MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 13


__ADS_3

Pangeran masih menatap Zea yang baru masuk ke mobil dengan Pandangan tajamnya


" Kamu, kan masih sakit, Zea kenapa mau sekolah, hmmm ? Kalo makin Parah gimana, "


Zea mengalihkan perhatian kepada Pangeran


" Aku udah gak baikan, kok Gak usah lebay ,ah, " Ucap Zea sambil memeluk dirinya sendiri


" Aku, enggak lebay Zea, ini kan buat kamu juga, "


Wajah Zea merengut kesal


Pangeran menghela nafasnya dalam, lalu ia mengelus Puncak rambutnya Zea


" Ya udah kamu sekolah tapi jangan jauh-jauh dari aku, ya , "


Zea hanya menggaguk lemah, tubuhnya masih lemas karena demam kemarin


" Pake Jaketnya, "


Zea menuruti perintah Pangeran dengan Patuh. ia lalu menatap ke luar jendela, merasa mengantuk karena efek obat lalu tertidur. Pangeran yang melihat itu hanya tersenyum tipis


Di Perjalanan menuju Sekolah, Pangeran merasa tidak Fokus menyetir Pandangannya beralih-alih antara jalan di depannya dan Zea yang terlelap. Sesekali tangannya terulur untuk merapikan rambut Zea yang jatuh di kening Cewek itu. Pangeran merutuki sifat keras kepala Zea. Mengapa Cewek ini begitu ngotot untuk pergi ke sekolah ? ia saja masih merasa khawatir dengan keadaannya


Pangeran menatap rintik Hujan dengan kesal. Mereka sudah sampai di Parkiran sekolah dan Cuaca Pagi itu tidak mendukung


Diambilnya Payung yang selalu tersedia di mobilnya. Pangeran menatap Zea yang terlelap dengan Pandangan tidak tega. ia merasa ragu untuk membangunkan Cewek itu atau tidak

__ADS_1


Apa lebih baik ia menunggu lebih dahulu ? Toh masih Pukul setengah tujuh Pagi


ketika Pangeran sedang kebingungan Zea membuka matanya. ia melihat di sekitarnya lalu menghela nafas


" Udah Sampai ya, Pangeran, " Pangeran mengganguk


" kalo kamu masih ngantuk tidur aja lagi. Aku tungguin, "


Zea menggeleng ia memeluk tasnya, lalu menatap ke luar jendela


" jangan dulu keluar, " Pangeran turun dari mobil terlebih dahulu lalu membuka Pintu mobil untuk Zea


Ketika Zea turun buru-buru Pangeran memeluknya dari samping dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya sendiri memegang Payung agar mereka tidak kehujanan. Ralat,agar Zea tidak kehujanan. Payung yang di Pegang Pangeran berukuran kecil sehingga tidak bisa melindungi mereka berdua dengan sempurna


Pangeran mengabaikan rintik hujan yang mengenai dirinya Dengan Pelan ia berjalan menuntun Zea ke beranda sekolah yang teduh


Saat Sudah Sampai Pangeran melipat Payungnya lalu menyimpan benda itu ke dalam sebuah wadah yang memang di sediakan untuk Penyimpanan Payung


Semua Pandangan siswa-siswi di sana tidak Pangeran Pedulikan. ia hanya Fokus berjalan Pelan-pelan bersama Zea.


" Pangeran kok Pelan banget jalan nya ? Aku kan kemarin cuma demam bukan Patah tulang, " Protes Zea sambil menatap Pangeran dengan bibir yang mengerucut


Sial. Ekspresi Wajah membuat laki-laki itu menjadi gugup


" Aku Cuma takut kamu kesandung terus jatuh, " balas Pangeran dengan ketenangan yang luar biasa, Padahal ia gugup bukan main. ia memang Tipe Cowok yang pandai berpura-pura


Sheila yang berdiri di lorong sekolah terbelalak kaget ketika melihat Pangeran yang datang bersama dengan Zea

__ADS_1


" Zea kok Sekolah, " gumamnya Pelan


Mereka mendekat lalu Pangeran melepaskan rangkulannya


" Gue nitip Zea, ya, " kata Pangeran pada Sheila


Zea mendelik sebal, " Aku bukan barang, Pangeran kok ditip-titipin kayak gitu,"


Pangeran tertawa kecil, " jagain Pacar gue ya, " Pangeran tersenyum tipis lalu pergi menaiki tangga yang menuju koridor kelas XII


Sheila hanya bisa bengong


Zea lalu memukul lengan Sheila Pelan," Ngapain Lo bengong kayak gitu,"


" Pangeran Senyum sama gue, Zea, " kata Sheila heboh dan gemas


Zea memandang temannya itu dengan Pandangan tak suka, " Pangeran itu Pacar gue, Sheila, "


Zea mengalihkan Perhatiannya karena Ucapan Zea yang menurutnya luar biasa


" Hah ? Apaan Tadi, gue enggak denger,"


Zea merutuki dirinya sendiri, " Enggak, gue enggak ngomong apa-apa,"


Sheila tertawa keras


" Jadi elo udah nerima Pangeran Sebagai Pacar Lo ? Bagus deh kalau gitu ha, ha !" Sheila berbicara dengan Volume keras sehingga Perhatian beberapa siswi teralih Pada mereka

__ADS_1


Zea hanya memutar bola matanya malas lalu masuk ke dalam kelas


" Cieee Zea Udah Sayang nih sama Pangeran, "


__ADS_2