MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 14


__ADS_3

l


" Sama aku aja nulisnya biar Cepat selesai," Pangeran merebut bolpoin dan buku Zea lalu melanjutkan Pekerjaan Pacarnya


Teman-teman kelas Zea hanya tersenyum tidak jelas sesekali menggoda mereka dengan pura-pura batuk


Ketika Pangeran selesai menulis Zea hanya memandang bukunya dengan takjub.Tulisan Pangeran benar-benar rapi bahkan lebih rapi daripada tulisnya yang lebih mirip tulisan dokter.


" Ayo, " Pangeran menggenggam tangan Zea, lalu berjalan menuju kantin


Beberapa Orang sepertinya mulai terbiasa dengan Pemandangan Pangeran menggenggam tangan Zea saat berjalan ke mana pun.


" Mau aku Pesenin apa, " tanya Pangeran ketika keduanya sudah duduk di meja Paling tengah, tempat Pangeran biasa makan di sana


" Aku mau seblak, "


Pangeran seketika mengerutkan dahinya" Enggak "


Zea memasang wajah kesal, Di tatapnya Pangeran dengan Pandangan memelas


" Pangeran, boleh ya, "


Pangeran menggeleng dengan tegas," kamu itu baru sembuh. masih lemes Kayak gini mau Pesen seblak Pedes ? Enggak,"


" Pesen seblak salah yang tadi juga salah,"


" Kamu Pesen rujak Bi Lilis ya iyalah aku tolak. Kamu kok Pesennya yang Pedas semua, "


" Tapi kan Pengen, Pangeran, "


" Enggak, ya enggak, "


Zea mendengus, " Lebay,"


Pangeran memasang wajah tak Peduli


" Terus aku mau makan apa ? Mangkok ? kalo gitu ngapain kamu ajak aku ke sini," sambung Zea kesal


" kamu makan buah aja, "


Zea menggeleng


" kamu suka Pir hijau kan ? Mau,"


Zea meneguk ludahnya. ia lemah jika berurusan dengan buah kesukaannya itu


" kamu diem berarti iya, "


Pangeran melambaikan tangannya kepada penjual salad , " Pir hijau, " katanya


Pangeran menatap Zea lalu kembali, lalu menggenggam tangan Cewek itu


" Pangeran apa-apaan sih, "


" kamu kenapa maksa buat sekolah,"


" Hah "


" kamu kenapa maksa sekolah, ? Ulang Pangeran dengan Pelan


" kan nanti ketinggalan Pelajaran, Pangeran lagian kata Marissa klub dance mau rapat, "


" Tapi kan bisa nanti minta info dari teman kamu. Harusnya Puas-Puasin istirahat dulu. Nanti Pasti aku temenin, "


Zea menaikkan alisnya, " Apa-apaan sih Pangeran, "


" kalo kamu sakit Pasti aku temenin, enggak usah khawatir Aku pasti ada buat kamu, "


" Lepasin tangan aku, " Pinta Zea sambil menatap Pangeran


ia sangat risi dengan hal itu. Seharusnya Pangeran bahkan tidak menyentuh ujung rambutnya sedikit pun. Zea merasa sudah sangat berlebihan apalagi Pangeran melakukan itu di depan umum terlalu lebay, terlalu diumbar-umbar


" kenapa sih kamu genggam tangan aku terus ? Risi tau enggak ,"


Pangeran memasang Wajah datarnya, " Ya pengin"


" Itu berlebihan Pangeran, kesannya aku malah jadi kayak Cewek murah yang selalu pengen tampakin kemesraan di depan umum, "


Pangeran menghela napasnya pelan, " Aku Cuma Pengen Orang tau kalo kamu milik aku, "


" Semua Orang juga tau, apalagi setelah kejadian kamu mukulin Vino semua teman Cowok sekarang jauhi aku gara-gara ulah kamu,"

