
Zea berlari di koridor, sesekali celingak-celinguk untuk mencari keberadaan Pangeran ataupun Vino. ia hanya takut Pangeran akan memukul Vino lagi seperti dulu
Dengan kesal ia naik tangga menuju kelas Pangeran, tetapi tidak ada satu siapa pun di sana
Zea turun lagi dan berniat pergi ke taman belakang sekolah, karena biasanya Pangeran ada di sana. Tetapi ketika ia baru sampai ke lantai satu, seseorang menarik tangannya
" Nyariin, aku ?
Zea menatap Cowok yang ada di hadapannya itu dengan kesal
" Lo enggak apa-apain Vino, kan, "
Pangeran langsung menatap Zea tak suka," Kamu ngomong apa tadi, "
Zea mengembuskan napasnya," kamu enggak apa-apain Vino, kan "
Pangeran tidak menjawab pertanyaan Zea dan malah menariknya ke arah Parkiran
" Kok enggak jawab sih Pangeran ? kamu enggak ribut kan sama Vino, "
Pangeran berdecak
" Enggak usah nyebut nama Orang itu lagi , Zea enek dengarnya, " balas Pangeran sambil membukakan Pintu mobil untuk Zea
Zea sendiri hanya menghela nafasnya dalam, masuk ke dalam mobil dan menggerai rambut panjangnya yang sedari tadi diikat. Pangeran masuk ke dalam mobil dan segera mengeluarkan mobilnya dari daerah Parkiran sekolah
Zea mengerutkan keningnya heran ketika Pangeran hanya membawa mobilnya itu untuk menyebrangi jalan menuju kafe milik Pangeran. jujur, Zea merasa sedikit konyol
" kalo kayak gini mah enggak Pake mobil lima menit Juga nyampe, Pangeran ibarat ngesot juga nyampe, "
" Biar enggak ribet nanti bawa mobilnya,"
Mereka keluar dan langsung masuk ke dalam Kafe. Zea hanya berjalan mengikuti Pangeran yang naik ke lantai atas. di sana terdapat meja yang desainnya berbeda dengan yang di bawah. Lebih simpel tetapi tetap elegan
Pangeran memilih duduk di dekat jendela Zea ikut duduk dengan agak malas
" Ngapain kita ke sini, Pangeran, "
Pangeran menoleh, " Kamu enggak Laper,"
Zea menggelengkan kepalanya, " Enggak,"
" kalo gitu aku cuma mau duduk di sini bareng kamu, " Pangeran menatap lurus mata bulat Zea
" Ngeliatnya enggak usah gitu banget bisa enggak, Pangeran,"
Pangeran tertawa kecil. " kenapa emang."
" Ya ... enggak apa-apa Tapi mata kamu itu tajem banget tau, "
" Ngomong aja kalo kamu malu Diliatin sama aku. Diliatin yang sama yang Ganteng mah, beda ya "
Zea mendengus, " Mulai deh Pede-nya,"
Pangeran hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut Zea gemas
" Aku boleh Pesen, enggak nih "
Pangeran menaikkan alisnya, " katanya tadi enggak Laper kok sekarang malah Pesen, "
" Pesen es krim aja buat ngemil, "
Pangeran menoleh ke arah jendela ketika mendengar suara rintik hujan
" Hujan gini makan es krim ? Kalo kamu sakit gimana, "
" Enggak bakalan sakit Pangeran, "
Pangeran melambaikan tangannya ke arah Pelayanan laki-laki yang berambut gondrong
" Es krim strawberry, satu Ga "
Pelayan itu Aga namanya, lalu menoleh ke arah Perempuan yang duduk di hadapan bosnya dengan takjub Cantik juga
__ADS_1
" Ngeliat siapa Lo, "
Aga seketika gegelapan
" Enggak .. enggak Hmm, Es strawberry kan "
Pangeran menggaguk sekilas, " Sekali lagi elo ngelirik-lirik Cewek gue, gue nggak bakalan segan-segan Pecat Lo, Ga, "
Aga menggelengkan kepalanya " Sorry bos, " ia membungkuk meminta maaf dan segera Pergi untuk mengembalikan Pesanan Zea
" Kamu kok Tadi kasar banget sih, Pangeran, "
Pangeran mengangkat bahunya tidak Peduli, " aku cuma enggak suka dia ngeliatin kamu segitunya, "
" Tapi tadi kamu ngancem Pecat dia segala. itu ngagetin banget Pasti Lagian Punya mata yang buat liat,"
" Udah enggak usah di Pikirin "
Seorang Pelayan Perempuan datang sambil membawa semangkuk es krim strawberry dengan berbagai topping yang sangat menggugah selera
Ketika Pelayan itu Pergi, Pangeran mengucapkan sesuatu
" Bagus deh si Aga nyadar kalo dia enggak boleh ngeliatin kamu, Zea ,"
Zea yang baru saja akan hendak melahap suapan Pertamanya terpaku
