluruskan kakinya sambil melihat Pangeran yang sedang melakukan Pull-up di palang besi yang memang disediakan sebagai salah satu fasilitas olahraga. Cowok itu tampak seksi dengan keringat yang mengucur di dahinya
" Haus enggak, " Pangeran mendekati Zea dan menunduk dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya
" iyalah, Pangeran, "
" Ya udah, ayo, " Pangeran mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Zea
Zea dan Pangeran berjalan sambil berpegangan tangan, tapi Zea mengerutkan dahinya karena bingung. ketika mereka akan mendekati Penjual, minuman, Pangeran malah menariknya menjauh ketika mereka mendekati Penjual es kelapa muda akhirnya Zea menyadari sesuatu yang membuatnya tertawa
" kamu enggak jadi beli karena Penjual itu Cowok, konyol, ih, " Celetuknya sambil menutupi mulutnya untuk menahan tawa
Pangeran mengganguk sekilas, lalu dengan semangat Pangeran menunjuk jus jeruk yang merupakan wanita setengah Paruh baya
" Lebay, ah Pangeran ", sambungannya yang langsung di sambut sanggahan tidak setuju dari Pangeran
" kan aku Udah bilang aku nggak kamu berinteraksi dengan Cowok lain,
Tawa Zea malah meledak. Pangeran ini terlalu Posesif tetapi Jatuhnya malah menjadi agak Bodoh menurut Zea
" Ya kira-kira Juga, kali Pangeran Masa Cuma karena es kelapa muda aku bakalan jatuh cinta sama Penjualnya yang udah jadi bapak-bapak Ngawur ah,"
__ADS_1
Pangeran ikut tersenyum geli dan menanyakan hal lain untuk mengalihkan perhatian
" Kamu belum makan,kan "
Zea menggaguk
" Mau makan apa, "
Zea tampak berpikir sebentar, " Pengin mie ayam, "
Pangeran menggaguk, Lalu mengajak Zea kembali ke mobilnya
Di Perjalanan itu memakan waktu kurang dari sepuluh menit Di dalam mobil, Zea tak henti-hentinya bersenandung kecil Pangeran tentu saja diam tidak ingin menganggu Zea yang sedang bersenandung
Zea menatap warung yang menjual mie ayam kesukaannya dengan senang, namun kemudian Tersenyum kecil
" Pangeran, jangan Pindah warung ya, yang jual kan Cowok, "
ia berjalan masuk dikuti Pangeran yang keliatan sebal karena di goda dan diejek secara halus oleh Pacarnya
Ketika makanan sudah tersaji Zea makan dengan lahap, sedangkan Pangeran memakannya dengan Pelan sesekali ia tersenyum melihat cara makan Zea yang sedikit kekanak-kanakan
" Makan tuh yang bener, Zea, " Pangeran mengusap ujung bibir Zea karena kuah mie ayam yang meluber ke mana-mana
Zea melanjutkan makanan dengan jantung berdebar
" Enggak usah kayak gitu ah Bikin aku deg-degan tau enggak,"
Pangeran tersenyum " Bagus dong kalo kamu deg-degan karena aku. Berarti kamu jatuh Cinta sama aku
" Eh Zea, kita kan Udah lumayan lama Pacaran, "
Zea ingin tertawa Sebenarnya, tetapi ia hanya mengeluarkan kekehan kecil." seminggu aja belum di sebut lumayan lama,"
" Lumayan, lah, " balas Pangeran
Zea masih Terkekeh
" Zea " Panggilannya
" Hmm "
" Aku pengin cium kamu boleh enggak, "
Zea melotot dan memukul lengan Pangeran dengan keras " NGOMONG APA KAMU TADI, "
Pangeran menjadi gegelapan sendiri,"Ya Soalnya aku kan suka gemes kalo deket-deket sama kamu, "
" Pangeran aku mau Pulang, "
" Apa "
" Aku mau Pulang, Pangeran, "
" Tapi Zea ,"
" Pulang, "
Pangeran mengembuskan napasnya pasrah. ternyata ia terlalu terburu-buru
" Bukan berarti kita Pacaran kamu bisa seenaknya, "
__ADS_1
Pangeran merenggut, "iya, Maaf,"