__ADS_1


Pangeran Tersenyum kecil ketika Zea memasukkan suapan Pertamanya. ia mengedarkan Pandangan dan mendapati Vino sedang menatap ke arah mereka dengan pandangan iri. Pangeran segera menatapnya dengan tidak suka hingga membuat Vino salah tingkah dan pura - pura pergi ke toilet Pangeran berdecih Cowok itu ternyata sangat menyukai Zea


" Dasar Cowok nyebelin, "


Zea diam saja ketika tangannya ditarik begitu saja oleh Pangeran menuju Parkiran.Tas birunya digendong oleh Pangeran, alasannya tidak mau Zea Capek. terserah saja lah,ya


" Jangan Pegang-pegang sih, "


" Zea kamu kan masih sakit Ya aku Pegangin biar enggak jatuh"


Zea mendengus. Dasar modus


" Mau ke mana sih, Pangeran ," tanya Zea


" aku mau ajak kamu jalan, "


" Nge-date gitu," balas Zea Polos


" Iya, "


" ke mana,"


" Maunya ke mana, " Pangeran memajukan mobilnya keluar dari area sekolah


" Pengen berenang Tapi nggak mungkin ya, soalnya aku belum persiapan,"


Pangeran Tersenyum


" Kapan-Kapan mau, "


Zea mengganguk antusias


ia memilih berhenti dulu di salah satu toko yang menjual aksesoris,di sana ia membeli Penanda halaman buku. ia tahu Zea sangat senang membaca, jadi Cewek itu Pasti membutuhkan benda ini


Di sisi lain, Zea tampak Celingak celinguk karena di tinggalkan Pangeran sebentar untuk menukarkan koin. ia duduk di salah satu bangku Panjang karena mulai merasa kakinya lemas. Mungkin efek ia baru sembuh dari demam kemarin


Zea mendongak ketika sebuah tangan terulur dan menyodorkan beberapa koin untuk bermain. ia mendapati Pangeran yang sedang tersenyum sangat manis ke arahnya


" Ayo, " ajakan dengan kepala yang dimiringkan


Zea Terkekeh. image Pangeran yang super dingin lama-lama memudar di pikirannya. Tergantikan oleh Pangeran yang manis dan sedikit konyol. Apa memang itu sikap Asli Pangeran ?


mereka kemudian melangkah menuju sebuah kotak Permainan yang berisi Boneka. Pangeran yang menurut mengikuti langkah Zea yang lebar-lebar


Pangeran menggaguk dan mencubit pipi Zea itu dengan gemas, " As, your Wish baby,"


Zea memegang Pipinya yang terasa memanas, ia juga yakin bahwa pipinya sudah memerah seperti tomat


Pangeran memasukkan koin dan mulai mencoba untuk mendapatkan boneka yang diincarnya, yaitu boneka serigala, Ada alasan tertentu mengapa ia ingin menghadiahkan boneka itu


Percobaan Pertama gagal, sehingga Pangeran memasukkan koin kedua dengan perasaan gagal sehingga membuat Pangeran memasukkan koin kedua dengan Perasaan agak kesal. Tadi ia gagal


Untungnya Percobaan kedua berhasil Boneka serigala incarannya itu berhasil ia dapatkan, Zea yang menerima boneka itu dari Pangeran hanya bisa menatap benda itu dengan mata yang berbinar-binar



" Setau aku ya, Serigala itu hewan yang setia Si jantan hanya akan mempunyai satu betina. Nah, aku kamu boneka yang ini karena aku mau negasin kalo aku Cuma sayang sama kamu, "


Zea tersenyum menanggapi itu


" Thanks ya Pangeran, " seru Zea sambil memeluk boneka serigala dengan senang


" Bonekanya doang yang di Peluk, " Pacarnya enggak, nih, ?


