
ia mengepalkan tangannya, lalu Pergi dari sana untuk menahan emosi
Rencananya bersama Adit akan ia lakukan beberapa hari lagi. sebenarnya ia sempat Berpikir Zea bisa aja berubah membencinya, Tetapi karena amarahnya yang memuncak ia tidak bisa berpikir jernih
Pangeran dan Zea sudah berada kelas Zea di sana sudah ada Dea yang stand by di depan Pintu
" Aku duluan ya, Zea, " Pangeran mengacak-acak rambut Zea gemas
Cewek itu mengerucutkan bibirnya
" Rambut aku jadi acak-acakan lagi, Pangeran, " geretu Zea sambil merapikan rambutnya yang kusut akibat ulah Pangeran
Cowok itu malah tertawa kecil
" Kamu itu lucu banget,sih aku jadi males mau kelas, "
Zea berkacak Pinggang , " Awas aja kalo bolos, " sahutnya sambil melotot
"iya, iya, Bye, " Pangeran melambaikan tangannya dan berjalan ke arah tangga
Zea yang Tersenyum dan sedang melambaikan tangan untuk membalas Pangeran dikejutkan dengan Pukulan cukup keras di tangannya. Kontan ia mengaduh kesakitan
" Aw, " Zea mengusap-usap lengannya dan berbalik Dilihatnya Dea yang tersenyum enggak Jelas
" Sakit, Dea ih apa-apaan sih, " Ucapan kesal Zea itu di sambut Pukulan keduanya kali dari Dea Pelan tetapi lebih Pelan
" Makin hari makin lengket aja Zea. jangan-jangan nanti Pas elo lulus dilamar langsung sama Pangeran "
Zea mendengus, " Ngaco,ah,"
" Yee, lagian bagus elo sama Pangeran makin lengket Makin banyak yang Panas,"
Zea memutar bola matanya malas
" Elo tau kan fans Pangeran itu seabrek ? Waluapun cowok Lo itu judesnya minta ampun, "
__ADS_1
Zea mengganguk
" Ya mereka gedek lah, orang tiap hari mereka berdoa khidmat banget biar kalian Putus, "
Mendengar itu, Zea malah tertawa, " lebay amat "
" Tapi Jangan lupain satu orang, Zea Cowok yang ngebet banget sama elo selain Pangeran,"
kening Zea mengernyit, " Hah ? Siapa"
" Vino, lah ! masa elo enggak tau sih, "
Zea menggelengkan kepalanya. Vino menyukainya ? Jujur, ia tidak Pernah memikirkan hal itu. Lagi Pula Vino tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menyukainya, atau Zea Kurang Peka ?
" Masa sih, Dea ? kok gue ngerasa enggak mungkin ya ,"
" Yaelah Zea, dulu dia pernah ngomong begitu. Rani sama Marissa Juga tau Tanyain deh sama mereka kalo enggak Percaya, "
Zea mengusap tengkuknya yang tidak gatal
Tiba-tiba Ponselnya berbunyi, menandakan ada notifikasi Pesan masuk
" Eh,Dea Vino ngirim Chat ke gue, "
Dea menyeret Zea agar duduk di kursinya
" Gue bilang apa ! Dia ngomong apaan,"
" Dia ngajak ketemuan, Mau ngomong sesuatu katanya, " cerca Zea
" Tuh,kan terus, "
" Gue kudu gimana nih Dea, "
" Coba ngomong sama Pangeran,"
__ADS_1
Dengan Cepat Zea menggelengkan kepalanya " Enggak Bisa-bisa Vino di hajar Pangeran lagi, "
Dea mengembuskan napasnya, " iya juga sih dia bisa dihajar sama Pangeran,"
" Gimana dong ! udah terlanjur gue baca Pesanya"
" Bales aja dulu, "
...Zea...
...Mau ngapain, Vino...
...Vino...
...Gue pengen ngomong sesuatu sama elo Zea...
...Zea...
...Gue takut kalo Pangeran sampai tau kita ketemuan...
...Vino...
...Tenang aja Pangeran nggak bakal tau nanti gue kasih tau tempatnya di mana tapi elo mau kan...
...Zea...
...Yaudah, deh Tapi Jangan lama-lama ya...
...Vino...
...iya, Zea see you...
" Gimana, " tanya Dea
" Dia, ngajak ketemuan nanti tempatnya di tentuin, Dea gue takut Pangeran tau, Bisa gawat soalnya, tuh Cowok kan emosian,"
__ADS_1
" Semoga aja enggak, Zea, " Dea berusaha memenangkan Zea
k