" Pangeran, udah deh, enggak usah lebay,"
Pangeran hanya tersenyum tipis dan segera mengeluarkan laptop dari tas hitamnya
Lima belas menit berselang dan mereka sibuk dengan urusannya masing-masing . Zea yang baru saja menghabiskan es krimnya mulai bosan. ia melirik Pangeran yang terlihat sangat Fokus
" kamu lagi ngapain, Pangeran "
Pangeran menaikkan alisnya tanpa mendongak
" Lagi .. baca-baca aja "
" Baca apa ? Novel, "
Zea mencondongkan badannya untuk melihat, tetapi beberapa saat kemudian ia tertegun
" kamu ngerti Pangeran ? Bahasa Inggris semua, "
Pangeran tertawa kecil , " iya harus ngertilah, Zea kalo enggak nanti aku di Amrik gimana dong, "
Zea mengerucutkan bibirnya. iya juga ya
tiba-tiba Ponsel Zea bergetar. ia melihat nama yang muncul di layar lalu menggeser tombol layar
" Halo Ma ,"
Pangeran mendongak ketika Zea menjawab Panggilan itu
" Siapa ? Marrisa ? Pada ngapain ?" Zea mendengarkan jawaban ibunya, " Enggak, enggak ada kerja kelompok. Ya udah aku Pulang. Mereka suruh tunggu di kamarku,aja"
Pangeran mengangkat alisnya
" Hah ? siapa, "
Ternyata Percakapan Zea dan ibunya belum selesai. Pangeran mengernyitkan dahinya melihat reaksi Zea kaget
" Ngapain Vino ke rumah ? Bonyok wajahnya, "
Rahang Pangeran mengeras ketika mendengar nama Cowok itu yang saya dibencinya
" iya.Ma, iya Lagian aku nunggu Hujan reda dulu, Dah Ma "
Zea mengakhiri Panggilan dan terkejut ketika ia mendapati Pangeran sedang menatapnya dengan tajam
" Ngapain Vino ke rumah kamu ? tanyanya Dingin
" Mau ngembaliin buku, katanya, "
__ADS_1
" Kapan kamu Minjemin buku sama dia,"
" Sebenarnya si aku juga enggak inget, Pangeran, " Jawab Zea , " Mungkin udah lama, "
" Si anjing modus,"
" Apa , " tanya Zea kaget mendengar ucapan Pangeran
" Enggak bukan apa-apa, "
" kamu harus minta maaf sama Vino, Pangeran, "
Pangeran berdecih, " aku enggak mau minta maaf sama dia ,"
" Tapi kan kamu udah mukulin dia, "
" salah dia sendiri kenapa ngebet sama kamu, "
" Pangeran,ih "
" Terus sekarang kamu mau ke mana ? tanya Pangeran mengalihkan Pembicaraan
" Mau Pulang, "
Pangeran berdecak
" Cepet banget. Kamu emang kayak gini kalo ada Cowok yang dateng ke rumah kamu, "
Zea menarik nafas dalam-dalam
" Aku Pulang karena teman-teman aku ada di rumah. kan kamu juga denger tadi," sindirnya, sayang sekali sindir tak merasa tersindir
" Siapa, "
" Ya teman-teman aku Pangeran, "
" Bukan karena Cowok berengsek itu,kan"
" Udahlah Pangeran, daripada debat Kayak gini mending aku Pulang, "
Zea bangkit dengan segera turun dari lantai satu
Ketika sampai di Pintu Zea merasakan seseorang yang menarik tangannya
" Aku anterin, "
" Enggak usah, Pangeran kamu kan lagi sibuk sama kegiatan kamu, "
" Aku anterin, "
" Enggak usah, Pangeran Kok maksa sih"
" Hujan, " Pangeran menunjuk keluar dengan dagunya
" Di sini kan ada halte,"
" kenapa kamu enggak mau aku nganterin apa karena kamu mau deket-deketan sama Vino,"
Zea terbelalak kaget ketika mendengar pertanyaan Pangeran
" ya, enggak lah ! kamu itu jadi Cowok kok curigaan banget sih"
" Enggak mau dianter, " tanya Pangeran kemudian dengan suara dingin
" Enggak, " jawab Zea mantap
tampak jelas kekecewaan di mata Pangeran. Cowok itu berjalan menerobos hujan menuju mobilnya. ketika Zea mengira Pangeran meninggalkannya, ia kembali
Ternyata Pangeran mengambil Payung di mobilnya dan menyerahkan Payung pada Zea. Lalu, ia kembali menerobos hujan deras tanpa berusaha menutupi kepalanya
Zea menatapnya sendu. Tangannya meremas Pegangan Payung yang di berikan Pangeran tadi
Pangeran menyayangi dirinya. Hanya itulah alasannya mengapa cowok itu begitu keras kepala, cemburuan sering negatif thinking dan terlalu kepo Hanya itu.
__ADS_1
Sesal hinggap di hati Zea. Cewek itu hendak mengejar Pangeran tetapi mobilnya sudah keluar dari area Parkir kafe
" Maafin gue Pangeran "