Zea mendengus lalu menatap Pangeran malas


" Jangan mulai deh Pangeran ,"


" Iya Maaf, "


" Makasih ya buat hari ini Pangeran, " Ucap Zea senang ketika mereka berdua sudah sampai di depan rumah Zea


keduanya lalu turun dari mobil


" Iya sama-sama Makasih juga ya udah ngabisin waktu sama aku, " balas Pangeran dengan senyum terbaiknya


" Aku duluan, ya , " Zea berbalik tetapi tangannya di tahan dan dalam sekejap Pangeran memeluk Zea


" Jangan Pergi dari aku, ya, " Tangan Pangeran mengelus Puncak rambut Zea


" I-iya, " Zea terbata karena gugup

__ADS_1


Pangeran lalu menunduk untuk menyamakan tingginya


" Pangeran sayang Zea "


Zea mematung tetapi hatinya menyuruh Zea untuk mengucapkan sesuatu, " Zea Juga Sayang Pangeran, "


Balasan dari Zea itu sempat membuat Pangeran melongo karena kaget. kemudian ia tersenyum senang, lalu mengacak-ngacak rambut Zea dengan sayang


Mereka tidak menyadari seorang wanita berumur empat puluhan mengintip dari jendela atas. ia menggelengkan kepalanya


" Anakku Udah gede, ya, "


Sebenarnya ia ingin melihat siapa anak laki-laki yang tadi sampai berani memeluk anak sulungnya. Tetapi ia tidak bisa melihat dengan jelas, ia lupa tidak memakai kacamata yang sekarang entah di mana letaknya


" Awas ya kamu Zea, Mama Pasti wawancara kamu Sampe tuntas," Celetuknya sambil menutup kembali tirai Jendelanya



♥️ 1246 ,678 likes


Pangeran Alvaro : This is your boy @ ZeaCarista56


View All, 24,998 Comennt


Yani23 : Ya tuhan badannya bagus banget


Fitri67 : Cowok idaman gue banget


Vio90 : Nikmat Tuhan mana yang aku dustakan


jomblo : Mas mau dong jadi Pacarnya


...°°°°...


Zea mengalihkan perhatiannya dari Ponsel setelah melihat Postingan Instragram Pangeran ke Pintu kamarnya yang Terbuka yang masuk dengan wajah antusias sekaligus Penasaran


" Zea, Mama mau ngomong sebentar dong, "


Zea duduk di tempat tidur dan memandang ibunya itu dengan heran, tetapi jantungnya berdebar lebih kencang Seketika Apa ibunya tadi melihatnya ia Pulang dengan Pangeran


" Ada apa Ma, "


" Tadi kamu dianterin sama Cowok kamu,"


Zea tertegun, " Mama liat, "


" Iyalah , Makanya Mama mau nanya kamu , bener itu Pacar kamu, "


"Iya Ma , "


" kenapa tadi Gak di ajak masuk, ? tanya Mama


" ini Udah malem Ma, " balas Zea


" Tapi kata Bi Surti kemarin dia nginep di sini, "


Zea mengomel dalam hati, " Aduh Bi Surti mulutnya gak bisa di jaga,"


" Mama mau liat Pacar kamu, " ibu Zea merebut Ponselnya yang masih menampakkan Posting Instragram Pangeran


" Ih, Mama jangan, "


" Udah mendingan kamu diem, "


Zea mengembuskan nafasnya Pasrah


" ZEA KOK KAMU GAK BILANG-BILANG PUNYA PACAR CAKEP KAYAK GINI, "


Zea melongo, " Hah "


" kenalin ke Mama secepatnya ya. Ih Calon menantu Mama cakep banget kayak bule gini, "


Zea kemudian mendengus. Memang sih kalo soal ganteng Pangeran memang juaranya. ibunya saja sampai lupa umur kayak begitu. ingin sekali ia mengomel dari A sampai Z kepada ibunya. tapi kan enggak sopan


" Zea besok Suruh ke sini aja. Besok kan Minggu, "


" Mama apa-apaan sih Besok itu harus di Puas-Puasin tidur, "


ia mengaduh ketika ibunya menyentil telinganya Cukup keras


" kamu itu jadi anak harus nurut sama orang tua, "

__ADS_1


Zea manyun dan merebut Ponselnya kembali, " Iya-iya, " gumam Zea tidak jelas. Sudah kewajiban bukan, anak harus menurut kepada ibunya


__ADS_2